Evergreen

Judul : Evergreen
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Grasindo
Tebal Buku : 203 Halaman
ISBN : 9786022510864
Rating : 4 dari 5 



Blurb:

Konichiwa! Selamat datang di Evergreen, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!

Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?

Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

***

Kalian ingin selalu mengingat kenangan manis, sedangkan aku malah ingin melupakan. Bahkan aku berharap kenangan itu tidak pernah ada. Dengan begitu, tidak ada yang perlu kutangisi. --- Halaman 40

***

Rachel Yumiko River dipecat dari pekerjaannya sebagai editor di sebuah penerbitan yang terkenal di Jepang. Dia frustrasi, bukan hanya karena dia tidak memiliki pekerjaan lagi dan tidak tahu harus melakukan apa setelah ini, melainkan juga karena tidak ada seorang pun yang memedulikan dirinya. Teman-temannya pergi meninggalkan Rachel, bahkan mereka pergi liburan tanpa dirinya.

Di tengah hidup yang rumit itu, dia menemukan sebuah kedai es krim bernama Evergreen, yang ternyata direkomendasikan oleh mantan teman kantornya. Kesan pertama yang begitu hangat dan di luar dugaan membuat Rachel menjadi sering datang kemari. Di sini Rachel bertemu dengan Yuya sang pemilik kedai, dan beberapa pegawai lainnya: Gamma, yang bercita-cita ingin memiliki kedai es krim sendiri; Fumio yang selalu tersenyum padahal mempunyai permasalahan hidup yang berat sekali menyangkut penyakit adiknya, Toshi, dan ayah mereka yang menghilang; Kari, seorang gadis galak yang tidak menyukai kehadiran Rachel di antara mereka. Ada pula pria misterius yang menjadi langganan tetap kedai ini, selalu membaca buku yang sama, dan selalu hadir sehingga dia dianggap menjadi bagian dari keluarga kedai Evergreen.

Kehadiran Rachel yang pada mulanya hanya seorang pengunjung kedai saja, mendadak berubah saat dia diminta oleh Yuya untuk bekerja dengan mereka. Memang, menjadi pelayan kedai setelah mendapatkan jabatan mentereng sebagai editor tidaklah sepadan. Tapi, memangnya ada yang mau mempekerjakannya lagi setelah ia melakukan kesalahan fatal dengan pekerjaannya sehingga menyebabkan dirinya dipecat?

Setelah Rachel menjadi bagian dari mereka, satu per satu rahasia kehidupan pribadi mereka terkuak, membuat Rachel kembali merenungi sikapnya selama ini yang dikenal egois dan suka mementingkan dirinya sendiri.

***

Sejak tadi Rachel hanya memecahkan gelas.

Saya suka kalimat pembukanya, berhasil membuat penasaran dan memancing pertanyaan di benak pembaca, apa yang terjadi dengan gadis ini? Mengapa dia memecahkan gelasnya? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini, akan membuat pembaca bertahan untuk tidak mengabaikannya sampai akhir. Tidak hanya di awal saja yang membuat penasaran, namun cara penulis menyampaikan cerita juga memancing rasa penasaran itu. 

Ada beberapa kisah di dalam cerita ini. Selain tentang Rachel, ada pula kisah Fumio dan Toshi, lalu Yuya, Gamma, Kari, dan Toichiro. Masing-masing punya permasalahan dan ceritanya sendiri. Meskipun novel ini sarat konflik, tapi penulis berhasil menceritakannya dengan pas, tidak berlebihan dan overlaping. Ini merupakan sebuah kelebihan yang patut diapresiasi. Apalagi, konfliknya tidak pasaran, dan mengejutkan. Di tengah menuju akhir sebenarnya pertanyaan-pertanyaan yang masih digantung sejak awal sudah selesai. Saya lalu penasaran sisa halaman terakhir ini penulis akan menyajikan apa. Dan ternyata..., sesuatu yang saya tidak duga sebelumnya! Brillan!

Saya termasuk yang tidak mengerti dengan Jepang dan segala seluk-beluknya. Saya tidak membaca manga, komik, atau demen dorama Jepang. Jadi, mau tidak mau saya menerima saja apa yang disuguhkan penulis di sini. Seperti misalnya bahasa-bahasanya, atau saat bercerita tentang manga yang ada di dalamnya. Meskipun harus saya akui, unsur Jepang yang sangat kentara bagi novel dalam negeri yang saya baca masih dimenangkan oleh novel 3 (Tiga) karya Alicia Lidwina.

Ada yang ingin saya kemukakan di sini, yang menjadikan alasan saya tidak memberikan bintang lima pada novel Evergreen: banyak sekali kesalahan penulisan di dalam novel ini. Miris karena tokohnya adalah seorang editor dan, maaf, ternyata di sini banyak kesalahan yang luput oleh sang editor. Misalnya saja kata "memperhatikan" di mana kalau melihat KBBI harusnya "memerhatikan". Lalu ada juga kata-kata "ktsp" yang mendapatkan imbuhan me- seharusnya meluruh, namun ditulis tidak meluruh. Ada beberapa kata "apapun" yang tidak dipisah, meskipun ada juga "apa pun" yang dipisah. (Sebenarnya saya tandai, dan tidak hanya ini saja, tapi karena peminjaman iJak habis, pas pinjam ulang hilang semua deh x'D) Mengganggu? Kalau hanya satu dua saja sih sebenarnya tidak. Tapi saya cukup lelah juga berkali-kali menjengit dan berhenti baca karena ini =)) Sepertinya yang saya baca versi iJak ini cetakan pertama, tidak tahu apakah ada perbaikan di cetakan-cetakan setelahnya. Selain itu, jenis font-nya membuat saya tidak nyaman dan ini juga sedikit mengganggu.

Anyway, terlepas dari hal-hal yang saya tuliskan di atas, buku ini sangat layak untuk diapresiasi. Banyak pesan moral yang diberikan penulis pada pembaca. Karakter Rachel yang keras kepala dan egois mengingatkan saya pada diri sendiri, dan membaca kisah ini cukup membuat saya tertampar. Banyak kalimat yang keren, salah satu yang saya suka adalah ini:


"Memaafkan. Kata yang lucu sekali, bukan? Sesuatu yang sulit sekali diberikan. Padahal dengan melakukan itu, berarti kita menyelamatkan hati kita sendiri. Pernahkah kau mendengar, bahwa ketika kau memaafkan seseorang, kau membuka lagi pintu rumah yang sebelumnya kau tutup rapat-rapat, yang telah membuat dirimu terperangkap dan kehabisan napas. Ketika kau memaafkan, kau pun bisa bernapas lagi. Dan hidup." --- Halaman 118

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)