Sky

Judul : Sky
Penulis : Aiu Ahra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 280 Halaman
Cetakan Pertama, Desember 2016 
ISBN : 9786020334639
Rating : 3 dari 5


"Cara terbaik ngebebasin diri kita dari belenggu yang kita ciptakan sendiri adalah melepaskannya. Katakan apa yang kamu mau, katakan apa yang membuat perasaanmu sesak. Dengan begitu, nggak bakal ada yang mengganjal di dada kamu lagi." ---halaman 101

Blurb:

Lyn merindukan tawa Kay yang dulu. Ringan dan bebas, walau seringkali diiringi air mata cengeng. Tawa yang hilang setelah kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal bersama keluarga Lyn selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk membuat Kay percaya sepenuhnya pada Lyn.


Sikap Kay yang pesimistis berbanding terbalik dengan Lyn yang ceria. Bahkan ketika Lyn membicarakan tentang kesukaan akan langit dan olahraga lari membuat Kay semakin menutup diri. Meski menyukai musik klasik dan bermain piano, Kay tidak berani menjadikan itu mimpinya, apalagi jika harus mendaftar di universitas musik setelah lulus SMA.

Akankah kehadiran orang-orang dalam hidup Kay dan Lyn membuat mereka menyadari perasaan masing-masing? Atau justru semakin membuat mereka menjauh?

***

Lyn memiliki hobi berlari. Baginya, berlari adalah membebaskan. Merasakan embusan angin dan terpaan sinar matahari benar-benar membahagiakan. Apalagi, jika di garis finis ada Kay yang membawakan botol air mineral padanya. Lengkap sudah kebahagiaan Lyn. Kay adalah sahabatnya sejak kecil. Bahkan, setelah peristiwa tidak menyenangkan yang menimpa Kay beberapa tahun silam, Kay diadopsi oleh orangtua Lyn. Sejak saat itu, mereka berdua tak terpisahkan.

Kay mengalami masa kecil yang mengerikan. Sesuatu terjadi pada orangtuanya yang menyebabkan kepribadiannya menjadi tertutup. Segala cara dilakukan oleh Lyn agar mengembalikan sahabat masa kecilnya itu. Lyn mendorong Kay yang menyenangi bermain piano untuk ikut kejuaraan, dan lain-lain. Namun, Kay tetap bergeming. Dia tidak bergerak untuk mengubah keadaan.

Suatu hari muncullah Luna, murid pindahan yang masuk ke dalam kehidupan Kay dan Lyn. Kay seperti becermin saat melihat Luna. Gadis itu penyuka musik dan piano sama sepertinya, dan juga, gadis itu terlihat rapuh. Keduanya menjadi dekat. Sementara itu, Lyn menangkap basah stalker yang memfotonya diam-diam. Rupanya dia adalah Ethan. Sejak saat itu, keduanya sering terlibat obrolan.

Kehadiran Luna, membuat Kay keluar dari zona kesendiriannya. Kehadiran Ethan, membuat Lyn merasa tidak sendirian karena Kay yang menjauhinya. Padahal, dua orang itu, Kay dan Lyn, saling memendam perasaan yang sama.

"Gimanapun, siapa yang berani mencintai artinya dia siap dengan segala konsekuensi termasuk... patah hati." ---halaman 179

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah mereka?

***

Sky adalah novel teenlit terakhir yang saya baca di bulan ini. Menceritakan tentang kisah cinta segi empat di antara tokoh-tokohnya. Masing-masing karakter memiliki kisah mereka sendiri. Selain itu, mereka juga punya kesukaan yang menjadi jalan hidup mereka masing-masing: Lyn dengan lari, Kay dan Luna yang menyukai bermain piano, Ethan dengan kameranya.

Novel ini bukan hanya tentang kisah cintanya saja, melainkan berbicara tentang ambisi dan mimpi, juga bagaimana keluar dari ketakutan-ketakutan tentang masa lalu yang kurang menyenangkan. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah mereka.

Alur kisah ini bergerak maju, meskipun sesekali ada flashback juga. Hanya saja, saya merasakan kalau ceritanya sendiri berjalan begitu lambat. Namun karena disampaikan dengan apik, membuat saya tidak mati kebosanan saat membacanya. Dari segi penokohan sendiri, saya bisa merasakan bagaimana karakter-karakter ini tumbuh. Lyn yang ceria dan optimis, Ethan yang santai, Kay yang pasif dan menyimpan banyak hal dalam kepalanya, Luna yang manis. Anehnya, saya justru lebih menyukai sosok Ethan di sini ketimbang Kay. 

Novel ini dikemas cukup baik, dengan salah satu bagian ceritanya yang muncul sebagai prolog. Cukup bisa memancing penasaran pembaca, kok. Namun, hanya saja, ada banyak kesalahan penulisan di sini. Sayang sekali. Kalau harus menandai satu per satu rasanya kebanyakan. Lagi pula, saya bacanya via buku digital jadinya tidak memberikan penanda. Kalau bacanya via buku cetak, mungkin mudah menandainya di post-it. Yang kentara saja, misalnya di blurb. Atau, tentang penulisan elipsis. Ada yang dijeda dengan spasi, ada yang nyambung dengan kata selanjutnya. (Saya daftar jadi proofreader bisa nggak? *modus*)

Disampaikan melalui sudut pandang orang ketiga, membuat pembaca merasakan gemas dan kesal terhadap apa yang dipikirkan oleh masing-masing tokohnya, tapi mereka saling tidak mengetahui. Kesal juga bacanya, hahaha. Penulis berhasil membuat kesan dalam ceritanya yang bakal dikenang oleh pembaca.

Namun, di luar itu semua, saya senang membaca Sky. Jadi turut membayangkan bagaimana menyenangkannya berlari. Mengingat, saya sudah lama nggak lari. Seringnya sih, justru malah lari dari kenyataan *ehh*.

"Saat kamu sadar bahwa apa yang kamu inginkan mustahil didapatkan, mundur teratur adalah satu-satunya jalan keluar sebelum kamu terluka lebih dalam. Kamu pernah dengar ungkapan itu, Lun?"
"Tapi itu pengecut namanya, Kay." ---halaman 145


0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)