(Note: Gambar sebenarnya nggak begitu tapi begini #heh. Karena lagi nggak pegang kamera jadi searching di google)
Judul Asli : Pride and Prejudice
Pengarang : Jane Austen
ISBN : 97806021142172
Penerbit : Shira Media
Tebal Buku : 524 Halaman
Rating : 3 dari 5
Sebenarnya
bisa bintang 4, tapi karena typo-nya amat sangat banyak sekali, jadi
bintangnya kurang 1 (katanya sih yang diterbitkan sama Qanita lebih
bagus, tapi yaa sudahlah, di Gramed adanya yang ini jadi disyukuri aja).
Well, baca ini jadi dapat banyak banget gambaran gimana suasana tahun 1800-an awal di Inggris. Bagaimana seorang perempuan bersikap, bertingkah laku, dan reaksi masyarakat atas apa yang mereka lakukan. Jadi, yaaah begitu.
Dari segi cerita, cukup menarik (iya lah kalau gak menarik gak mungkin jadi buku terlaris sepanjang masa :) ). Cerita tentang lima bersaudara yang kesemuanya perempuan. Konflik dimulai dari aturan undang-undang pernikahan saat itu yang menyebutkan bahwa hak waris atas harta keluarga mereka akan dialihkan kalau nggak ada anak lelaki dalam keluarga tersebut. Nah di lima bersaudara ini, semuanya perempuan. Anak pertama, Jane, sifatnya lemah lembut, selalu berpikiran positif, kalem, begitulah. Anak kedua, Elizabeth, tegas, berani, yang bertolak belakang sama kakaknya. Tapi mereka berdua saling menyayangi. Yang ketiga kutu buku, yang keempat dan kelima cenderung liar di zaman itu. Konfliknya juga dibumbui dengan sifat ibunya yang terlalu mengkhawatirkan anak-anak perempuannya, dengan cara suka menjodoh-jodohkan anak-anak mereka dengan pemuda kaya.
Suatu hari, ada pemuda yang pindah tidak jauh dari rumah mereka, ibunya langsung heboh untuk memperkenalkan anak sulungnya pada Mr Bingley itu. Ibunya ini juga tipe, hm, tidak tahu malu dalam usaha mengupayakan jodoh untuk anak-anaknya itu. Ceritanya panjang banget lah, kalau diceritakan nggak bakal selesai cepat =)) Intinya masih di seputaran circle upaya menjodohkan anaknya, terutama yang dua paling tua. Plot twistnya ada di ... Mr Bingley punya teman namanya Mr Darcy yang angkuh tapi sebenarnya baik. Suka sama Elizabeth tapi karena Elizabeth benci duluan, dia awalnya nggak suka. Trus, karena pengaruh si ibu yang begitu membuat hubungan Jane dan Mr Bingley begitu. Apalagi adik bungsunya yang kecentilan sempat kabur sama tentara, dan itu mencoeng nama keluarga yang akhirnya dinkahkan duluan dibandingkan kakak-kakaknya yang lain.
Well, baca ini jadi dapat banyak banget gambaran gimana suasana tahun 1800-an awal di Inggris. Bagaimana seorang perempuan bersikap, bertingkah laku, dan reaksi masyarakat atas apa yang mereka lakukan. Jadi, yaaah begitu.
Dari segi cerita, cukup menarik (iya lah kalau gak menarik gak mungkin jadi buku terlaris sepanjang masa :) ). Cerita tentang lima bersaudara yang kesemuanya perempuan. Konflik dimulai dari aturan undang-undang pernikahan saat itu yang menyebutkan bahwa hak waris atas harta keluarga mereka akan dialihkan kalau nggak ada anak lelaki dalam keluarga tersebut. Nah di lima bersaudara ini, semuanya perempuan. Anak pertama, Jane, sifatnya lemah lembut, selalu berpikiran positif, kalem, begitulah. Anak kedua, Elizabeth, tegas, berani, yang bertolak belakang sama kakaknya. Tapi mereka berdua saling menyayangi. Yang ketiga kutu buku, yang keempat dan kelima cenderung liar di zaman itu. Konfliknya juga dibumbui dengan sifat ibunya yang terlalu mengkhawatirkan anak-anak perempuannya, dengan cara suka menjodoh-jodohkan anak-anak mereka dengan pemuda kaya.
Suatu hari, ada pemuda yang pindah tidak jauh dari rumah mereka, ibunya langsung heboh untuk memperkenalkan anak sulungnya pada Mr Bingley itu. Ibunya ini juga tipe, hm, tidak tahu malu dalam usaha mengupayakan jodoh untuk anak-anaknya itu. Ceritanya panjang banget lah, kalau diceritakan nggak bakal selesai cepat =)) Intinya masih di seputaran circle upaya menjodohkan anaknya, terutama yang dua paling tua. Plot twistnya ada di ... Mr Bingley punya teman namanya Mr Darcy yang angkuh tapi sebenarnya baik. Suka sama Elizabeth tapi karena Elizabeth benci duluan, dia awalnya nggak suka. Trus, karena pengaruh si ibu yang begitu membuat hubungan Jane dan Mr Bingley begitu. Apalagi adik bungsunya yang kecentilan sempat kabur sama tentara, dan itu mencoeng nama keluarga yang akhirnya dinkahkan duluan dibandingkan kakak-kakaknya yang lain.
Rame sih, meskipun alurnya lambat. 413-an halaman dan gaya bahasanya kaku banget. Nggak langsung menyebutkan nama tapi pakai istilah Mr Bingley, Mr Darcy, Miss Bingley, Mrs Bingley, gitu-gitu, jadi sempat kagok duluan bacanya.
Saya baca ini, tapi versi penguin reader. Sepertinya alurnya lambat banget ya, entah bisa suka atau nggak
ReplyDeleteAlurnya lambat banget... Saya baca versi Shira Media (yang cover kuning-merah). Terjemahannya nggak banget :( kecewa. Banyak typo. Sepertinya versi Qanita jauh lebih baik. Kalau mau baca yang terjemahan, saya nggak akan rekomendasikan yang Shira Media. Dibaca saja :) literatur klasik rujukannya ke sini kalau soal roman, hahaha.
Delete