[Blogtour+Giveaway] Seruni

Judul : Seruni
Penulis : Almas Sufeeya
Penerbit : Republika
Tebal Buku : 239 Halaman
ISBN : 9786020822396
Rating : 3 dari 5

*Ikuti giveaway di akhir rewiew ini*




Seruni tak menyesal meninggalkan segala hal yang menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun di negeri sakura. Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menunda atau menunggu untuk bisa kembali ke Indonesia demi seseorang yang amat dirindukan. Meskipun harus menempuh jalan yang panjang, sukar, dan terjal. Ia siap menanggung segala konsekuensi asalkan bisa bertemu dengan orang itu. 

***

Ada sebuah misi besar yang membuat Seruni jauh-jauh datang ke Indonesia. Ia tahu bahwa tindakannya ini bisa menghancurkan dirinya, tapi Seruni sudah siap menanggung segala risiko. 

Tak ada jalan kembali. Rahasia, luka, dendam, dan kebohongan yang terkubur selama bertahun-tahun pelan-pelan akan terkuak. 

Lalu, sebuah hal yang tak diduga terjadi dan meluruhkan seluruh tekad Seruni, memaksanya untuk mundur. Lalu, apa yang akan dilakukan Seruni? Menuntaskan misi atau menundanya? Atau justru menghentikannya saat itu juga?

***

Seruni kembali ke Indonesia, setelah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Secara tak disengaja, ia bertemu dengan Ana, gadis berwajah oriental sekaligus pemiliki kedai ramen. Dan karena kesulitan menemukan tempat tinggal--terlebih menemukan jejak orang yang dicarinya di Jakarta--maka ia memutuskan menerima tawaran gadis itu untuk tinggal dan bekerja di kedai.

Sementara, Ana dan keluarganya memiliki konflik yang cukup rumit. Ia memiliki kakak bernama Aster yang mengalami gangguan kejiwaan setelah adik kandungnya meninggal, ia juga memiliki adik kembar yang menyebalkan, juga ibu yang berperangai kurang menyenangkan.

Misi yang diemban Seruni yang membawanya kembali ke Indonesia, ternyata ada hubungannya dengan Ana dan keluarganya. Seruni terkejut dengan pertemuan mereka dan ketika menyadari bahwa Aster-lah yang selama ini dicarinya. Belum lagi, kehadiran Taro yang datang jauh-jauh dari Jepang untuk mencari Seruni yang tiba-tiba menghilang darinya. Apa yang sedang disembunyikan Taro maupun Seruni?

***

Bisa dibilang, ini adalah novel keluarga. Bercerita tentang seorang anak yang menjadi korban perisakan oleh ibu tirinya sendiri. Keadaan itu membuat si anak memutuskan untuk melakukan sebuah hal yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh anak seusianya. Namun, ia tidak tahu bahwa akibat yang bisa timbul dari kejadian itu berbuntut panjang. Meskipun, misteri masih terbungkus rapi dan meminta untuk dikuak satu per satu tentang keseluruhannya.

Sebuah kisah bertema keluarga, biasanya bisa membuat saya tersentuh, dan memberikan pembelajaran yang besar bagi pembacanya. Membaca Seruni, awalnya bagi saja menimbulkan sebuah tanda tanya: Nama si tokoh utama kan Seruni, mengapa di sampulnya bergambar mawar? Nah, rupanya, ada kisah tersendiri mengapa para tokohnya terikat dengan bunga mawar, pun juga menjawab pertanyaan tentang mengapa yang ditonjolkan justru mawar merah.

Kisahnya menarik, saya bisa membacanya dalam waktu yang singkat meskipun awal mulanya saya agak ragu apakah font yang dipakai di buku ini, font "Champagne" akan dirasa nyaman saat dibaca--apalagi bagi tipe pembaca cepat seperti saya. Namun, rasanya saya tidak memiliki masalah dengan itu. Jadi, pemilihan huruf tidak memberikan komplen apa pun :)

Menariknya, penulis turut membawa nuansa Jepang di novelnya, misalnya dengan percakapan berbahasa Jepang, atau tentang si kedai ramen, dan ada beberapa hal lain yang rasanya akan lebih seru kalau dibaca sendiri :)

Untuk kekurangan, ada beberapa masukan dari saya kepada penulis, agar bisa menjadi bahan perbaikan dan saran membangun untuk karya-karya selanjutnya. Menurut saya, ada banyak kebetulan di novel ini, dan itu (bagi saya pribadi) cukup mengganggu, karena pada akhirnya berhubungan dengan kelogisan cerita. Terlalu banyak hal penghubung antartokohnya yang rasanya, agak sulit diterima :) Namun itu semua tertutupi dengan gaya penulisan yang menyenangkan untuk dibaca. Juga, minimnya typo atau kesalahan penulisan. Meskipun, memang masih ada, seperti tanda baca elipsis yang harusnya titik tiga tapi titiknya berkurang satu. Semoga masukan dari saya bisa menjadi pertimbangan untuk karya-karya selanjutnya :)

Akhir kata--sebelum masuk ke bagian giveaway-nya--saya ucapkan selamat atas kelahiran novel perdananya. Semoga terus berkarya.

***



Ini adalah rangkaian terakhir dari blogtour novel Seruni. Saya (dan penerbit Republika) akan membagikan satu buah novel Seruni untuk kamu yang terpilih. Caranya? Cek ketentuan di bawah ini, yaaa:

  1. Giveaway ini hanya untuk kalian yang berdomisili atau memiliki alamat pos di Indonesia.
  2. Follow blog saya melalui akun Google Friend Connect yang ada di sidebar blog ini.
  3. Follow akun twitter @bukurepublika dan @niesya_bilqis. Follow juga akun instagram @bukurepublika, @almas_sufeeya, dan @niesya_bilqis.
  4. Share giveaway ini di akun twitter kalian. Jangan lupa mention kedua akun twitter tersebut dengan tambahan hashtag #Seruni. Jangan lupa kasih link menuju giveaway ini.
  5. Berikan komentar di bawah postingan ini dengan menuliskan nama, alamat twitter, alamat instagram, domisili, dan jawaban pertanyaan yang saya berikan.
  6. Pertanyaannya adalah: Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?
  7. Giveaway ini akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 April 2017. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan satu hari setelahnya yaitu 7 April 2017.
  8. Bagi yang sudah mengikuti kuis di blog sebelumnya dan belum berhasil, boleh mengikuti kembali di sini.
Semoga beruntung!! ;)

19 komentar:

  1. nam: Aya Hans
    twitter: @jeruknipisanget
    instagram : @bookishcomotable
    domisili : Tangerang

    Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?

    Jawaban : Anggrek.

    Anggrek dikenal sulit ditemui karena hanya bisa bertahan dihup di daerah suhu dingin. Begitu juga aku, kadang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, suka terjebak dengan comfort zone dan susah move on. Ketika aku kecewa atau patah hati, aku suka merenung dan memendam masalah sendiri. Aku suka merenung, tak banyak bicara, sama seperti Anggrek. Tapi dalam diamku aku selalu memperhatikan lingkungan sekitar, memerhatikan orang-orang yang kusayangi walaupun lebih seringnya dia yang kusayang tidak melihatku. Menyadari keberadaanku saja mungkin dia tidak atau lupa.

    Aku merasa anggrek adalah bunga yang kuat, jika sebagian besar bunga seperti mawar-melati-tulip dan sakura hidup di tempat suhu normal atau panas, Anggrek justru tinggal di tempat dingin. Ia mampu bekerja keras dan bertahan hidup serta menyelesaikan masalahnya. Seperti itulah aku. Jiwa anggrek itu melekat padaku sedikit tidaknya, membuat aku bangga sebagai wanita haruslah hidup seperti Anggrek. Semakin kuat, semakin ia merunduk. Tidak menyombongkan diri dan mampu keluar dari bayang-bayang masa lalu.

    Terima kasih untuk pertanyaannya. Aku jadi sedikit mengenal diriku lebih dalam :)

    ReplyDelete
  2. Nama: Ainhy Edelweiss
    Twitter @ainhy_edelweiss
    Link share : https://mobile.twitter.com/ainhy_edelweiss/status/849061296238612480
    Domisili : Makassar

    Jawaban: Aku "ingin" dan aku "merasa" seperti bunga Edelweiss.

    Bunga edelweiss melambangkan keabadaian, aku ingin menjadi bunga Edelweiss yg memiliki karya yg dikenang selamanya, gak pengin hidupnya sia-sia.

    Bunga Edelweiss adlh bunga yg lmyan ssh di dapatkan, mesti mendaki gunung.

    Dalam hal pergaulan, org2 disekelilingku apalagi teman-temanku gk mudah mendapat hatiku, dlm hal ini keterbukaanku, aku merasa, gk segampang itu mereka mengenalku lbh dekat, bukan berarti q menyombongkan diri dan menutup diri, hanya saja, pengalaman di masa lalu yg membuatku was2.

    Bunga Edelweiss terkesan bunga yg paling sederhana, gak mencolok. Aku pun seperti itu, dibandingkan tmn cewek yg lain, aq gk mengutamakan banget penampilanku, asal nyaman dan bersih itu sudah cukup.


    Just it :) thanks kak

    ReplyDelete
  3. nama: bety kusumawardhani
    IG dan twitter: @bety_19930114
    domisili: surakarta


    Aku seperti bunga dan tanaman kaktus. Tanaman kaktus itu sederhana bentuk maupun perawatannya karena tidak perlu banyak diperhatikan dan cukup diberi air sebulan sekali tetapi dia menyimpan sesuatu yg luar biasa cantik yaitu bunganya. Bunga tsb kemunculannya membutuhkan waktu yg lama dan mekarnya pun di sepertiga malam lalu akan layu di pagi harinya. Meskipun bentuknya indah tetapi tidak banyak orang yang tahu akan keindahannya.

    Aku tipe orang yg lebih suka bekerja di balik layar daripada di hadapan banyak orang, sehingga tidak banyak orang yg mengenalku. Aku juga hidup dalam kesederhanaan sedari kecil jadi, diriku sama sekali tidak menyukai sesuatu yg berlebihan. Belanja barang bermerk tidak ada dalam kamus hidupku. Namun dibalik kesederhanaanku terdapat kebaikan luar biasa yg hanya aku dan Tuhan yg tahu.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas kesempatannya...

    Nama: Usup Supriyadi
    Twitter: @usupsupriyadi_
    Link share: https://twitter.com/usupsupriyadi_/status/849153573560631296
    Domisili: Bogor

    Jawaban:

    Aku seperti (dan berharap memang) Kembang Pohon Kenikir, yang bahagia dalam cinta (sekalipun luka) dan kehidupan (sekalipun tak begitu menyenangkan.) Yang penting kehadiran bahagia karena menebar manfaat sekalipun posisinya kerap tak mendapatkan perhatian yang semestinya.

    :)

    ReplyDelete
  5. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Instagram: @syaputradiddy
    Domisili: Tembilahan, Riau

    Jawaban:

    Ilalang sepertinya sangat cocok mewakili karakter diri aku. Karena meskipun dari tampilan fisik aku terlihat riang tanpa beban, namun sebenarnya gak dipungkiri semua itu hanya kedok belaka. Sekedar menutupi jati diri yang sesungguhnya, yang masih seringkali terlalu mudah goyah dan lebih rapuh dari yang diperkirakan orang, belum bisa menentukan pilihan hidup dengan tegas, yang masih saja sangat sulit mengendalikan diri, hanya begitu saja menerima yang ditakdirkan tanpa mau berusaha mengubah pola hidup dengan adanya takdir itu. Pada intinya, aku masih mencari-cari jati diri yang sejatinya harus menjadi bagian dalam keseharianku.

    ReplyDelete
  6. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/849449642253266944
    Domisili : Bogor

    Jawaban :
    Aku rasa bunga dandelion sangat mewakili karakter aku yang ceria walau aku lagi sedih sekalipun. Seperti dandelion yg sgt indah tapi rapuh hanya dgn tiupan angin. Tapi kerapuhannya itu tidak membuatnya merasa kekurangan justru dia tumbuh menjadi bunga yg dapat hidup dimana saja bahkan dalam kondisi apapun. Itulah aku, yg dapat beradaptasi dimana saja dan tdk pernah mempermasalahkan apapun yg terjadi di sekitarku. Dandelion mengingatkanku dgn diri sendiri yg tdk pernah takut dgn hal baru dan selalu siap dlm kondisi apapun. Seperti dandelion aku suka berkelana, menemukan hal baru, dan belajar banyak dari tempat baru itu.

    ReplyDelete
  7. Nama : Mifta Rizky Wiratnasari
    Twitter : @keyminoz
    Link Share : https://twitter.com/keyminoz/status/849500160556240896
    Domisili : Gresik


    Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?

    Tulip, meskipun bunganya tertutup tapi tulip itu cantik kalo diliat bikin mata adem, sama kayak kepribadian diriku, tipe yang agak tertutup tapi sebenarnya aku pribadi yang ceria, selalu siap membantu orang-orang-orang yang aku sayangi tapi aku akan menutup rapat emosiku sendiri ketika aku rapuh hanya mengizinkan sejumlah kecil orang yang dapat melihat sisi itu.

    ReplyDelete
  8. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Instagram: -
    Link Share:
    https://twitter.com/Rinafiitri/status/849523195011117058

    Jika diibaratkan dengan bunga/tanaman, maka bunga violet kurasa paling tepat mewakili karakterku. Violet adalah bunga kelahiran untuk bulan Februari, yang merupakan bulan kelahiranku. Tidak banyak yang menyadari eksistensi bunga ini, karena memang tingginya yang rendah dan lebih dekat dengan tanah serta warnanya yang tidak semencolok bunga mawar. Tetapi jika kita lebih mendekat, maka kita bisa mencium baunya yang harum. Begitu juga dengan diriku, tidak banyak yang menyadari eksistensiku, karena aku hanyalah orang yang biasa saja dan tidak menonjol. Hanya orang-orang terdekat saja yang benar-benar mengenal siapa dan bagaimana aku. Satu hal yang mengagumkan dari bunga ini, tubuhnya yang pendek memberikan banyak keuntungan baginya. Di saat angin ribut datang menerjang dan menghempas bunga-bunga yang tinggi seperti mawar dan melati, bunga violet tetap bisa bertahan. Tubuhnya yang dekat dengan tanah, membuatnya aman dari amukan langit. Aku berharap bisa seperti bunga violet, yang tetap bertahan di tengah-tengah masalah dan badai kehidupan yang menghadang.

    ReplyDelete
  9. Nama: Alfath
    Twitter:alfari_12
    Ig: alfathfr
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/alfari_12/status/849755959433977856
    Domisili: Sidoarjo, jatim
    Jawaban; tumbuhan puteri malu
    Tumbuhan ini masih mudah ditemukan di tempat yang alami seperti pematang sawah, kebun, dan area yang belum banyak lalu lalang orang. Ketika disentuh, ia akan mengatup. Begitu juga saya yang tidak terlalu menyukai keramaian, saya lebih sering bisa ditemui ditempat yang tenang seperti rumah atau sesekali perpustakaan. Saya juga agak sensitif ketika bersitegang dengan lawan bicara, sehingga tidak menutup kemungkinan kalau saya lebih memilih diam daripada menyerang secara frontal :)
    Wah..jujur ini pertanyaannya agak susah ya..karena berandai-andai menjelma menjadi tanaman. Terimakasih atas event nya :)

    ReplyDelete
  10. Nama: Catrin Braja Ambarwati
    Twitter: @Ca3n_Braja
    IG: oy.catrin
    Domisili: Semarang
    Link: https://twitter.com/Ca3n_Braja/status/849758009966247937
    .
    .
    Jika di ibaratkan dengan bunga yang mewakili diri saya sendiri, saya akan memilih bunga Mawar bukan karena dia terlihat cantik, bukan juga karena melambangkan sebuah cinta. Aku seperti bunga Mawar karena secantik cantiknya Mawar dia memiliki sebuah pertahanan yaitu durinya. Dan itu saya banget karena di pikiran saya, ketika ada seorang yang menyakiti saya, orang itu yang malah akan tersakiti. Bunga mawar juga teguh dan berpendirian karena ketika bunga Mawar di petik, dia tidak akan sia-sia karena dia tau akan diberikan untuk hadiah sebuah perasaan walaupun harus menyakiti diri sendiri.

    ReplyDelete
  11. Nama : Khaerunnisa
    twitter : @NhisaMinoz75
    alamat IG : instagram.com/nisaa_minoz
    link share : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/849941906033332224?p=v
    domisili : Kolaka - Sulawesi Tenggara.
    Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian? Tanaman putri malu, dia bebas mau tumbuh di manapun, sama seperti diriku bebas berteman kepada siapapun tanpa pandang bulu, akarnya yang kuat dan tidak mudah di cabut menggambar sosok diriku yang mempunyai pendirian yang kuat dan tidak mudah goyah oleh pengaruh apapun. Batangnya yang di penuhi duri sebagai bentuk pertahanan diri, menggambarkan diriku yang selalu kuat dalam menghadapi masalah yang datang. Dan daunnya yang selalu tertutup dan terbuka kembali, ini menggambarkan sosok diriku yang selalu merenungi tindakan dan kesalahan yang ku perbuat dan ketika menyadari kesalahan ku maka yang kulakukan adalah memperbaikinya.

    ReplyDelete
  12. Nama: Larastanie Afdha
    Twitter: @Larasta_
    Ig: Larastanie_
    Domisili: Tangerang
    Link share: https://mobile.twitter.com/undefined/status/849970173230460928

    Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?

    = Aku mengibaratkan diri aku seperti bunga Anggrek. Lebih spesifiknya anggrek ungu. Dia mempunyai penampilan yang indah, sehingga jika diibaratkan sama seperti aku yg selalu memperhatikan penampilan. Bunga anggrek yang mekar 10 tahun sekali akan terlihat lebih indah dari anggrek yang berbunga setiap tahunnya. Dalam kehidupan manusia, artinya orang yang berusaha lebih keras mereka tidak langsung menemui kesuksesannya akan lebih indah hasilnya di masa yang akan datang. Ini kuibaratkan seperti aku yang bekerja keras namun belum menemukan kesuksesan hingga sekarang, namun aku yakin di depanku akan ada hasil yang lebih indah karena kerja keras itu. Karena terkadang hal-hal indah yang tuhan janjikan, kita juga harus meraihnya dengan melalui proses yang panjang dan penuh rintangan. Namun Hambatan-hambatan yang ada tidak mematahkan kerja keras dengan mudah. Sama halnya seperti anggrek yang tumbuh 10 tahun sekali, dia bertahan untuk tetap tumbuh walau pergantian cuaca yang berubah-ubah menjadi rintangannya.

    ReplyDelete
  13. Nama: Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Domisili: Banda Aceh
    Jawaban:
    Bunga lavender melambangkan karakter saya.
    Bunga dengan aroma menenangkan, warna yg sangat nyaman dipandang dan bermanfaat melindungi orang2 tersayang dgn aura dr bunga itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Nama: Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Domisili: Banda Aceh
    Jawaban:
    Bunga lavender melambangkan karakter saya.
    Bunga dengan aroma menenangkan, warna yg sangat nyaman dipandang dan bermanfaat melindungi orang2 tersayang dgn aura dr bunga itu sendiri.

    ReplyDelete
  15. Nama: Cahya
    Twitter: @ccchhy
    Dimisili: Kota Palembang
    Link share: https://twitter.com/ccchhy/status/849818877152317440

    Bunga sedap malam.

    Kurasa bunga ini adalah bunga yang paling tepat merepresentasikan diriku. Biar kujelaskan dulu karakteristik bunganya.

    Bunga sedap malam itu warnanya putih polos. Mengapa dinamakan sedap malam? Karena ia hanya wangi di malam hari? Kenapa wanginya hanya di malam hari? Karena saat siang, dia kalah cantik dengan bunga lain dengan berbagai warna yang dapat memikat kumbang, sehingga hanya malam hari lah ia menyebarkan wanginya sebagai pemikat supaya kumbang datang padanya.

    Aku merasa aku nggak beda jauh dengan bunga sedap malam. Aku bukan tipe orang yang menonjol dengan tampilan fisik, tidak juga mudah di-notice oleh orang lain, sering kalah saing jika hanya mengandalkan hal mainstream. Tapi aku pun awalnya jadi terinspirasi dengan bunga sedap malam ini. Ga peduli ya tampilanmu mau sebiasa kayak gimana, yang penting harummu bisa tercium sedap dari jauh. Ga apa-apa orang nggak kenal aku ini siapa, yang penting orang tau dan kenal apa 'hasil/karya' yang aku buat.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Nama: Rinita
    Twitter: @RinitAvyy
    Ig: @Rinvirgo_
    Domisili: Jatim
    Q: Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?

    Di banding bunga matahari yang terlihat bersinar, berkilau, bercahaya dan selalu mengikuti datangnya sinar mentari tiap hari tiap pagi siang sore seolah punya daya tarik, punya keistimewaan, punya kepercayaan diri yang baik dan seolah selalu saja menjadi pusat visual mata makhluk lainnya. Apalah aku yang bagaikan Putri Malu. Iya, aku ini ibaratkan putar balik 180 derajat dari segala hal milik matahari. Dimana aku ini yang tidak punya kepercayaan diri yang cukup, selalu tertutup, sulit tersentuh, sulit berinteraksi dan masih terus berusaha mencari cahaya keberanian yang akan menjadi mikikku, yang entah kapan dan dimana bakalan datang. Bagaikan putri malu saja. Tersentuh sedikit langsung mengatupkan diri.

    Bahkan, aku sendiri tak mengerti mengapa bisa memiliki sifat seperti bunga putri malu, bahkan setelah mencoba dan terus mencoba menjadi seperti matahari, namun masih belum ada hasil yang cukup membuatku merasa baik. Dan itu makin membuatku masih dalam tahap percobaan, untuk mengubah setiap sisi dalam diriku. Meski tidak semuanya aku ubah karena ada yang bilang, menjadi diri sendiri adalah pilihan bijak, tapi yang pengen aku ubah adalah sisi kurangnya kepercayaan diriku. Hanya itu. Yang barangkali dalam realitanya suatu saat nanti, seorang putri malu seperti aku ini tidak lagi selalu pemalu atau menutup diri atau juga menghidari keramaian. Sebaliknya aku pengen bisa menghadapi itu semua dengan keberanian dan rasa percaya diri. Insya Allah.

    ReplyDelete
  18. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    instagram: @keeptrianif
    domisili: Sidoarjo

    hmm. mungkin seperti bunga Randa Tapak. atau orang biasa kenal dg nama dandelion.
    tumbuhan yg banyak orang salah mengartikan antara bunga dan bijinya.
    tumbuhan yg memiliki bunga cerah namun banyak yg tidak tahu wujudnya. mungkin sebagian orang tahu tentang bijinya yg ketika tertiup angin akan turut terbang bersama hembusan.
    tumbuhan yg tidak menonjol namun pandai beradaptasi dengan lingkungan dimana bijinya terjatuh.
    seperti halnya aku yg tidak terlalu menonjol dikumpulan orang layaknya mawar yg memiliki warna indah dan melati dg bau harumnya. aku hanya anak bebas, liar, yang memiliki mimpi tinggi, yang tidak terlalu terlihat diantara orang orang.
    banyak yg salah mengartikan aku dari tampilan luarnya. bilang aku rapuh karena wujudku yg kecil, namun tidak ada yg tahu dibalik mungilnya tubuhku, aku menyimoan tekad yg besar meski banyak halang rintang yg kerap menghadang. membawaku terbang ke angkasa kemudian di hempas di alam yg tak tentu. bagaimanapun tingginya mimpiku, angin kehidupan selalu membelokkan arahku dari tujuan hidupku. terkadang aku ingin seperti mawar yg selalu dipuja orang dan sakura yg selalu ditunggu orang. namun apalah daya, aku hanyalah dandelion yg bahkan tak nampak dalam pandang.

    ReplyDelete
  19. Nama: Lynn Melody
    Twitter: @justlynn23
    Domisili: Banjarmasin
    Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?
    Jawaban: Bunga melati. Karena walaupun bunga melati itu kecil namun bau bunganya sangatlah harum. Tanpa harus melihat bunganya kita sudah tahu ada melati di sekitar kita. Harumnya bisa tercium dari jarak radius yang tidak dekat. Bunga melati yang kecil dan sederhana walaupun sebenarnya dia punya kelebihan. Bunga melati juga melambangkan kebersihan dan kesucian.
    Begitupun juga yang kuharapkan dari diriku, aku ingin seperti melati yang wangi, yang bisa memberi kebaikan bagi orang-orang di sekitarku, membawa harum keluargaku, dan juga memiliki hati yang bersih dan suci.

    ReplyDelete

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)