Showing posts with label fantasy. Show all posts
Showing posts with label fantasy. Show all posts

Semua Ikan di Langit

Judul : Semua Ikan di Langit
Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit : Grasindo
Tebal Buku : 259 Halaman
Cetakan Pertama, Februari 2017
ISBN : 9786023758067
Rating : 4 dari 5



"Kebahagiaan Beliau melahirkan bintang.
Kesedihan Beliau membunuh keajaiban.
Kemarahan Beliau berakibat fatal."
***

Blurb:

"Pekerjaan saya memang kedengaran membosankan— mengelilingi tempat yang itu-itu saja, diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang berisik, diusik cicak-cicak kurang ajar, mendengar lagu aneh tentang tahu berbentuk bulat dan digoreng tanpa persiapan sebelumnya—tapi saya menggemarinya. Saya senang mengetahui cerita manusia dan kecoa dan tikus dan serangga yang mampir. Saya senang melihat-lihat isi tas yang terbuka, membaca buku yang dibalik-balik di kursi belakang, turut mendengarkan musik yang dinyanyikan di kepala seorang penumpang… bahkan kadang-kadang, menyaksikan aksi pencurian. 

Trayek saya memang hanya melewati Dipatiukur-Leuwipanjang, sebelum akhirnya bertemu Beliau, dan memulai trayek baru: mengelilingi angkasa, melintasi dimensi ruang dan waktu." 

***

Ikut PO dan dapat tanda tangan, hehe


Mungkin ada spoiler di dalam sini. Saya tidak tahu apakah ulasan saya ber-spoiler atau tidak (makanya saya berikan kata "mungkin" di kalimat sebelumnya). Karena, sewaktu saya menceritakan kesan terhadap buku ini ke teman, dia bilang saya lagi spoiler-in dia =)) Padahal saya tidak bermaksud demikian dan sebelumnya, tidak menganggap itu adalah pernyataan yang membocorkan plot penting dalam cerita. Maafkan saya kalau begitu :D Jadi, saya peringatkan kalian terlebih dahulu, ya.

Disadari atau tidak, setiap penulis adalah tuhan bagi ceritanya. Mereka menciptakan plot dan membuat jalinan takdir bagi tokoh-tokoh di dalamnya. Mereka menggerakkan karakter tersebut dengan sebab-akibat yang sudah dirancang dengan niat, membiarkan sepercik takdir untuk menghiasi kisah-kisah itu. Mereka pula yang memberikan akhir yang menutup lembaran kisah tersebut. Setidaknya, kesadaran itulah yang saya dapatkan ketika selesai membaca Semua Ikan di Langit karya Ziggy yang ini.

Semua elemen cerita dalam kisah di dalamnya, berisi tentang imajinasi tentang banyak hal. Mulanya, kau akan mengira bahwa ini adalah kisah fantasi biasa, yang disajikan dalam sudut pandang saya yang adalah sebuah Bus Damri (selanjutnya saya juga akan menyampaikan dengan nama lain: Saya) jurusan Dipatiukur-Leuwipanjang. Namun, dalam perjalanannya, kau akan menemukan makna. Banyak makna dan alegori tentang kehidupan tersaji dengan indah di sini; makna baik dan buruk, tentang cinta dan benci, ketakutan-ketakutan, dan tentang penghambaan pada Tuhan. Cerita tentang spiritualitas manusia disampaikan melalui analogi-analogi yang berada pada sudut pandang tokoh yang tidak lazim: Bus Damri, kecoa, bahkan seorang anak kecil.

Saya merasakan kesusahan ketika sedang menggarap ulasan ini. Bagaimana tidak, bahkan ketika membacanya pun, ledakan emosi yang muncul dari saya serupa roller coaster sedang bergerak menjalani lintasannya yang tidak lazim. Ada titik di mana saya memahami konteks yang sedang Ziggy bicarakan, ada pula kalanya saya begitu takut, teramat sangat takut dengan kedewaan imajinasi penulis yang begitu mencengangkan. Lalu, pada akhirnya, sebuah pemahaman muncul yang membuat saya memberikan apresiasi besar pada karya ini. Dengan pemahaman menyeluruh dari elemen buku ini, saya rasa PANTAS (dengan huruf kapital) buku ini menjadi pemenang utama (dan satu-satunya) dalam Sayembara Novel DKJ. Ya, komentar ini memang belum valid karena saya belum membaca novel pemenang unggulan lainnya sebagai pembanding novel ini. Namun, melihat keseluruhan kisah ini, saya bisa memastikan bahwa Semua Ikan di Langit melampaui ekspektasi tentang dimensi-dimensi kelayakan sebuah karya menjadi juara. Mulai dari plotnya yang teramat sangat tidak biasa, lalu kemampuan penulis dalam meramu ceritanya, dan ketepatan penulis dalam merancang universe dalam ceritanya.

Sebuah cerita fantasi tidak dikatakan absurd (meskipun tidak nyata dan tidak masuk akal), ketika elemen-elemen yang dikandungnya tersaji dengan logis. Bus Damri tidak hanya sekadar sebuah benda mati ketika penulis memberikan nyawa padanya. Kemampuan membaca pikiran manusia dari lantai yang dipijak mereka (dan ini konsisten dengan tokoh Beliau yang tidak pernah menginjakkan kaki di sana sehingga Saya tidak bisa membaca isi kepala Beliau), Saya yang menangis melalui kaca spion, Saya yang ketika marah menyemburkan asap dari knalpot, dan masih banyak perilaku manusia lain yang dilakukan oleh Saya ini. Lalu, kekonsistenan Nad si Kecoa yang cerdik, sehingga membantu Saya menginterpretasikan ruang dan waktu yang tengah berjalan saat itu. Bagi saya, selama membaca Semua Ikan di Langit, saya menikmati berfantasi bersama Ziggy dengan tidak mengeluhkan plot hole atau kerancuan kontennya di sana.

Perjalanan Saya yang begitu biasa, melintasi trayek Dipatiukur-Leuwipanjang yang dipenuhi oleh manusia-manusia dengan segala macam isi pikiran mereka, menjadi tidak biasa ketika Beliau datang dan menjadi salah satu penumpangnya. Saya tahu bahwa Beliau istimewa ketika Saya menyadari Beliau tidak menginjakkan kaki di lantai bus sehingga Saya tidak bisa mengintip isi pikiran Beliau. Sesuatu yang tidak biasa tentu memancing rasa penasaran, kan? Bahkan jika yang mengalaminya sebuah bus damri. Perjalanan itu menjadi luar biasa ketika Beliau mengajak Saya pergi bertamasya melintasi ruang dan waktu bahkan hingga sampai ke angkasa luar. Tamu mereka pertama adalah seekor kucing dari kamar paling berantakan di seluruh dunia (saya yang kamarnya tidak pernah rapi merasa tersindir, haha). Dan dari pertemuan-pertemuan lainnya, Saya berkenalan dengan Nad, seekor kecoa yang anaknya sudah mati menjadi ikan julung-julung yang mengikuti Beliau ke mana saja. Lalu, perjalanan itu terus saja berlangsung, menemukan mereka dengan tokoh-tokoh lain dan cerita-cerita luar biasa para penumpangnya.

Nah, mungkin di bagian ini spoiler-nya:

Seperti yang saya katakan di awal, bahwa seorang penulis adalah tuhan bagi kisahnya. Namun, bagaimana jika seorang penulis menciptakan tuhan dalam tulisannya? Awalnya saya membaca tulisan tentang ulasan novel ini yang mengatakan bahwa semoga tidak dianggap "penistaan" tentang novel ini. Si penulis ulasan membubuhkan tanda kutip di sana. Saya pun memberikan tanda kutip di sini. Pada akhirnya, setelah membaca bab tertentu menjelang akhir, lalu saya paham apa yang dimaksud dengan kalimat itu. 

Interpretasi saya tentang Beliau menjadi secerah mentari ketika saya menyadari bahwa Beliau ini adalah sosok pengandaian ilahiah (mengutip kata Raafi dalam ulasannya tentang buku ini). Saya terperenyak cukup lama saat kesadaran itu tiba. Wah. Bagaimana bisa demikian? Bagaimana mungkin bisa mencipta Tuhan yang menginterpretasikan sifat Tuhan dalam wujud manusia? Dan bagaimana-bagaimana lainnya yang mengganggu benak saya sehingga saya memutuskan untuk break cukup lama saat membacanya. Lalu, setelah jeda waktu tersebut, saya kembali melanjutkan membaca novel ini. Ketakukan saya tentang sosok Tuhan dalam anak kecil tersebut perlahan sirna ketika saya mencoba mengubah sudut pandang dan meletakkannya di kotak "fantasi" alih-alih menempatkan Beliau sebagai manifestasi tuhan. Dan dengan pengubahan sudut pandang itu, syukurlah melahirkan banyak pemahaman-pemahaman baru dalam diri saya. Tentang bagaimana alegori yang tersaji dalam bus damri dan kecoa itu melahirkan sebuah gagasan tentang konsep ketuhanan yang pada dasarnya melekat dalam diri setiap manusia. Tentang pembangkangan dan cara mereka memancing murka Tuhan, yang dalam kitab suci pun tersampaikan dengan jelas (tentang kisah sapi betina maupun kaum Bani Israel, misalnya). Namun sayangnya, manusia zaman sekarang ada yang alergi jika diberikan kisah-kisah dalam sudut pandang agama. Meskipun, konten dan maksud cerita itu sama. Pada kisah ini, cerita-cerita tersebut tersaji dalam balutan imajinasi fantastis dengan (yang saya dapatkan dan rasakan) maksud sama. 

Terkesan berat, ya? Hahaha. Tapi, percayalah, ketika kau masuk ke dalam bus damri dan ikut melakukan perjalanan dengan Saya, Nad, dan Beliau, kau akan terbang bersama mereka, melintasi pemahaman demi pemahaman tentang konteks keilahian di sana. Kalaupun kau memilih tidak percaya pada muatan teologis yang tersaji di dalam kisah ini, kau hanya cukup duduk diam dan menikmati isi kepalamu dibaca dengan jelas oleh Saya, si Bus Damri gendut yang begitu mencintai Beliau sehingga Beliau pun mencintai Saya dengan segitu besarnya.

Kalau dibandingkan dengan Di Tanah Lada, jelas Ziggy naik kelas dengan lonjakan prestasi yang luar biasa.

Tambahan: Ilustrasinya cantik banget! Kusuka! Kusuka!



Gambar diambil dengan screenshot dari aplikasi SCOOP






[Blogtour+Giveaway] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

Judul : Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis : Gina Gabrielle
Penerbit : ICC Publisher
Tebal Buku : 228 Halaman
Cetakan Pertama, April 2016
ISBN : 9786027443433
Rating : 4 dari 5


*Ikuti giveaway di akhir rewiew ini*




"Manusia, tahukah kau bahwa luka itu sebenarnya tak terhindarkan? Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apa pun dengan kecepatan mengagumkan."

Blurb:

"Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu...”

Seorang pria dengan Hati luka melihat kertas terbang dalam Mimpinya. Ia mengikuti arah kertas tersebut terbang, dan sampai ke Lembah Es. Ia menyangka Hatinya akan sembuh, namun ternyata Lembah Es hanyalah tempat untuk mendinginkan Hati.

Di lain tempat, tanpa ia ketahui, langit memar. Dunia terancam hancur, dan pria itulah yang dipilih untuk menyelamatkannya. 

Tapi, karena tidak sanggup lagi menanggung sakit, ia memutuskan untuk selama-lamanya membekukan Hati di Lembah Es.

Lalu langit pun retak, dan hendak runtuh.


***

“If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales.” ---Albert Einstein

Rasanya, cukup lama saya tidak membaca buku dongeng. Meskipun beberapa waktu yang lalu saya membacakan sebuah buku untuk keponakan saya, tapi itu bukan buku dongeng. Saya merindukan dongeng yang membawa pembaca terbang ke alam imajinasi tanpa batas. Melihat binatang-binatang berbicara, terbang ke negeri antah-berantah dan melihat ragam keajaiban di sana. Ya, rasanya cukup lama.

Dulu saya dibesarkan dengan dongeng-dongeng dari Majalah Bobo yang salah satu rubrik kesayangan saja adalah Oki dan Nirmala. Lalu di rumah tante, saya disuguhkan satu bookset tentang dongeng-dongeng populer dunia. Di sana saya berkenalan dengan Cinderella, Hansel and Gretel, Putri Duyung dan Sisir Ajaib, Putri Salju, dan masih banyak lagi. Dongeng membuat imajinasi saya hidup dan berkembang. Dongeng mengisi satu ruang dalam benak saya yang lambat laun, seiring dengan bertambahnya usia, ruang itu semakin menyempit, terhimpit oleh tugas-tugas, beban hidup, target pencapaian ini-itu, keluhan, dan masih banyak hal. Sampai saya sadar, bahwa ruang tentang imajinasi tanpa batas itu perlu ditengok lagi, perlu dibuka dan dibersihkan debu-debunya. Dan kalau bisa, ruang itu berharap untuk diperbesar lagi.

Membaca Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang, membuat saya mengingat kembali cerita-cerita lama masa kecil saya yang penuh dengan mimpi, harapan, dan imajinasi yang tak terinterupsi oleh hal-hal semacam beban kehidupan. Membiarkan diri saya turut bertualang dengan Kol. Ibri, Kura-Kura Pengelana, Putri Boneka, di atas sampan awan, membuat saya kembali memasuki ruang yang sudah lama saya tinggalkan itu. Teman, jika kau ingin bertualang bersama kami, siapkan dulu beberapa bekal, agar kau bisa mengetahui bagaimana perjalanan ini akan berlangsung.

***

Kol. Ibri menuntun Kura-Kura Pengelana, memasuki satu dimensi cerita ke dimensi cerita lainnya. Dengan sampan awan, mereka melihat negeri dan tempat-tempat dengan kisahnya masing-masing. Ada cerita tentang Putri Tanpa Nama, Bayangan Jiwa Manusia Bintang, Liontin Mutiara Dayang Tikus, dan masih banyak lagi. Tapi tahukah kamu, Teman, bahwa cerita itu saling bertautan? Bagaikan sedang memintal benang untuk membuat hamparan cerita secara keseluruhan, penulis kisah ini membuat potongan demi potongan dongeng dengan satu jalan cerita yang utuh. Kura-Kura Pengelana yang sebenarnya adalah Pria dari Lembah Es yang membekukan hatinya, memiliki keterkaitan cerita dengan salah satu kisah dari dongeng yang lain. Pun begitu pula dengan Kol. Ibri. Teman, jangan kau khawatirkan dengan banyaknya tokoh-tokoh dalam cerita ini, karena mereka dijalin dengan jahitan yang rapi. Satu kisah dengan kisah lainnya, bisa kau nikmati sendiri tapi sangat bisa dikaitkan antara yang satu dengan lainnya.  Teman, kau akan mendapatkan satu demi satu kejutan terkuak di sini! 

Tidak hanya itu, Teman, kau akan mendapatkan sajak indah yang sengaja dikutipkan untukmu dari Kastil Masa Lalu, atau Istana Masa Kini. Kau tidak hanya akan disuguhkan dengan kata-kata yang manis, namun juga pelajaran hidup yang banyak dan besar di dalamnya. Bukankah dongeng memang seharusnya berisi muatan kebaikan, agar mereka bertahan lama di dalam Hati, dan terus menebarkannya di mana pun dan kapan pun berada?


Ada kastil yang terbuat dari batu,
tempat untuk menatap masa depan.
Untukmu, ini bisa jadi awal atau akhir perjalanan.
Pilihlah, Pengelana, kau tak punya banyak waktu.

Ada jalan lapang terbuka di tempat ini,
semua orang bisa datang dan pergi.
Dan memang banyak yang masuk kemari,
namun sedikit yang keluar lagi.

Masa lalu punya kekuatan.
Semua orang diberinya harapan.
Semua orang diberinya cobaan.
Untuk bebas atau terjebak, semua itu pilihan.

Pilihan, pilihan,
Kastil Masa Lalu adalah Kastil Pilihan.
Pilihan, pilihan,
Kau harus segera membuat pilihan.


Dengan imajinasi berbalut dongeng yang disuguhkan pada pembacanya, kisah ini memang layak untuk didongengkan oleh siapa saja. Anak kecil maupun dewasa, dalam suka maupun lara. Hanya saja,  perlu sedikiiiit lagi polesan (tentang kata baku dan sedikiiiiit perbaikan penulisan) agar dongeng ini bisa sempurna dan dikenang sepanjang masa. 

Pesan dari saya, padamu, Teman, janganlah berhenti untuk bermimpi, dan berimajinasi. Jangan biarkan kastel impian dan imajinasimu runtuh, jangan biarkan hatimu menjadi keras seperti batu, jangan biarkan rasa empati dan kasih sayang luntur seiring dengan berjalannya waktu.

***



It's giveaway time!

Kak Gina (melalui saya dan Kak Adin) akan memberikan satu buah novel Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang untuk kamu yang beruntung mengikuti giveaway kali ini. Kali ini, saya akan mengajak kalian untuk pelangikan imajiansi kalian bersama saya. Namun sebelumnya, simak ketentuan ini dulu ya:

  1. Giveaway ini hanya untuk kalian yang berdomisili atau memiliki alamat pos di Indonesia.
  2. Follow blog saya melalui akun Google Friend Connect yang ada di sidebar blog ini.
  3. Follow akun twitter @msginagabrielle, @ICCPublisher, @niesya_bilqis, dan @adindilla.
  4. Share giveaway ini di akun twitter kalian. Jangan lupa mention @msginagabrielle, @ICCPublisher, dan @niesya_bilqis dengan tambahan hashtag #GAGPM ya. Jangan lupa kasih link menuju giveaway ini.
  5. Giveaway ini akan berlangsung selama satu minggu dari tanggal 7 hingga 13 Januari 2017. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan satu hari setelahnya yaitu 14 Januari 2017. Apabila dalam waktu 3 x 24 jam tidak ada konfirmasi dari pemenang, akan dipilih pemenang lainnya. 
  6. Kalian juga bisa mengikuti giveaway ini di blog Kak Adin (tautannya di sini) untuk memperbesar kesempatan menang. Kenapa? Karena pemenang giveaway ini akan diundi dari peserta yang mengikuti giveaway di blog saya dan Kak Adin. Jika kalian mengikuti keduanya, kesempatan menang akan semakin terbuka lebar.
Nah, bagaimana cara pelangikan imajinasi itu?

Saya akan mengajak teman-teman yang ingin mengikuti giveaway di blog saya untuk melanjutkan satu kalimat ini dan kemudian menyambungkannya dengan satu kalimat dari kalian, agar dongeng kita bisa terbentuk. Jangan khawatir kalau kalimat demi kalimat ini tidak akan padu. Ingat, di sini kita sedang pelangikan imajinasi dan membuat dongeng bersama, kan? 😉 Jangan takut tidak nyambung. Kalian hanya perlu melihat kalimat terakhir dari postingan komentar di atas kalian, lalu sambungkan sendiri dengan satu kalimat dari kalian.

Selain itu, jangan lupa juga menuliskan akun twitter kalian di komentar itu ya.

Satu kalimat pembuka dongeng dari saya adalah: 

"Pangeran tampan dari Negeri Seribu Satu Pelangi sedang mencari pendamping."


Contoh komentar pertama yang bisa kalian tuliskan: 
@niesya_bilqis: Lalu kemudian Raja dan Ratu mengumumkan berita itu ke sepenjuru negeri.

Jika kalian bingung atau ada pertanyaan, silakan hubungi saya di twitter: @niesya_bilqis yaaa.


Semoga kalian beruntung!! ;)


Fantastic Beasts & Where to Find Them

Judul : Fantastic Beasts & Where to Find Them
(Hewan-Hewan Sihir dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan)
Penulis : Newt Scamander--eh, JK Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 88 Halaman
ISBN : 9789796865635
Rating : 4 dari 5




Blurb:

Hampir setiap rumah para penyihir di seluruh negeri pasti memiliki satu eksemplar buku Fantastic Beasts and Where to Find Them atau Hewan-Hewan Fantastic dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan. Kini hanya untuk waktu terbatas, Muggle juga mendapat kesempatan untuk mengetahui di mana asal Buckbeak si Hippogriff, bahwa Naga Punggung Bersirip Norwegia (bangsanya Bayi Norbert) pernah memangsa ikan paus, dan bahwa Pixie yang pernah membuat Profesor Lockhart ketakutan setengah mati sebenarnya sangat menggemari lelucon-lelucon konyol.

Hasil penjualan buku ini akan disumbangkan pada Comic Relief. Itu artinya, rupiah dan Galleon yang kauserahkan untuk mendapatkan buku ini akan digunakan untuk menolong dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi sesama kita yang kurang beruntung. Saya perlu mengingatkan, keajaiban seperti ini melebihi kemampuan penyihir mana pun juga. Jika kau merasa alasan ini tak cukup kuat, dan karenanya enggan membeli buku ini, tanggung sendiri kalau kau tiba-tiba diserang Troll dan tidak tahu bagaimana melawan makhluk yang sebenarnya bodoh ini.










***

Ini adalah buku milik Harry Potter (juga milik Ron Weasley sebab bukunya sendiri sudah sobek-sobek). Sebuah buku pelajaran sekolah tentang hewan-hewan fantastis dan di mana mereka bisa ditemukan karangan Newt Scamander, dan merupakan edisi istimewa dengan kata pengantar oleh Albus Dumbledore.






Newton "NEWT" Scamander sendiri lahir pada tahun 1897, alumni Hufflepuff, yang memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap hewan-hewan sihir. Ia mendapat minat pada hewan-hewan fantastis itu dari ibunya yang seorang peternak Hippogriff hias. Setelah lulus dari Hogwarts, Newt Scamander bekerja di Kementrian Sihir di Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. 

Untuk keperluan riset terhadap hewan-hewan sihir fantastis, Newt Scamander mengumpulkan informasi hingga mendatangi banyak tempat untuk menyusun bukunya yang ini.

Sebagai pengantar, Albus Dumbledore menyampaikan bahwa buku karangan Newt Scamander ini telah menjadi buku pelajaran resmi di Sekolah Sihir Hogwarts sejak penerbitan pertamanya. Rumah-rumah para penyihir tidak lengkap tanpa kehadiran buku ini, karena di dalamnya terdapat cara terbaik untuk membersihkan hamparan Horklump, mengartikan tangisan sedih Augurey, atau menyembuhkan Puffskein yang sakit akibat minum dari toilet.

Dumbledore menuliskan:

Akhir kata saya memperingatkan siapa pun yang telah membaca sampai sejauh halaman ini tanpa membeli buku ini, akan terkena Kutukan Maling. Dalam kesempatan ini, saya ingin meyakinkan para Mugle yang membeli buku ini bahwa semua makhluk lucu yang digambarkan di dalamnya adalah fiktif belaka dan tidak dapat melukai dirimu. Kepada para penyihir, saya hanya ucapkan:

Draco dormiens nunquam titillandus--Jangan mengusik naga yang sedang tidur.

Scamander menceritakan dalam pendahuluan buku ini, bahwa dirinya melakukan perjalanan dan riset bertahun-tahun untuk membuat bukunya. Ia bertemu dengan penyihir berusia tujuh tahun yang menghabiskan waktu berjam-jam di kamar tidurnya memotong-motong Horklump. Ia juga bercerita tentang perjalanan dari hutan paling gelap ke gurun pasir paling terang, dari puncak gunung ke rawa berlumur yang ketika dewasa melacak hewan-hewan yang akan digambarkan di buku ini. Ia mengunjungi berbagai sarang, liang, dan lubang di lima benua, mengamati kebiasaan-kebiasaan aneh hewan-hewan fantastis di seratus negara, menyaksikan kekuatan mereka, memperoleh kepercayaan mereka, dan kadang menghalam mereka dengan ketel perjalanan miliknya.

Saat edisi pertama buku ini keluar, Scamander hanyalah pegawai rendahan di Kementrian Sihir dengan pendapatan dua Sickle per minggu. Namun setelah bukunya laris manis hingga mengalami cetak ulang 52 kali, kehidupannya menjadi jauh lebih baik.

Di pendahuluan ini, Newt Scamander akan menjelaskan pertanyaan yang paling sering diajukan kepadanya;

Apakah hewan itu?

Kalau kata Harry Potter: makhluk besar berbulu yang kakinya banyak, ah tapi jangan dipercaya kalimat itu. Mari kita dengarkan saja apa pendapat Scamander tentang hewan yang dikutipnya dari penjelasan beberapa Menteri Sihir. Ia menjelaskannya dengan mempertimbangkan tiga jenis makhluk gaib: Werewolf atau Manusia Serigala yang adalah manusia namun berubah menjadi hewan buas berkaki empat dengan naluri membunuh, Centaurus yang kebiasaan dan kehidupannya berbeda dari manusia, Troll yang berpenampilan mirip manusia tapi tidak punya kemampuan sihir dan mereka kurang pintar alias bodoh.

Penggolongan "Makhluk" dan "hewan" dalam komunitas sihir telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. "Makhluk" sendiri adalah makhluk yang layak memperoleh hak-hak hukum dan hak bersuara dalam pemerintahan dunia sihir, sedangkan "hewan" tetap digolongkan sebagai hewan.

Burdock Muldoon, Ketua Dewan Penyihir abad keempat belas mengatakan bahwa makhluk dua kaki akan dianugerahi status "Makhluk", selebihnya digolongkan sebagai "hewan". Ternyata penggolongan ini menuai kejadian yang membuat Muldoon bersumpah menolak upaya apa pun untuk memasukkan para anggota masyarakat sihir yang bukan-penyihir ke Dewan Penyihir karena para makhluk dua kaki mengacaukan pertemuan Dewan Penyihir.

Madame Elfrida Clagg memberi arti baru pada "Makhluk", yakni mereka yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Akan tetapi timbul masalah baru ketika para Troll yang telah diajari bahasa manusia oleh para Goblin datang dan mulai menghancurkan aula. Jarvey mencakar sebanyak mungkin pergelangan kaki dan Hantu menghadiri pertemuan.

Barulah pada tahun 1811 Grogon Stump mengumumkan bahwa "Makhluk" adalah "makhluk apa pun yang memiliki cukup inteligensi untuk memahami hukum-hukum masyarakat sihir dan ikut bertanggung jawab dalam membentuk hukum-hukum tersebut.

Muggle tidak selamanya tidak menyadari keberadaan makhluk gaib besar yang sulit disembunyikan. Makhluk yang ada dalam khayalan Muggle selama berabad-abad seperti Naga, Griffin, Unicorn, Phoenix, Centaurus, adalah nyata. Yang menjadi keprihatinan adalah nasib para hewan menakjubkan tersebut yang harus disembunyikan dari Muggle dan harus diyakinkan bahwa sihir itu tidak ada. Hasil konferensi menyatakan bahwa dua puluh tujuh spesies dari Naga sampai Bundimun harus disembunyikan dari pandangan Muggle. Itu juga dilakukan untuk menghindari kecelakaan fatal akibat keberadaan hewan sihir tersebut. Dalam hal ini Kementerian sihir sudah  membuat aturan untuk menangani cara pemeliharaan hewan sihir tersebut seperti dengan: 1) Membuat habitat yang aman, 2) Pengawasan terhadap penjualan dan pembiakan, ) Mantra ilusi, 4) Jampi memori, 5) Pemberdayaan Kantor Salah Informasi.

Lalu muncul sebuah pertanyaan: mengapa sebagai komunitas sihir harus terus berusaha melindungi dan menyembunyikan hewan-hewan sihir, meskipun mereka buas dan tak dapat dijinakkan? Jawabannya adalah, tentu saja: untuk memastikan generasi penyihir masa depan bisa menikmati kecantikan dan kekuatan mereka yang langka sebagaimana kita sekarang memiliki hak istimewa tersebut.

Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib memberi klasiffikasi pada semua hewan, Makhluk, dan hantu yang telah dikenal:
  • XXXXX : Dikenal sebagai pembunuh penyihir/mustahil dilatih atau dijinakkan
  • XXXX : Berbahaya/butuh penetahuan khusus dan penanganan ahli
  • XXX : Penyihir yang cakap mampu menangani
  • XX : Tidak berbahaya
  • X : Bikin bosan
***

Acromantula (XXXXX)

Labah-labah raksasa bermata delapan yang mampu berbicara seperti manusia. Mereka berasal dari hutan rimba Borneo yang lebat (wooo dekat rumah saya!). Pemakan daging dan lebih suka melahap mangsa yang besar. Termasuk Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib.

Ashwinder (XXX)

Ashwinder tercipta ketika api sihir dibiarkan membakar tanpa kendai untuk waktu terlalu lama. Ular berwarna kelabu pucat dengan tubuh kecil dan mata merah menyala-nyala ini akan muncul ke balik bayang-bayang rumah yang ditemukannya sendiri, meninggalkan jejak abu di belakangnya. Ashwinder hanya hidup selama satu jam dan selama waktu itu hewan ini mencari tempat gelap dan terpencil untuk meletakkan telurnya, setelah itu ia akan roboh ke dalam abu. Telur-telur Ashwinder berwarna merah terang dan menguarkan panas yang hebat. Mereka akan membakar rumah dalam beberapa menit jika tidak ditemukan dan dibekukan dengan mantra yang sesuai.

Augurey (XX)

Juga dikenal sebagai Phoenix Irlandia. Burung kecil berwarna hitam kehijauan ini punya tampang sedih dan penampilannya agak mirip burung hering kecil yang kurang makan. Hewan ini amat pemalu, bersarang di semak dan duri, memangsa serangga-serangga besar dan Peri-Peri, hanya terbang sewaktu hujan lebat dan selebihnya mendekam di dalam sarangnya yang berbentuk air mata. Memiliki suara khusus berupa jeritan rendah dan berdentam-dentam, yang dipercaya sebagai pertanda kematian.

Basilisk (XXXXX)

Basilisk adalah ular berwarna hijau terang yang panjangnya bisa mencapai 15 meter. Basilisk pertama tercatat dibiakkan oleh Herpo yang Keji, Penyihir Hitam Yunani yang seorang Parselmouth yang setelah banyak melakukan eksperimen menemukan bahwa telur ayam yang dierami kodok akan menetaskan seekor ular raksasa yang memiliki kekuatan amat berbahaya. Taringnya amat berbisa, tatapan mata besarnya bisa membuat yang menatap akan mati mendadak.

Bowtruckle (XX)

Bowtruckle adalah makhluk penjaga-pohon yang ditemukan terutama di Inggris barat, Jerman bagian selatan, dan hutan-hutan Skandinavia tertentu. Makhluk ini amat sulit dilihat karena ukurannya yang kecil (paling besar hanya setinggi 20 sentimeter) dan tampaknya terdiri atas kulit kayu dan ranting dengan dua mata kecil berwarna cokelat. 

Centaurus (XXXX)

Centaurus berkepala manusia dengan dada dan lengan yang melekat pada tubuh kuda. Pandai dan mampu berbicara, tinggal di hutan, diyakini berasal dari Yunani. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah berkisar 10 sampai 50 anggota. Mereka terkenal ahli dalam bidang penyembuhan sihir, ramalan, seni panahan, dan astronomi.

Crup (XXX)

Berasal dari Inggris tenggara. Sosoknya mirip anjing terrier Jack Russel, kecuali ekornya yang bercabang dua. Hewan ini sangat setia pada penyihir dan galak terhadap Muggle. Crup hewan pemakan bangkai, yang melahap apa saja dari Jembalang sampai ban bekas.

Dragon--Naga (XXXXX)

Naga hewan sihir yang paling terkenal dan paling sulit bersembunyi. Naga betina umumnya lebih besar dan lebih agresif daripada yang jantan. Termasuk sebagai Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. Terdapat sepuluh jenis Naga yang dikenal yakni: Antipodean Opaleye, Chinese Fireball, Common Welsh Green, Hebridean Black, Hungarian Horntail. Norwegian Redgeback, Peruvian Vipertooth, Romanian Longhorn, Swedish Short-Snout, Ukrainian Ironbelly.

Flobberworm--Cacing Flobber (X)

Hidup di parit-parit lembap, tubuh gendut berwarna cokelat, panjang mencapai 25 sentimeter. Makanan kesukaannya adalah daun selada, meski mereka memakan hampir semua jenis tanaman.

Gnome--Jembalang (XX)

Gnome adalah hama kebun yang umum ditemui di seluruh Eropa bagian utara dan Amerika Utara. Tingginya mencapai sekitar tiga puluh sentimeter. Bisa diusir dari kebun dengan cara memutar-mutar mereka sampai pusing, lalu membuang mereka melewati tembok kebun. Cara lainnya mungkin menggunakan Jarvey.

Griffin (XXXX)

Berasal dari Yunani, memiliki kaki-kaki depan dan kepala elang raksasa, namun bertubuh dan berkaki belakang mirip singa. Digunakan untuk menjaga harta karun.

Hippogriff (XXX)

Kepalanya mirip elang raksasa, sedangkan tubuhnya mirip kuda. Hewan ini bisa dijinakkan akan tetapi sebaiknya dilakukan hanya oleh para ahli. Kontak mata sebaiknya dipertahankan ketika mendekati Hippogriff. Kita harus membungkuk untuk menunjukkan niat baik. Jika si Hippogriff balas membungkuk, berarti aman mendekatinya.

Lethifold (XXXXX)

Disebut juga Jubah Hidup, makhluk langka yang hanya terdapat di iklim tropis. Wujudnya menyerupai jubah hitam dengan ketebalan mencapai 1,25 sentimeter yang meluncur di tanah pada malam hari. Laporan tentang Lethiffold pada tahun 1782 dari penyihir Flavius Belby yang sedang berlibur di Papua Nugini (jangan-jangan di Indonesia juga ada?!). Patronus adalah satu-satunya mantra yang diketahui bisa menolak Lethifold. Meskipun demikian, karena makhluk itu umumnya menyerang mereka yang sedang tidur, hanya sedikit calon korban yang punya kesempatan menggunakan mantra apa pun untuk melawannya. Begitu mangsa-mangsanya berhasil dibuat lemas, Lethifold mencernanya saat itu juga di tempat tidur mereka.

Merpeolple (XXXX)

Merpeople atau Manusia Duyung tersebar di seluruh dunia. Meskipun bervariasi, penampilan mereka hampir mirip manusia. Kebiasaan dan adat istiadat mereka tetap merupakan msiteri, sama misterinya seperti Centaurus, walaupun penyihir-penyihir yan gmenguasai bahasa Mermish menyatakan bahwa jumlah anggota organisasi Merpeople yang amat teratur tidak sama, tergantung habitatnya, dan beberapa mempunyai tempat tinggal yang dibangun dengan terperinci. Merpeople paling tua tercatat dalam sejarah dikenal sebagai Siren (di Yunani) dan di dalam air yang lebih hangatlah kita menemukan putri duyung cantik yang digambarkan dalam buku bacaan dan lukisan Muggle. Selky, yang berasal dari Skotlandia, dan Merrow, dari Irlandia, tidak terlalu cantik, namun mereka sangat menggemari musik, yang merupakan hal umum bagi semua Merpeople.

Niffler (XXX)

Berbulu halus, hitam, dan bermoncong anjang, makhluk penggali ini gemar akan benda apa saja yang gemerlapan. Niffler sering dipelihara Goblin untuk menggali tanah mencari harta karun. Meski Nifffler lembut dan bahkan penuh kasih, mereka bisa merusak benda-benda dan sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah.

Pixie (XXX)

Berwarna biru terang, tinggi mencapai dua puluh sentimeter, dan sangat bandel. Pixie menggemari segala macam tipu daya dan lelucon-lelucon konyol. Meskipun tak punya sayap, makhluk ini bisa terbang. Dikenal suka menyambar telinga manusia yang sedang lengah dan membawa mereka ke puncak pohon atau gedung yang tinggi.

Puffskein (XX)

Puffskein terdapat di seluruh dunia. Dengan sosok berbentuk bola yang ditutupi bulu lembut berwarna krem, Puffskein merupakan makhluk jinak yang tidak keberatan dipeluk atau dilempar ke sana kemari.

Troll (XXXX)

Troll adalah makhluk menyeramkan yang tingginya mencapai hampir empat meter dan beratnya lebih dari satu ton. Terkenal akan kekuatan sekaligus kebodohannya yang luar biasa, Troll sering kali berperilaku ganas dan tak dapat diduga. 


***

Di-posting dalam rangka persiapan menonton Fantastic Beasts and Where to Find Them yang akan tayang hari ini di bioskop-bioskop terdekat \m/

Official trailer-nya ada di sini.



Purple Eyes

Judul : Purple Eyes
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Inari
Tebal Buku : 76 Halaman
ISBN : 9786027432208
Rating : 5 dari 5





Blurb:



"Karena terkadang, tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi."

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.


Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

***




Sekarang dia dipanggil Lyre, 24 tahun, asisten Hades. Setelah 120 tahun kematiannya, Hades mempunyai tugas baru untuk dirinya, yakni menemani Hades ke dunia manusia untuk menuntaskan misi pembunuhan yang meresahkan di Trondheim, Norwegia. Orang-orang mati dibunuh secara sadis, lalu diambil levernya.

Lyre berubah nama menjadi Solveig, asisten Tuan Halstein yang tak lain adalah Hades sendiri. Halstein menarget Ivarr Amundsen sebagai bagian dari misinya, maka mereka datang ke rumah pria itu sebagai orang yang ingin memesan boneka troll untuk suvenir acara pagelaran teater. Ivarr Amundsen adalah saudara dari salah satu korban kekejian pembunuh itu. Adiknya Nikolai Amundsen meninggal dunia dan pemberitaan tentangnya diliput oleh media.


Pemuda di depan Solveig ini, sebaliknya, mirip sekali dengan patung lilin. Dipahat dengan sangat indah, halus di setiap inci tubuhnya. Namun tanpa rasa. ---halaman 38

Semenjak adiknya meninggal, hidup Ivarr tidak lagi sama. Pemuda itu hidup tanpa hati, seperti kehilangan emosi apa pun dalam dirinya. Ia tidak menangis, tidak pula bersedih atas kematian tragis adiknya. Ia seperti patung lilin yang hidup tanpa nyawa. Hades memiliki rencana yang melibatkan Ivarr. Namun, demi keberhasilan rencana itu, ia tidak memberitahukannya pada Solveig. Gadis itu hanya diminta oleh Hades untuk terus mendekat dan menemui sang pria. Singkat cerita, Hades ingin agar Ivarr jatuh cinta pada Solveig.


Dan yang terjadi adalah... Solveig yang justru jatuh hati pada Ivarr.

"Kau kesal padanya. Kenapa membuat puisi tentangnya?" ---halaman 42

Lalu ketika mereka diam-diam saling menyimpan rasa, Hades menjalankan skenarionya yang cukup kejam, tanpa melupakan jati dirinya yang sebenarnya bahwa dia adalah sang Dewa Kematian.

***

Membenci itu sangat melelahkan, bahkan lebih menguras emosi daripada merasa sedih. ---halaman  117

Quick review:


Fantasi, mitologi, Norwegia, ada "Harry Potter" dan "Jostein Gaarder" disinggung dikit di sana, Inggris era Victoria, surat yang ditulis dengan segel lilin, plot twist yang menawan, cerita yang indah, nyaris bersih dari typo dan kesalahan penulisan, ditulis oleh penulis lokal yang rasanya seperti membaca novel terjemahan.... Apa yang bisa menghalangiku untuk tidak memberikan bintang lima?

Setelah tertunda sekian lamanya (karena ternyata bukunya nyelip di dalam lemari pakaian), akhirnya saya berhasil membuat review yang lebih panjang.

Purple Eyes adalah novel fantasi yang dingin, sedingin atmosfer kota Trondheim yang menjadi setting cerita ini. Memadukan antara fantasi—dunia mitologi yang benar-benar kental, apalagi Nowegia adalah tuan rumahnya mitologi Nodik—berbalut roman, dan juga sedikit thriller menjadi bumbu yang pas. Tentang Hades yang menjalankan peran di sebuah tempat antara kehidupan dan kematian, dengan asistennya Lyre—atau yang di dunia manusia memilih nama Solveig—yang meninggal di era Victoria, menjalani sebuah misi menyelesaikan pembunuhan mengerikan di sebuah tempat yang biasanya tenang. Skenario dibuat, tapi ternyata romansa menjadi sedikit kendala dalam menjalankan rencana. 

Setting tempat ini begitu kuat, saya bisa merasakan aura musim dingin dan juga beberapa latar yang diambil dalam kisah ini, menambah kesan kuat romantisme yang ingin dibangun. Karakter yang kuat: sosok Ivarr yang dingin bagai mayat hidup tanpa ekspresi yang indra perasanya mati suri, Solveig yang polos dan kuno (aduh, kenapa dia mau ke bumi nggak riset dulu sih, ngaku dari Inggris tapi nggak kenal Harry Potter? Siapa yang nggak curiga coba =))), dan Hades yang unik tapi sayang sekali, bagi saya Hades-nya kurang kejam. Plot twist-nya, benar-benar tak diduga, namun cukup masuk akal dan pas.

Tentang pesan tersiratnya mengenai kematian... dalam banget. Terima kasih karena sudah diingatkan tanpa kerasa digurui.

“Umur 22 tahun atau 200 tahun tidak ada bedanya. Kalau kau sudah meraih semua yang kau inginkan, yang tersisa bagimu hanyalah beristirahat dengan tenang. Dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kematian.” ---halaman 124

Salut banget sama Kak Prisca yang bisa membuat mitologi semanis novel-novel romantis tanpa melupakan kesan fantasinya. :)

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Genres

romance (82) adult (47) favorite (44) young adult (33) novel pembangun jiwa (25) adventure (21) Ngobras Buku (17) children (16) fantasy (15) teenlit (14) historical (13) classic (11) filsafat (10) islam (9) nonfiksi (9) thriller (7) amore (5) historical romance (5) kumcer (5) misteri (5) movie review (5) quotes (5) Challenge 2017 (4) metropop (4) psikologi (4) dystopia (3) biography (2) politik (2) hukum (1) komedi (1)

Setting

Indonesia (40) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)