Kutipan Novel Candice karya Voltaire




Jadi, saya membaca satu lagi novel filsafat yang keren, berjudul Candice karya sastraawan terkenal Voltaire. Di dalam buku itu, saya menemukan banyak sekali kalimat yang quoteable sehingga perlu kiranya saya membuat tulisan ini. (Serius banget bahasanya, xixixi.)

Yuk mari sama-sama kita mendalami pemikiran-pemikiran Voltaire yang quoteable itu di sini.

"Telah dibuktikan, bahwa segala sesuatu tidak bisa lain keadaannya dari sekarang ini. Segala sesuatu diciptakan untuk tujuan tertentu, maka tidak bisa lain tentu tujuan yang terbaik." ---halaman 3

"Mereka yang beranggapan bahwa segala sesuatu berjalan baik, sesungguhnya tolol sekali. Yang betul adalah: segala sesuatu berjalan sebaik-baiknya." ---halaman 3

"Tidak ada akibat tanpa sebab, segala sesuatu pasti dijalin dan diatur untuk tujuan yang terbaik." ---halaman 11

"Cinta, penghibur manusia; cinta, penjaga keseimbangan dunia, yang bertakhta di lubuk hati manusia yang perasa. Ah, cinta yang lembut!" ---halaman 15

"Kiranya manusia telah sedikit mengacaukan dunia. Mereka tidak dilahirkan sebagai serigala, namun toh mereka menjadi serigala. Tuhan tidak memberi mereka meriam maupun pedang, namun mereka toh membuat meriam dan pedang untuk saling membinasakan." ---halaman 17

"Seratus kali saya tergoda untuk membunuh diri, namun masih cinta kehidupan. Kelemahan konyol ini mungkin merupakan salah satu cacat kita terbesar. Adakah yang lebih tolol dari memanggul suatu beban terus-menerus, padahal kita selalu ingin mencampakkannya di tanah? Membenci hidup, namun sekaligus sangat terikat kepadanya? Pendeknya, mengelus-elus ular yang menggerogoti kita, sampai akhirnya dia memangsa jantung ita?" ---halaman 51

Memang orang yang suka sekali berkelana, sekali-sekali ingin menunjukkan kelebihannya di antara keluarga sendiri, melaporkan apa yang telah dilihatnya selama perjalanan-perjalanan itu. ---halaman 82

"Optimisme adalah kegilaan untuk mempertahankan pendapat bahwa segalanya berjalan baik, padahal kenyataan adalah kebalikannya." ---halaman 87

"Kejadian-kejadian buruk hanyalah sekadar bayangan hitam pada suatu lukisan yang indah." ---halaman 108

"Dulu sekali Plato pernah mengatakan bahwa perut terbaik bukanlah yang dapat menolak semua makanan." ---halaman 130

"Tetap mempunyai harapan memang baik." ---halaman 130

Manusia dilahirkan untuk hidup dalam guncangan-guncangan serta kekhawatiran-kekhawatiran, atau dalam kelesuan menekan yang ditimbulkan rasa bosan. ---halaman 150

"Memang kebesaran pada hakikatnya sangat berbahaya, demikian menurut laporan-laporan semua ahli filsafat." ---halaman 153

"Tatkala manusia berada di taman Eden di surga, dia ditempatkan di situ ut operatur eum, untuk bekerja di situ. Hal ini membuktikan bahwa manusia tidak dibiarkan untuk bermalas-malasan." ---halaman 153

"Mari kita bekerja tanpa banyak berdiskusi, itulah satu-satunya cara agar hidup kita ini lebih tertanggungkan." ---halaman 154



4 komentar:

  1. Saya menunggu resensinya saja. Semoga bakalan lebih kritis, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Reviewnya saya kirim ke suatu tempat jadi belum akan tayang dalam waktu dekat ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Sesuatu dengan harapan baik, insya Allah akan selalu mendapat tempat terbaik. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€ salam kenal mbaaak. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo salam kenal juga, terima kasih sudah mampir ;)

      Delete

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jรธrgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)