Negeri van Oranje

Judul : Negeri van Oranje
Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal Buku : 576 Halaman
ISBN : 9786022910367
Rating : 4 dari 5



Lima orang ini tanpa sengaja bertemu di sebuah stasiun saat kereta mereka terkena delay karena ada badai. Mereka adalah Banjar, Wicak, Daus, Geri, dan Lintang. Sejak saat itu, dan dengan bantuan media komunikasi online, kelimanya bersahabat dan menjadi dekat, meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. Bahkan, di Belanda pun, mereka tidak berasal dari satu kampus dan kota yang sama. Inilah kisah mahasiswa perantauan dari Indonesia yang berjuang di negeri orang.

Banjar adalah seorang pemuda dari Banjarmasin. Nama sebnarnya adalah Iskandar. Orangtuanya bergelut di bidang bawang merah, termasuk pemasok bawang merah di Kalimantan Selatan. Namun, rupanya karir Banjar berbelok ke perusahaan rokok di ibukota dan karirnya menanjak di sana. Atas sebuah tantangan dari temannya, maka Banjar memutuskan untuk kuliah di negeri Belanda dan merasakan hidup sebagai mahasiswa di sana. Banjar kuliah bisnis di salah satu kampus di Rotterdam.


Kalau Wicak, pemuda satu ini memiliki idealisme yang tinggi. Lulusan IPB dan berkecimpung dalam dunia perhutanan Indonesia, dia bergabung dalam sebuah LSM yang berkecimpung dalam dunia per-illegal-logging-an. Wicak bahkan turun ke lapangan, berpura-pura menjadi penambang liar di Berau Kalimantan Timur untuk mendapatkan informasi tentang pembalakan liar tersebut. Namun sayang, keberadaannya terendus oleh cukong kayu yang membuatnya harus kabur demi menyelamatkan dirinya. Oleh LSM-nya, dia "dibuang" ke Belanda dengan kedok untuk melanjutkan sekolah di Wageningen.


Daus memiliki karakter yang lucu, humoris, dan itu juga didukung oleh kisah hidupnya yang unik dan lucu. Dia mempunyai Kong yang bernama Kong Ca'a yang filosifi hidupnya terus digunakan Daus bahkan saat di negeri seberang. Daus adalah mahasiswa hukum yang tenyata kerjanya "nyasar" di Departemen Agama, hanya karena saat mendaftar PNS, dia bertemu dengan seorang gadis keturunan Arab yang cantik. Lantas pada suatu hari, saat ada beasiswa untuk kuliah di luar negeri, Daus kebingungan karena harus mendapatkan rekomendasi dari orang yang berpengaruh. Haji Sanip, salah seorang teman Ngkong-nya, merekomendasikan seorang kyai yang bernama Kyai Durrahman pada Daus yang tentu saja ditolaknya duluan. Dia kan mau pergi ke Belanda, bukan ke Mesir. Dan ternyata, Kyai Durrahman yang dimaksud oleh Ngkong itu adalah... KH Abdurrahman Wahid, Persiden RI. Dengan selembar rekomendasi berstempel istana, maka muluslah perjalanan Daus ke Negeri Belanda tersebut. Daus melanjutkan studinya tentang hukum di Utrecht.


Lalu ada Geri, yang mana kehadiran Geri meruntuhkan segala standar mahasiswa Indonesia dengan segala yang dimilikinya. Ketampanan di atas rata-rata, kaya, dan berkuliah di luar negeri sejak lulus SMA. Orangtuanya sebenarnya hanyalah pengusaha jasa angkutan, namun karena sebuah keberuntungan, seseorang pernah menyarankan pada ayahnya untuk menyimpan dolar, dan sejak saat itu sang ayah banyak sekali menabung dolar. Saat krisis moneter, ketika harga dolar selangit, keluarga Geri menjelma menjadi jutawan baru. Dia tinggal di Den Haag, mempunyai apartemen sendiri beserta segala macam perabotannya yang lengkap. Jadilah sosok Geri diam-diam membuat iri teman-temannya yang lain.


Sementara itu, Lintang, lahir dari keluarga yang nasionalis, namun memiliki impian yang bertolak belakang: mempunyai suami bule. Dan di usianya yang 25 tahun, ibunya memberikan polis asuransi atas nama Lintang untuk digunakan sebagai biaya kuliah di luar negeri. Jadilah Belanda sebagai tempat tujuan Lintang.


Kelima orang ini, sepakat membuat kelompok bernama AAGABAN, yang terus berkomunikasi dan sesekali mengadakan pertemuan di sela-sela kesibukan mereka. Bertemu untuk piknik, menghadiri karnaval, atau sekadar jalan-jalan mengunjungi kota tetangga berlangsung di antara mereka. Maklum saja, karena jarak dan kesibukan yang membentang membuat pertemuan mereka selain di dunia maya terbatas. Dan ternyata, setelah sekian lama kenal, muncullah bunga-bunga cinta yang diam-diam dirasakan oleh mereka. Daus, Banjar, dan Wicak menaruh perhatian pada Lintang. Sementara Lintang, mulanya dia memiliki pacar bule bernama Jeroen, namun putus dan Lintang berpindah hati ke Geri. Nah, Geri sendiri bagaimana? Apakah dia memendam rasa juga kepada Lintang? Atau justru kisah cinta mereka semua ini saling bertepuk sebelah tangan?


***


Setelah sempat bingung mau kasih bintang 3 atau 4, akhirnya saya kasih bintang 4 untuk akhir yang manis.


Buku ini termasuk 2 in 1; bisa dibilang buku bertemakan travelling, tapi yang dibuat dari sudut pandang tokoh fiksi berbalut plot dan kisah yang membangunnya. Tentang persahabatan empat lelaki dengan seorang perempuan yang tanpa sengaja bertemu di stasiun saat ada badai, Lintang, Geri, Banjar, Daus, dan Wicak bercerita kisah mereka masing-masing dan bagaimana serunya persahabatan kelimanya.


Meskipun memiliki latar belakang yang jauh berbeda, bahkan berada di kota dan universitas yang berbeda-beda pula, namun status pelajar perantauan di negeri orang membuat kelimanya menjalin persahabatan. Mereka berkomunikasi via y!m dan saling berbagi cerita. Ada kisah pahit mahasiswa perantauan, ada cerita cinta, dan manisnya persahabatan. 


Seperti yang tadi saya bilang, buku ini seru karena tidak hanya menyuguhkan kisah cerita saja, namun menggambarkan bagaimana keindahan negeri Belanda pada para pembacanya. Banyak tips seputar travelling maupun bagaimana bisa survive di negeri orang. Jadi bagi yang suka baca buku-buku berbau travelling novel ini sangat direkomendasikan. Selain itu, kisahnya yang lucu nggak satu dua kali buat saya ketawa. Apalagi si Banjar (yang nama aslinya adalah Iskandar) ini memang benar-benar orang Banjarmasin yang mana ada dialog-dialog berbahasa Banjar yang lucu sih menurut saya. (Iya, karena saya ngerti hehehehehe.) Selain si Banjar, cerita Daus juga lucu, apalagi yang tentang Kiyai Durrahman =)). Jadi, tokoh favorit saya ya si Banjar ini, sama Daus. Lintang juga suka, Wicak juga (si tipe mapala-mapala gitu). Dan kalau Geri, karena saya nggak suka-suka amat sama tipe prince charming, yah, biasa saja. Nggak kecewa juga kalau ternyata... dia... hehehehe. 


Keren ah. Suka.

1 komentar:

  1. thanks review nya, sepertinya menarik untuk di baca..

    ReplyDelete

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)