Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

Judul : Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng
Judul Asli : The Ringmaster's Daughter
Pengarang : Jostein Gaarder
Penerjemah : A. Raharti Bambang
Penerbit : PT Mizan Pustaka
ISBN: 97897948872
Tebal : 259 halaman
Rating : 5 dari 5




Saya tidak merasa kesepian sampai ada sesuatu yang layak dirindukan. Kesepian dan kerinduan adalah dua sisi mata uang yang sama. (Halaman 21)



Kisah ini adalah tentang Petter, seorang lelaki yang memiliki banyak sekali imajinasi. Imajinasi itu bahkan sampai merenggut ingatan Petter sendiri, hingga dia tidak mampu membedakan mana yang merupakan ingatan masa lalu mana yang hanya ada dalam benaknya saja. Anugerah ini tentu saja mengganggu Petter karena imajinasinya terus berkembang apabila tidak disalurkan. Petter memiliki gagasan serta ide tentang banyak sekali cerita, tapi dia tidak bisa membuat novel, karena bisa jadi ceritanya akan berkembang biak lebih rumit dan runyam apabila Petter mengembangkannya menjadi novel. Dia juga mengatakan bahwa kegiatan menulis menimbulkan pengaruh emosional. Petter tidak mau terjebak di dalamnya.

Alhasil, dia menemukan sebuah penyaluran dengan menjual ide serta gagasannya pada penulis novel. Ide ini kemudian akan berkembang menjadi Writer's Aid, sarana yang akan membantu setiap penulis dalam memecah kebuntuan dalam hal menulis cerita atau mengembangkan gagasan serta imajinasi menjadi sebuah novel. Petter menjual idenya, mulai dari yang terkecil, misalnya memberikan sebuah percakapan (yang ditukar dengan traktiran minuman), atau bahkan sinopsis lengkap yang berisi lembaran-lembaran detail cerita hingga tamat, (yang ini dihargai dengan uang yang lebih mahal, serta royalti sekian persen apabila nanti bukunya meledak di pasaran.)

Kehadiran Petter sebagai "pabrik ide" dalam khazanah kesusastraan Norwegia tentu saja sangat besar, Petter menyumbang banyak sekali peran yang mulanya tidak terendus sama sekali. Namun pada akhirnya, ada pula orang-orang yang mulai curiga. Pertama, adalah orang-orang yang pernah memakai jasanya, yang mengira bahwa mereka adalah pelanggan tunggal Petter tanpa mengetahui bahwa Petter memperlakukan hal yang sama kepada semua pelanggannya. Kedua, terlebih setelah Petter go internasional, dia menemukan bahwa ada kisah yang sama yang terbit dalam dua novel berbeda. Yang satu adalah pelanggannya di Writer's Aid, dan yang kedua adalah seseorang dengan nama samaran Wilhelmine Wittman. Siapakah sosok Wilhelmine Wittman ini? Apakah dia adalah Maria, seseorang dari masa mudanya yang begitu dicintainya dan hanya kepada Maria-lah Petter bercerita tentang kisah-kisah itu?

Petter juga mendapat ancaman dari orang-orang yang merasa karir kepenulisannya terancam dengan terbongkarnya siapa Petter dan Writer's Aid-nya.



Agaknya saya perlu mengulas si Petter dari masa kecil. Dia adalah seseorang yang penuh imajinasi dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dia memiliki teman imajinasi yang kemudian keluar dari ruang imajinasinya. (Menurut Petter, Si Lelaki Semeter itu keluar begitu saja dari mimpi dan hadir dalam dunia nyatanya.) Petter kecil suka sekali 'menolong' teman-temannya untuk mengerjakan tugas. Nanti, dari aktivitasnya inilah si Petter dapat menganalisis dan mengklasifikasi karakter jejaring yang dia buat dalam Writer's Aid. 

Saat mulai dewasa, Petter mulai mendekati gadis-gadis, bukan atas dasar cinta, namun menurutnya, berkenalan dan mengajak kencan para gadis ini adalah sebagai kesenangan pribadi. Sampai ketika dia jatuh hati kepada Maria. Seseorang yang lebih tua darinya dan menurut Petter, lain daripada gadis-gadis lain yang dikenalnya. Kepada Maria inilah Petter banyak menceritakan kisah-kisah dalam dongengnya.

Suatu hari, Maria muncul dengan gagasan gila, bahwa gadis itu menginginkan anak dari Petter. Dan begitu Maria mendapatkan apa yang diinginkannya, ia pergi begitu saja dari kehidupan Petter. Ini akan memunculkan konflik pada saatnya nanti.


Sebenarnya, sepertiga kisah di bab akhir sudah ketahuan alurnya bagaimana. Tapi ya, membaca buku ini, selalu akan mendapatkan kejutan-kejutan dan selipan makna filosofis yang dalam. Benar-benar mengagumkan. Membaca novel karangan Jostein Gaarder bagi saya adalah sebuah garansi bahwa apa yang disuguhkan dalam ceritanya sangat menarik.

Intinya... saya suka banget.... Sejak dikenalkan sama Jostein Gaarder pertama kali lewat novel Gadis Jeruk, terus Dunia Sophie, Dunia Anna, Maya (tapi belum kelar bacanya), saya sudah jatuh cinta dengan setiap novel-novelnya. Cerita ini bener-bener out of the box. Sarat dengan pembelajaran hidup, banyak maknanya, dan ya.... seperti komentar di cover belakang: sebuah dongeng fantasi untuk orang dewasa. 


7 komentar:

  1. Setelah Mizan mengeluarkan versi cetul dari semua novel Jostein Gaarder, saya bertekad mencicil satu demi satu. Maklum, harganya pun ikut dicetak ulang.

    Bulan lalu, saya sudah mengantongi satu. Tentu saja saya bimbang harus memilih yang mana dulu. Jujur, karena kondisi keuangan yang sekarat, saya menyeleksi novel Jostein Gaarder yang berat di kantong. Setelah banyak pertimbangan, saya harus memilih Perpustakaan Ajaib atau novel ini, Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng. Keduanya punya aroma yang mirip (dan harga yang sebelas-dua belas), ada unsur fantasinya. Setelah berpikir lamaaaaaaa akhirnya saya memilih Perpustakaan Ajaib.

    Nah, betapa bahagianya saya ketika mengetahui novel ini menjadi salah satu hadih GA dari Kak Nisa. Oho, apalagi ternyata Kak Nisa suka pada buku ini. Saya jadi makin penasaraaaaaaan! Kayaknya dalam novel ini kita bakal mengetahu sisi lain (lagi) dari dunia tulis-menulis nih. Apalagi lewat Peter yang menjual ide-idenya itu.

    ReplyDelete
  2. Pertama kali membaca tulisan Gaarder, saya diajak berkunjung ke perpustakaan ajaibnya, sampai saya merasa curiga jangan-jangan perpustakaan itu bener-bener nyata..

    Hal menarik lainnya yang saya rasakan di buku ini adalah bagaimana Jostein menciptakan berbagai cerita kemudian menuangkannya ke dalam satu buku. Kita seperti membaca buku baru setiap kali si tokoh kita, Petter, mulai memaparkan gagasan yang ada di benaknya. Mengasyikkan! ^_^

    ReplyDelete
  3. Dari tahun lalu pengeeen banget punya dan baca novel ini tapi belum kesampaian. Pas klik tautan soal GAnya kak Nisa, jadilah aku tertarik selain karena pertanyaannya, juga salah satunya karena Putri Sirkus dan Penjual Dongeng ini.

    ReplyDelete
  4. Petter dan imajinasinya tergambar sebagai suatu cerita yang menarik untuk dibaca, semoga.

    aamiin...

    ReplyDelete
  5. "Imajinasi itu bahkan sampai merenggut ingatan Petter sendiri, hingga dia tidak mampu membedakan mana yang merupakan ingatan masa lalu mana yang hanya ada dalam benaknya saja. Anugerah ini tentu saja mengganggu Petter karena imajinasinya terus berkembang apabila tidak disalurkan". Membaca kalimat-kalimat tersebut mengingatkan saya pada diri saya sendiri yang sering kali terlalu larut dalam imajinasi dan mimpi, bukan mimpi untuk cita-cita tetapi mimpi yang hanya ada dalam benak tanpa banyak realisasi lewat tindakan nyata. Buku yang cukup menarik.

    ReplyDelete
  6. Tertarik banget sama buku ini, semoga beruntung dan bisa segera baca :)

    ReplyDelete
  7. Aku nyari buku ini tapi belum dapet . Seriusan ini dikasih 5 kak .Aku makin pengen beli T.T

    ReplyDelete

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)