9 November

Judul : 9 November
Penulis : Colleen Hoover
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 424 Halaman
Cetakan Pertama, November 2016 
(Cetakan Pertama versi buku asli, November 2015)
ISBN : 9786020335513
Rating : 4 dari 5



"Aku takkan pernah memaafkan diri sendiri jika aku tidak mendorongmu mengejar mimpimu seperti kau mendorongku mengejar impianku. Kumohon, jangan memintaku menjadi alasan untuk melepas mimpimu. Itu tidak adil." ---halaman 230

Blurb:


Semua dimulai pada 9 November, pertemuan pertama Fallon O’Neil dan Benton James Kessler. Saling tertarik, Fallon dan Ben menghabiskan hari terakhir Fallon di L.A., tepat sehari sebelum Fallon pindah ke New York, dan mereka berjanji akan terus bertemu. Hanya satu hari dalam setahun: 9 November. Selain itu, tak ada komunikasi lainnya. Tidak pertemuan, tidak saling menelepon, tidak kontak lewat medsos, apa pun. 

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Ben sembunyikan selama ini. Bahwa 9 November adalah benang merah masa lalu mereka. Bahwa mereka lebih terhubung daripada yang dikira Fallon selama ini.

***

Fallon mengalami perdebatan sengit dengan ayahnya, yang menolak kepindahannya ke New York. Ayahnya tidak merestui pilihan karier yang dijalani anak perempuannya itu. Menurutnya, merambah ke dunia akting dengan kondisi yang dialami Fallon adalah kesia-siaan belaka. Ayahnya seorang mantan aktor, sehingga menurut sang ayah, dia mengetahui seluk beluk dunia hiburan itu jauh lebih dalam ketimbang Fallon. Fallon bersikeras untuk menggapai mimpi itu. Dia merasa ayahnya tidak mengerti dengan renjana yang dimiliki Fallon. 

Fallon mengalami kecelakaan hebat di tanggal 9 November. Rumahnya mengalami kebakaran. Dan untungnya, dia selamat. Meskipun, kecelakaan itu membuat sebagian wajah dan tubuhnya mengalami luka bakar. Kariernya sebagai aktris remaja seketika hancur. Pun begitu pula dengan kepercayaan diri yang dia miliki. 

Di saat perdebatan yang dilakukan di sebuah rumah makan itulah, seorang pemuda menyelamatkannya. Dia bernama Benton Kessler. Pemuda itu mengaku sebagai pacar Fallon, dan membelanya dengan argumentasi yang mematahkan ucapan ayahnya. Kemudian, setelah penyelamatan itu, mereka berkenalan. Berhubung dalam kurun waktu yang singkat Fallon akan berpindah kota, akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu lagi setiap tahunnya, pada tanggal 9 November, sampai usia Fallon 23 tahun. Mereka membuat perjanjian agar tidak saling menghubungi dan mencari tahu tentang aktivitas mereka selain pada waktu yang dijanjikan. Usul itu diterima. 

Pada akhirnya, pertemuan demi pertemuan berlangsung tiap tahunnya. Hanya dalam beberapa jam bertemu itu, banyak kisah yang terkuak tentang hidup mereka. 9 November, menjadi saksi banyak hal tentang kisah mereka. Tidak hanya tentang masa kini atau masa depan saja, juga bertalian dengan masa lalu mereka.

***

Pertemuan pertama dengan karya Colleen Hoover, adalah saat saya membaca novel Hopeless dan sudah hopeless duluan. Saya tidak kuat dengan konten dewasanya yang terlalu dewasa hingga membuat saya merinding disko dan menutup buku itu. Sejak saat itu, saya masih ragu untuk membaca novel Hoover yang lain. Namun, saat buku ini berseliweran di laman Goodreads, rasanya saya ingin memberikan kesempatan kedua pada Hoover dengan membaca bukunya yang terbaru ini. Dan rupanya, saya tidak menyesali keputusan itu.

9 November membuka perjalanan membaca saya di tahun yang baru dengan sebuah senyum. Saya bersemangat karena buku yang saya baca ini benar-benar keren. Sudah lama rasanya saya tidak membaca sebuah buku dengan polt-twist spektakuler seperti 9 November ini. Membaca buku ini, berhasil memicu rasa penasaran saya hingga saya bisa menyelesaikannya kurang dari tiga hari. Menurut saya, plot-twist-nya juara. Banyak hal-hal yang tidak terprediksi sebelumnya, tapi dikemas dengan sangat rapi hingga pembaca dibuat melongo karenanya. 

Karakter yang diciptakan Hoover dalam 9 November begitu kuat. Fallon, si gadis tak sempurna yang memiliki krisis kepercayaan diri, ditampilkan dengan baik sekali hingga pembaca bisa tersentuh dengan apa yang dirasakan gadis itu tentang trauma dan luka psikis yang dialaminya pascakebakaran yang menimpanya. Lalu Ben, yang ternyata menyimpan banyak kisah kelam dalam hidupnya. Namun, Ben tampil apa adanya layaknya seorang pemuda dari dunia ketiga dengan segala macam kebebasan dan gaya hidupnya. Ketulusan Ben membuat siapa pun yang membaca akan luluh, dan merasakan simpati yang besar terhadapnya.

Pada akhirnya, kisah ini dan segala macam masa lalu yang mengikat kedua tokoh utamanya, berhasil memberikan pelajaran berharga pada pembaca tentang apa artinya meraih renjana dan mengupayakannya. Dan juga, pembelajaran tentang memaknai kegagalan dan kesalahan yang dilakukan pada masa silam, memberikan sebuah pemahaman baru tentang bagaimana memandang masa depan dan menjalani apa yang ada di waktu sekarang.

"Aku perlu mengingat-ingat bahwa ada banyak cara orang menunjukkan cinta. Dan walaupun cara dia dan caraku benar-benar bertolak belakang, itu tetap cinta." ---halaman 396

Satu hal yang mengganggu dari kisah ini adalah..., menurut saya, ada beberapa adegan dewasa yang membuat saya merinding disko. Andai saja Hoover bisa mengurangi porsi untuk itu, sebenarnya saya tidak segan untuk memberikan bintang lima pada kisah Ben dan Fallon ini. (Tapi, kata teman saya itu sepertinya tidak mungkin, karena banyak penggemar Hoover yang justru menyukai bagian yang itu. Ahahaha, baiklah. Mungkin hanya sedikit perbedaan selera saja.)

Selain dari itu, secara keseluruhan, saya sangat menyukai buku ini. Apalagi, kovernya begitu cantik. Sangat merepresentasikan isi bukunya.



0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)