Not A Perfect Wedding

Judul : Not A Perfect Wedding
Penulis : Asri Tahir
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal Buku : 296 Halaman
ISBN : 978602025897
Rating : 3 dari 5 






Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.

***

Sehari sebelum pernikahannya, kakak Raka datang dari luar negeri untuk menghadiri pernikahan Raka dan Raina. Sehari sebelum pernikahannya pula, Raka mengalami kecelakaan yang fatal. Persiapan pesta sudah dilakukan, namun fakta bahwa pengantin prianya tengah sekarat membuat kedua keluarga ini harus mencapai sebuah keputusan besar. Apalagi, keputusan tersebut didasari oleh permintaan terakhir sang calon pengantin kepada kakaknya agar Pram menggantikan posisi dirinya untuk menjaga Raina, sang calon mempelai wanita.

Akhirnya, dengan berlandaskan sebuah kebohongan, pesta pernikahan digelar dengan mengganti mempelai pria dengan kakaknya. Sang pengantin wanita tidak tahu-menahu sampai pada saat semuanya terlambat untuk diakhiri. Suaminya adalah Pram, bukan Raka yang ternyata sudah meninggal dunia semalam. Tentu saja Raina marah atas jebakan ini. Terutama, ia membenci keluarganya sendiri yang dengan tega menutupi kenyataan dan justru malah menyetujui kebohongan. Ia merasa terjebak dengan seseorang yang bahkan tidak pernah dikenali sebelumnya.

Mulanya Raina kasihan dengan Pram yang turut menjadi korban jebakan pernikahan palsu ini. Tapi, ketika dia mengetahui bahwa Pram juga terlibat dan turut menyetujui rencana ini, dia jadi ikut membenci pria itu yang ternyata sepuluh tahun lebih tua darinya. Tiga bulan pernikahan meeka dilalui dengan saling diam, tidak ada penjajakan karena Raina menjaga jarak dan menganggap Pram sebagai orang asing baginya, hanya dua orang yang tinggal dalam satu apartemen tanpa mempunyai ikatan apapun selain cinta. Jangankan menjalani hubungan sebagaimana layaknya suami istri, mereka bahkan lebih seperti kakak adik yang baru saja bertemu dan baru mengenal.

Namun, cinta datang karena terbiasa. Lambat laun mereka saling menyadari kehadiran satu sama lain. Raina mulai membuka diri tentang kehidupannya, juga mencari tahu tentang hidup Pram yang ternyata, dia sama sekali buta tentang pria itu dan masa lalunya. Ketika cinta mulai tumbuh di antara mereka, cerita dari masa lalu mewarnai kehidupan mereka. Mantan kekasih Pram dari luar negeri datang ke Jakarta. Raina cukup terkejut dan memang dia menyadari bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang percintaan pria itu sebelum menikah dengannya. Pun dengan keberadaan Sashi, masa lalu Pram yang bahkan sampai sekarang belum dapat dilupakannya. Sifat Raina yang kekanak-kanakan menambah bumbu sedap dalam prahara rumah tangga mereka.

Bagaimana keluarga kecil ini menjalani kehidupan rumah tangga mereka yang dilandasi dengan sebuah pondasi yang rapuh? Apakah mereka sanggup menghadapi percikan dalam rumah tangga mereka maupun badai besar yang datang melanda?

***

Buku kesepuluh yang saya selesaikan di bulan ini. Well, bintang 3,5 saya berikan untuk novel ini. Kesan saya terhadap buku ini, jujur saja, baru menginjak halaman dua puluhan sampai tiga puluhan, saya merasa kalau buku ini terlalu drama, plotnya seperti sinetron. Sebuah pernikahan jebakan, pergantian peran mempelai pria, kebohongan pada pengantin wanitanya..., itu membuat saya mengernyitkan dahi. Entah apakah memang yang seperti itu pernah ada dalam dunia nyata, tapi plotnya bagi saya terlalu tidak nyata dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Masa' iya ada sekelompok orang yang mau-maunya terlibat persekongkolan seperti itu di tengah suasana duka? Well, kita berbicara pernikahan yang sakral ini ya. Tentu saja tidak ada yang mengamini sebuah dusta dan kebohongan di awal gerbangnya. Tapi..., yah, balik lagi ke judulnya sih ya "Not A Perfect Wedding".

Oke selanjutnya, setengah buku saya merasa ini novel nggak banget karena tokoh perempuannya yang jauh dari sifat dewasa, padahal usianya seperempat abad lho. Tapi, saya pertahankan untuk terus menbaca hingga pada akhirnya baru bisa benar-benar menikmati buku ini setelah melalui setengah bukunya. Setelahnya, apalagi pas sudah muncul benih-benih cinta yang tumbuh dan berkembang di kedua tokohnya, saya mulai suka. Saya pikir, separuh sisa cerita yang belum saya baca akan diisi dengan bagaimana mereka mengembangkan cinta saja, dan ternyata prediksi saya tidak meleset. Namun, ada banyak hal yang membuat saya tidak bosan sebosan bagian-bagian awal cerita ini. Jadi, saya cukup menikmati. Meskipun masih terganggu sampai ikut terbawa emosi dengan karakter perempuannya yang terlalu bocah dan childish.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari membaca novel ini adalah: jangan terlalu bocah, dewasalah menghadapi takdir dan permasalahan rumah tangga yang menerpa. Oke, mungkin ini hanyalah wacana karena saya toh belum melaluinya, hahahaha, tapi setidaknya dengan membaca buku ini jadi ada pelajaran yang bisa dipetik, kan?

Dan kesimpulan kedua, jangan gampang mengucap kata "cerai", dan kalau ada masalah rumah tangga jangan main kabur ke rumah orangtua. Kalau permintaan cerainya dikabulkan, galau juga kan? Dan kalau perkara rumah tangga yang harusnya bisa diselesaikan dua kepala jadi membuat yang lain bertanya-tanya kan ya? Oke, ini masih sekadar wacana, hahahaha. Semoga saja dalam waktu dekat bisa mengalaminya sendiri gitu =))

Nah itu tadi dari segi cerita. Kalau masalah teknis, saya cukup terganggu dengan penulisan tanda baca di kalimat-kalimatnya. Banyak sekali, yang harusnya diakhiri dengan koma justru malah diberi titik. Jadi dalam kepala saya, saat baca di bagian-bagian itu, seperti ada jeda. Jeda yang kebanyakan. Dan itu cukup mengganggu. Ada beberapa typo juga dan kesalahan pemilihan kata, beberapa tanda baca yang seharusnya ada jadi nggak ada. Tapi so far, saya cukup senang kok membacanya.

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)