Petualangan Tom Sawyer

Judul : Petualangan Tom Sawyer
Penulis : Mark Twain
Penerjemah : Djokolelono
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal Buku : 296 Halaman
ISBN : 9786024240349
Rating : 4 dari 5



Blurb:

Kisah petualangan remaja karangan Mark Twain dengan latar belakang alam bebas di tepi Sungai Mississippi ini merupakan salah satu karya klasik Amerika. Tom yang nakal tinggal di rumah Bibi Polly yang dermawan. Setelah bertengkar dengan sahabatnya, Becky Thatcher, Tom pergi bertualang bersama Huck Finn, temannya. Secara kebetulan keduanya menyaksikan penjahat menusuk seorang dokter hingga meninggal. Si pembunuh menggenggamkan pisau itu di dalam tangan seorang pemabuk. Diselingi pengembaraan dan tingkah polah yang serba nakal dan berani, Tom dan Huck dapat menemukan tempat persembunyian si pembunuh.

***

Keluhan saya dari buku ini adalah terdapat banyak kesalahan pada penulisan. Entah itu typo (yang banyaaak saya temukan), kesalahan penulisan bahasa, penempatan tanda baca, dan ... bahasa terjemahan yang agak aneh. Untuk yang terakhir, sebenarnya ini bukan keluhan besar sih, karena saya dibuat tersenyum dengan pemilihan kata yang "unik" meskipun ada beberapa kata lainnya yang membuat saya mengernyitkan dahi. Contohnya, misalnya penggunaan "masya Allah", "berabe", dan ada beberapa kata yang Indonesia banget dalam dialog (astaga, ini seperti nonton film Korea yang di-dubbing, atau lebih parah lagi, seperti nonton film barat yang di-dubbing dengan bahasa daerah di saluran tv lokal). Lucu sih, tapi aneh. Jadinya, saya pun ikut berekspresi yang sama saat menonton film barat berbahasa Jawa. Dan yang lucu tapi aneh lainnya itu adalah adanya kata "kemalu-maluan" yang mungkin dimaksudkan untuk menyatakan bahwa si tokoh bersikap malu-malu karena suatu hal. Tapi ... kan terdengarnya aneh.

Nah sekarang, sebelum saya melanjutkan, saya ingin bercerita sebentar tentang buku ini. Pertama kali saya membacanya (dulu yang saya baca judulnya "Tom Sawyer Anak Amerika"), kira-kira tahun 2001, yang artinya lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Waktu itu, rasanya saya masih kelas 1 SMP. Saat-saat di mana saya lebih sering menunjungi perpustakaan dibandingan tempat mana pun selain kelas sendiri. Pada akhirnya, membaca novel ini sekarang, selang lebih dari satu dekade kemudian, membuat saya sesekali harus mengasah otak untuk mengingat-ingat cerita mana yang benar-benar melekat. Ajaibnya, ada beberapa plot yang saya masih ingat meskipun samar-sama terlupa siapa yang menjadi pelakunya. Dan, plot yang saya ingat itu adanya di bagian akhir (tentang cerita di dalam gua). Walhasil, dari awal sampai mendekati akhir, perasaan saya seperti membaca sebuah cerita baru.


Petualangan Tom Sawyer menceritakan tentang seorang anak kecil yatim piatu bernama Thomas Sawyer yang tinggal dengan bibinya, dan kedua sepupunya: Mary dan Sid. Tom Sawyer adalah anak yang super-duper bandel sehingga terkadang membuat bibinya jengkel. Namun meskipun begitu, pada dasarnya, bibinya tetap menyayangi Tom sama seperti anaknya sendiri. Tom suka mengelabui anak lain karena "kecerdasannya". Misalnya, saat ia dihukum bibinya untuk mengapur tembok, ia berhasil mengubah persepsi tentang "hukuman" menjadi "tantangan" dan "sesuatu yang keren" yang pada ujungnya dapat ia ambil manfaatnya karena berhasil mengelabui anak-anak untuk menukar barang berharga mereka dengan pekerjaan mengapur tembok yang keren itu.

Tom berteman dengan seorang anak gelandangan bernama Huckleberry Finn, di mana mereka banyak melakukan hal-hal yang tak dapat dilakukan oleh anak-anak seusia mereka pada umumnya. Suatu hari mereka tengah malam berada di kuburan untuk melakukan sebuah misi. Tapi malangnya, mereka menjadi saksi bisu sebuah pembunuhan yang ternyata pembunuh aslinya memutarbalikkan fakta yang sebenarnya. Namun, Tom dan Huck sudah berjanji demi keselamatan mereka sendiri untuk tidak mengatakan pada siapa pun hal yang sebenarnya terjadi.

Tom juga mempunyai seseorang yang ditaksirnya, bernama Becky Tatcher, seorang gadis cantik anak dari Hakim Tatcher. Hubungan Tom dan Becky sendiri tidak begitu mulus, karena sifat Tom yang begini sementara Becky begitu. Suatu hari, karena Tom merasa kecewa dengan Becky, dan juga merasa sedih karena banyak hal dalam hidupnya. Ia mengajak dua temannya untuk pergi sejauh-jauhnya dari rumah. Seluruh kampung geger, mereka bertiga dikabarkan meninggal dunia.

Bagaimana nasib Tom dan teman-temannya selanjutnya? Atau bagaimana dengan si Indian yang merupakan pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Novel ini begitu menarik untuk disimak. Tapi, harap bersabar karena kelakuan ajaib Tom sepanjang cerita ini ya, hahaha. 

Dengan membaca buku ini, saya jadi merasa miris dengan anak-anak era sekarang yang taman bermainnya hanya seputar gadget dan game saja, padahal, banyak yang bisa dilakukan oleh mereka di luar sana, bersama dengan teman-teman, bermain-main dan berpetualang. Seperti yang dikatakan oleh Tom Sawyer ini, rasanya juga berlaku bagi zaman sekarang (padahal zaman Tom Sawyer ini sudah puluhan tahun berlalu dari saat ini).


Dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang bisa diberikan oleh peradaban modern untuk menggantikan zaman yang hilang itu. Mereka berkata, lebih baik jadi anak buah Robin Hood setahun daripada menjadi presiden Amerika Serikat seumur hidup. ---halaman 74

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)