Showing posts with label adventure. Show all posts
Showing posts with label adventure. Show all posts

Dash & Lily's Book of Dares

Judul : Dash & Lily's Book of Dares
Penulis : Rachel Cohn & David Levithan
Penerbit : POP
Tebal Buku : 306 Halaman
Cetakan Pertama, April 2016
ISBN : 9786026208002
Rating : 4 dari 5


Jurnal ini adalah sebuah alat musik yang aneh—pemainnya tak mengetahui musiknya sampai alat itu dimainkan. ---halaman 112

Blurb:

Aku telah meninggalkan beberapa petunjuk untukmu.
Jika kau mau tahu, balik halaman ini.
Jika tidak, tolong kembalikan buku ini ke raknya. 

Liburan kali ini Lily sendirian dan tidak punya teman untuk diajak bersenang-senang. Atas saran kakaknya, Lily meninggalkan sebuah jurnal merah di rak toko buku favoritnya, menanti seseorang untuk memecahkan teka teki di dalamnya.

Liburan kali ini Dash sendirian dan terlalu masa bodoh untuk diajak bersenang-senang. Namun jurnal merah yang Dash temukan di rak toko buku favoritnya berhasil membuat pemuda itu penasaran akan tantangan-tantangan yang Lily ajukan.


Liburan kali ini Dash dan Lily saling oper jurnal merah tempat mereka bertukar tantangan, mimpi, dan rahasia masing-masing tanpa pernah bertemu. Lalu apa yang terjadi berikutnya? Akankah permainan mereka berlanjut di dunia nyata? Atau haruskah keduanya menerima kenyataan bahwa jurnal merah telah mempermainkan nasib mereka?

***

Lily, seorang gadis berkacamata yang sejak peristiwa yang berhubungan dengan kematian tragis binatang peliharaannya di masa sekolah dasar, dikenal sebagai Jerilly kependekan dari "Penjerit Lily". Ia mempunyai orangtua yang mengambil libur Natal sebagai perayaan ulang tahun pernikahan dan pergi ke Fiji, kakak bernama Lansgston dan pacarnya Benny yang tidak ingin hari Natal mereka diganggu oleh adik sepertinya, Grandpa yang pergi mengunjungi pacarnya yang bernama Mabel di Florida. Singkat cerita, Natal yang baginya selalu dihiasi dengan perayaan menyenangkan, khusus tahun ini berubah menjadi menyebalkan.

Dash adalah pemuda yang menyenangi membaca buku dan senang mengunjungi Strand, toko buku yang ada di kotanya. Orangtuanya bercerai sehingga Natal ini ia menjalaninya sendiri. Pada ibunya ia mengatakan akan menghabiskan waktu dengan ayahnya, begitu pula sebaliknya. Ia mempunyai teman bernama Boomer, Priya, dan mantannya yang bernama Sofia. Setelah menemukan jurnal Moleskine misterius di Strand, toko buku favoritnya, ia merasa kalau Natal-nya kali ini akan istimewa.

Lily meninggalkan jurnal itu di salah satu rak buku dengan berbagai petunjuk yang harus dipecahkan. Sebenarnya ini adalah ide Langston dan Benny, tapi pada akhirnya Lily pun mengikuti arus permainan tersebut. Dash yang tergoda oleh rasa penasaran memecahkan petunjuk di antara buku-buku yang harus dicari dan ditemukan kata-katanya, pada akhirnya mengikuti juga petunjuk lain dan ikut meninggalkan petunjuk yang harus dipecahkan oleh Lily, gadis yang namanya ada di buku itu.

Keduanya saling meninggalkan jurnal itu sebagai petunjuk selanjutnya, melalui petualangan di tempat-tempat tertentu, saling mengerjai, memberikan jejak-jejak petunjuk yang harus dipecahkan masing-masing, agar jurnal itu tetap bisa teroper dan diisi oleh keduanya. Supaya permainan dapat terus berlanjut dan mereka saling mengenal melalui tulisan dan pemikiran masing-masing yang tertuang di atasnya. Mereka mengunjungi Macy's pusat perbelanjaan yang sangat ramai jelang Natal, ke bioskop untuk menonton film Gramma Got Run Over by a Reindeer, mengunjungi Madam Tussauds, dan tempat-tempat lainnya.

Keduanya memutuskan untuk saling menyimpan identitas masing-masing, selain nama Lily yang diketahui Dash, namun tidak sebaliknya. Dengan alasan bahwa nama Dash langka, dan kemungkinan mengetahui siapa dirinya begitu besar.

Kau bisa saja sedang berdiri beberapa kaki jauhnya—pasangan dansa Clara, atau di seberang jalan mengambil foto Rudolf sebelum dia terbang. Aku bisa saja duduk di sebelahmu di subway, atau bersentuhan denganmu sementara kita melewati pintu putar. Tapi bagaimanapun  kau di sini, kau memang ada di sini—karena kata-kata ini untukmu, dan kata-kata ini tak akan ada jika kau tidak di sini. Jurnal ini adalah sebuah alat musik yang aneh—permainnya tak mengetahui musiknya sampai alat itu dimainkan. ---halaman 112

Sampai pada satu ketika salah seorang dari mereka tidak sempat meninggalkan jurnal dan petunjuk selanjutnya, mereka menyadari bahwa permainan mereka berakhir. Terlebih lagi, kehadiran kembali orang-orang di dunia nyata mereka, yang membuat mereka tersadar bahwa apa yang selama ini keduanya lakukan mungkin hanyalah ilusi. 

Lalu pada akhirnya, apakah mereka berhasil bertemu dan menyelesaikan permainan yang mereka mainkan?

***

Dua orang remaja kesepian sedang melakukan permainan mereka dalam jurnal yang dioper secara berkala. Lily dan Dash, selain meninggalkan petunjuk tempat meletakkan jurnal selanjutnya, mereka juga menuliskan pemikiran-pemikiran mereka di dalam jurnal tersebut. Sebuah permainan yang seru dan unik. Terlebih lagi, memang keduanya adalah sosok yang tak kalah uniknya. Lily si gadis berkacamata yang suka menjerit tapi mempunyai orang-orang di sekelilingnya yang sayang padanya. Lalu Dash si cowok kutu buku yang dikenal sebagai Penggerutu yang punya kegandrungan dengan kata-kata unik.

Karakter Dash dan Lily benar-benar kuat, dengan segala dunia remaja yang melekat pada mereka. Saya bisa membayangkan bagaimana sosok Lily si gadis remaja beranjak dewasa yang kurang pergaulan ini--karena mereka telanjur mengenalinya sebagai Jerily dan karena ayahnya adalah wakil kepala sekolah--dalam benak saya. Pun begitu dengan Dash yang keren—cowok remaja kutu buku itu keren pokoknya--meskipun ia seorang yang penggerutu. Dari segi plot dan konflik, benar-benar tidak terduga dan tidak biasa. Bagaimana bisa membuat cerita dari sebuah jurnal dengan teka-tekinya bisa menjadi premis yang menarik? Lalu membuat kedua tokohnya secara tidak sengaja menjadi jatuh cinta dengan sosok imajiner itu? 

Saya benar-benar merasa relate dengan novel ini. Yang pertama dari segi cara penulisan dengan membuat dua tokohnya dari dua sisi dan dua sudut pandang yang berbeda, mengingatkan saya pada role playing fiction. Itu juga mungkin yang membuat saya tidak merasa kebosanan atau tidak merasa kurang cocok dengan cara penyampaian cerita yang begini karena sudah terbiasa membaca cerita versi RPF. Lalu, merasa jatuh cinta dengan teman dunia maya? Haaa... sudah biasa =)) Maksudnya, saya terbiasa jatuh cinta dengan karakter maya seseorang hingga benar-benar merasa terbuai tipuan Plato seperti yang disampaikan Dash di sini:

Aku tak mau memberi tahu Lily bahwa aku merasa kami terbuai tipuan Plato dan konsepnya mengenai belahan jiwa.  ---halaman 102

Itu tadi adalah tanggapan Dash ketika Lily mengungkapkan dalam jurnal Moleskine-nya tentang:

Aku ingin percaya bahwa ada seseorang di luar sana untukku. Aku ingin percaya bahwa aku ada untuk orang itu. ---halaman 102

Lalu kehadiran Sofia, dan teman-teman Dash di luar Lily dan aktivitas mereka berdua, seolah merepresentasikan "teman dunia nyata" bagi Dash. Ada banyak momen yang membuat saya suka dengan gadis itu.

"Seharusnya kau tak boleh menggantungkan harapan pada angan-angan." ---halaman 155

Jadi, Dash ini karakter yang keren sekali! (Ini kali kedua saya bilang Dash keren, ya?) Pemikirannya, hobi membacanya, dan bagaimana dia menjalani kehidupan sebagai anak broken home tapi tidak membuatnya memiliki sifat yang destruktif.

Mungkin yang dia inginkan hanyalah kembali ke perpustakaannya dan membaca seratus buku, hanya saja semua orang terus mengganggunya, mengatakan bahwa dia tak bisa selamanya sendirian. ---halaman 228

Kutipan di atas dalam banget maknanya karena seolah menampar-nampar saya hahaha.

Nasihat-nasihatnya pada Lily pun benar-benar mengena. Contohnya yang ini:

Kita meyakini hal-hal yang salah. Itulah yang paling membuatku frustrasi. Bukan keyakinan yang kurang kuat, tapi keyakinan akan hal-hal yang salah. Kau mencari makna? Yah, maknanya ada di luar sana. Hanya saja kita selalu sering salah mengartikannya. ---halaman 101

Dan satu hal kesamaan saya dengan Dash adalah soal... teh hijau! *toss sama Dash*

"Kau tahu saat seekor sapi mengunyah rumput? Dan si sapi mengunyah, mengunyah, dan mengunyah? Yah, teh hijau terasa seperti berciuman dengan lidah sapi yang baru selesai mengunyah rumput-rumput itu." ---halaman 177

Cerita yang manis, seru, menegangkan. Saya banyak belajar bagaimana cara membuat cerita remaja dari novel ini. Jadi penasaran, David Levithan dan Rachel Cohn membuat cerita ini bagaimana ya? Apakah salah satu dari mereka mengambil bagian satu tokoh atau seperti apa ya? Tapi bolehlah saya curiga kalau Cohn mengambil sisi Lily dan Levithan menulis bagian Dash? :D

Oh ya, saya suka dengan pembatas buku di novel ini. Mulanya sempat mengira kalau itu salah cetak, karena warnanya yang berbeda dan tidak ada bagian yang sama dengan covernya. Eh ternyata, itu tiket film yang ditonton Lily!




Kutipan penutup bagi ulasan novel ini, terutama untuk teman-teman di luar sana yang berkenalan dengan saya lewat tulisan:

Perbuatanku jarang sesuai dengan perkataanku. Dan karena kita berkenalan lewat kata-kata, aku bisa mengecewakanmu dalam banyak cara. ---halaman 256

Satu kutipan lagi yang keren:

Takdir menyusun rencana dengan cara yang aneh. ---halaman 253

Oke, ini benar-benar yang terakhir! =))

Hal-hal berubah sepanjang waktu, seringnya dalam skala kecil. Begitulah hidup berjalan, kurasa. ---halaman 278


Fantastic Beasts & Where to Find Them

Judul : Fantastic Beasts & Where to Find Them
(Hewan-Hewan Sihir dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan)
Penulis : Newt Scamander--eh, JK Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 88 Halaman
ISBN : 9789796865635
Rating : 4 dari 5




Blurb:

Hampir setiap rumah para penyihir di seluruh negeri pasti memiliki satu eksemplar buku Fantastic Beasts and Where to Find Them atau Hewan-Hewan Fantastic dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan. Kini hanya untuk waktu terbatas, Muggle juga mendapat kesempatan untuk mengetahui di mana asal Buckbeak si Hippogriff, bahwa Naga Punggung Bersirip Norwegia (bangsanya Bayi Norbert) pernah memangsa ikan paus, dan bahwa Pixie yang pernah membuat Profesor Lockhart ketakutan setengah mati sebenarnya sangat menggemari lelucon-lelucon konyol.

Hasil penjualan buku ini akan disumbangkan pada Comic Relief. Itu artinya, rupiah dan Galleon yang kauserahkan untuk mendapatkan buku ini akan digunakan untuk menolong dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi sesama kita yang kurang beruntung. Saya perlu mengingatkan, keajaiban seperti ini melebihi kemampuan penyihir mana pun juga. Jika kau merasa alasan ini tak cukup kuat, dan karenanya enggan membeli buku ini, tanggung sendiri kalau kau tiba-tiba diserang Troll dan tidak tahu bagaimana melawan makhluk yang sebenarnya bodoh ini.










***

Ini adalah buku milik Harry Potter (juga milik Ron Weasley sebab bukunya sendiri sudah sobek-sobek). Sebuah buku pelajaran sekolah tentang hewan-hewan fantastis dan di mana mereka bisa ditemukan karangan Newt Scamander, dan merupakan edisi istimewa dengan kata pengantar oleh Albus Dumbledore.






Newton "NEWT" Scamander sendiri lahir pada tahun 1897, alumni Hufflepuff, yang memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap hewan-hewan sihir. Ia mendapat minat pada hewan-hewan fantastis itu dari ibunya yang seorang peternak Hippogriff hias. Setelah lulus dari Hogwarts, Newt Scamander bekerja di Kementrian Sihir di Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. 

Untuk keperluan riset terhadap hewan-hewan sihir fantastis, Newt Scamander mengumpulkan informasi hingga mendatangi banyak tempat untuk menyusun bukunya yang ini.

Sebagai pengantar, Albus Dumbledore menyampaikan bahwa buku karangan Newt Scamander ini telah menjadi buku pelajaran resmi di Sekolah Sihir Hogwarts sejak penerbitan pertamanya. Rumah-rumah para penyihir tidak lengkap tanpa kehadiran buku ini, karena di dalamnya terdapat cara terbaik untuk membersihkan hamparan Horklump, mengartikan tangisan sedih Augurey, atau menyembuhkan Puffskein yang sakit akibat minum dari toilet.

Dumbledore menuliskan:

Akhir kata saya memperingatkan siapa pun yang telah membaca sampai sejauh halaman ini tanpa membeli buku ini, akan terkena Kutukan Maling. Dalam kesempatan ini, saya ingin meyakinkan para Mugle yang membeli buku ini bahwa semua makhluk lucu yang digambarkan di dalamnya adalah fiktif belaka dan tidak dapat melukai dirimu. Kepada para penyihir, saya hanya ucapkan:

Draco dormiens nunquam titillandus--Jangan mengusik naga yang sedang tidur.

Scamander menceritakan dalam pendahuluan buku ini, bahwa dirinya melakukan perjalanan dan riset bertahun-tahun untuk membuat bukunya. Ia bertemu dengan penyihir berusia tujuh tahun yang menghabiskan waktu berjam-jam di kamar tidurnya memotong-motong Horklump. Ia juga bercerita tentang perjalanan dari hutan paling gelap ke gurun pasir paling terang, dari puncak gunung ke rawa berlumur yang ketika dewasa melacak hewan-hewan yang akan digambarkan di buku ini. Ia mengunjungi berbagai sarang, liang, dan lubang di lima benua, mengamati kebiasaan-kebiasaan aneh hewan-hewan fantastis di seratus negara, menyaksikan kekuatan mereka, memperoleh kepercayaan mereka, dan kadang menghalam mereka dengan ketel perjalanan miliknya.

Saat edisi pertama buku ini keluar, Scamander hanyalah pegawai rendahan di Kementrian Sihir dengan pendapatan dua Sickle per minggu. Namun setelah bukunya laris manis hingga mengalami cetak ulang 52 kali, kehidupannya menjadi jauh lebih baik.

Di pendahuluan ini, Newt Scamander akan menjelaskan pertanyaan yang paling sering diajukan kepadanya;

Apakah hewan itu?

Kalau kata Harry Potter: makhluk besar berbulu yang kakinya banyak, ah tapi jangan dipercaya kalimat itu. Mari kita dengarkan saja apa pendapat Scamander tentang hewan yang dikutipnya dari penjelasan beberapa Menteri Sihir. Ia menjelaskannya dengan mempertimbangkan tiga jenis makhluk gaib: Werewolf atau Manusia Serigala yang adalah manusia namun berubah menjadi hewan buas berkaki empat dengan naluri membunuh, Centaurus yang kebiasaan dan kehidupannya berbeda dari manusia, Troll yang berpenampilan mirip manusia tapi tidak punya kemampuan sihir dan mereka kurang pintar alias bodoh.

Penggolongan "Makhluk" dan "hewan" dalam komunitas sihir telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. "Makhluk" sendiri adalah makhluk yang layak memperoleh hak-hak hukum dan hak bersuara dalam pemerintahan dunia sihir, sedangkan "hewan" tetap digolongkan sebagai hewan.

Burdock Muldoon, Ketua Dewan Penyihir abad keempat belas mengatakan bahwa makhluk dua kaki akan dianugerahi status "Makhluk", selebihnya digolongkan sebagai "hewan". Ternyata penggolongan ini menuai kejadian yang membuat Muldoon bersumpah menolak upaya apa pun untuk memasukkan para anggota masyarakat sihir yang bukan-penyihir ke Dewan Penyihir karena para makhluk dua kaki mengacaukan pertemuan Dewan Penyihir.

Madame Elfrida Clagg memberi arti baru pada "Makhluk", yakni mereka yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Akan tetapi timbul masalah baru ketika para Troll yang telah diajari bahasa manusia oleh para Goblin datang dan mulai menghancurkan aula. Jarvey mencakar sebanyak mungkin pergelangan kaki dan Hantu menghadiri pertemuan.

Barulah pada tahun 1811 Grogon Stump mengumumkan bahwa "Makhluk" adalah "makhluk apa pun yang memiliki cukup inteligensi untuk memahami hukum-hukum masyarakat sihir dan ikut bertanggung jawab dalam membentuk hukum-hukum tersebut.

Muggle tidak selamanya tidak menyadari keberadaan makhluk gaib besar yang sulit disembunyikan. Makhluk yang ada dalam khayalan Muggle selama berabad-abad seperti Naga, Griffin, Unicorn, Phoenix, Centaurus, adalah nyata. Yang menjadi keprihatinan adalah nasib para hewan menakjubkan tersebut yang harus disembunyikan dari Muggle dan harus diyakinkan bahwa sihir itu tidak ada. Hasil konferensi menyatakan bahwa dua puluh tujuh spesies dari Naga sampai Bundimun harus disembunyikan dari pandangan Muggle. Itu juga dilakukan untuk menghindari kecelakaan fatal akibat keberadaan hewan sihir tersebut. Dalam hal ini Kementerian sihir sudah  membuat aturan untuk menangani cara pemeliharaan hewan sihir tersebut seperti dengan: 1) Membuat habitat yang aman, 2) Pengawasan terhadap penjualan dan pembiakan, ) Mantra ilusi, 4) Jampi memori, 5) Pemberdayaan Kantor Salah Informasi.

Lalu muncul sebuah pertanyaan: mengapa sebagai komunitas sihir harus terus berusaha melindungi dan menyembunyikan hewan-hewan sihir, meskipun mereka buas dan tak dapat dijinakkan? Jawabannya adalah, tentu saja: untuk memastikan generasi penyihir masa depan bisa menikmati kecantikan dan kekuatan mereka yang langka sebagaimana kita sekarang memiliki hak istimewa tersebut.

Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib memberi klasiffikasi pada semua hewan, Makhluk, dan hantu yang telah dikenal:
  • XXXXX : Dikenal sebagai pembunuh penyihir/mustahil dilatih atau dijinakkan
  • XXXX : Berbahaya/butuh penetahuan khusus dan penanganan ahli
  • XXX : Penyihir yang cakap mampu menangani
  • XX : Tidak berbahaya
  • X : Bikin bosan
***

Acromantula (XXXXX)

Labah-labah raksasa bermata delapan yang mampu berbicara seperti manusia. Mereka berasal dari hutan rimba Borneo yang lebat (wooo dekat rumah saya!). Pemakan daging dan lebih suka melahap mangsa yang besar. Termasuk Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib.

Ashwinder (XXX)

Ashwinder tercipta ketika api sihir dibiarkan membakar tanpa kendai untuk waktu terlalu lama. Ular berwarna kelabu pucat dengan tubuh kecil dan mata merah menyala-nyala ini akan muncul ke balik bayang-bayang rumah yang ditemukannya sendiri, meninggalkan jejak abu di belakangnya. Ashwinder hanya hidup selama satu jam dan selama waktu itu hewan ini mencari tempat gelap dan terpencil untuk meletakkan telurnya, setelah itu ia akan roboh ke dalam abu. Telur-telur Ashwinder berwarna merah terang dan menguarkan panas yang hebat. Mereka akan membakar rumah dalam beberapa menit jika tidak ditemukan dan dibekukan dengan mantra yang sesuai.

Augurey (XX)

Juga dikenal sebagai Phoenix Irlandia. Burung kecil berwarna hitam kehijauan ini punya tampang sedih dan penampilannya agak mirip burung hering kecil yang kurang makan. Hewan ini amat pemalu, bersarang di semak dan duri, memangsa serangga-serangga besar dan Peri-Peri, hanya terbang sewaktu hujan lebat dan selebihnya mendekam di dalam sarangnya yang berbentuk air mata. Memiliki suara khusus berupa jeritan rendah dan berdentam-dentam, yang dipercaya sebagai pertanda kematian.

Basilisk (XXXXX)

Basilisk adalah ular berwarna hijau terang yang panjangnya bisa mencapai 15 meter. Basilisk pertama tercatat dibiakkan oleh Herpo yang Keji, Penyihir Hitam Yunani yang seorang Parselmouth yang setelah banyak melakukan eksperimen menemukan bahwa telur ayam yang dierami kodok akan menetaskan seekor ular raksasa yang memiliki kekuatan amat berbahaya. Taringnya amat berbisa, tatapan mata besarnya bisa membuat yang menatap akan mati mendadak.

Bowtruckle (XX)

Bowtruckle adalah makhluk penjaga-pohon yang ditemukan terutama di Inggris barat, Jerman bagian selatan, dan hutan-hutan Skandinavia tertentu. Makhluk ini amat sulit dilihat karena ukurannya yang kecil (paling besar hanya setinggi 20 sentimeter) dan tampaknya terdiri atas kulit kayu dan ranting dengan dua mata kecil berwarna cokelat. 

Centaurus (XXXX)

Centaurus berkepala manusia dengan dada dan lengan yang melekat pada tubuh kuda. Pandai dan mampu berbicara, tinggal di hutan, diyakini berasal dari Yunani. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah berkisar 10 sampai 50 anggota. Mereka terkenal ahli dalam bidang penyembuhan sihir, ramalan, seni panahan, dan astronomi.

Crup (XXX)

Berasal dari Inggris tenggara. Sosoknya mirip anjing terrier Jack Russel, kecuali ekornya yang bercabang dua. Hewan ini sangat setia pada penyihir dan galak terhadap Muggle. Crup hewan pemakan bangkai, yang melahap apa saja dari Jembalang sampai ban bekas.

Dragon--Naga (XXXXX)

Naga hewan sihir yang paling terkenal dan paling sulit bersembunyi. Naga betina umumnya lebih besar dan lebih agresif daripada yang jantan. Termasuk sebagai Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. Terdapat sepuluh jenis Naga yang dikenal yakni: Antipodean Opaleye, Chinese Fireball, Common Welsh Green, Hebridean Black, Hungarian Horntail. Norwegian Redgeback, Peruvian Vipertooth, Romanian Longhorn, Swedish Short-Snout, Ukrainian Ironbelly.

Flobberworm--Cacing Flobber (X)

Hidup di parit-parit lembap, tubuh gendut berwarna cokelat, panjang mencapai 25 sentimeter. Makanan kesukaannya adalah daun selada, meski mereka memakan hampir semua jenis tanaman.

Gnome--Jembalang (XX)

Gnome adalah hama kebun yang umum ditemui di seluruh Eropa bagian utara dan Amerika Utara. Tingginya mencapai sekitar tiga puluh sentimeter. Bisa diusir dari kebun dengan cara memutar-mutar mereka sampai pusing, lalu membuang mereka melewati tembok kebun. Cara lainnya mungkin menggunakan Jarvey.

Griffin (XXXX)

Berasal dari Yunani, memiliki kaki-kaki depan dan kepala elang raksasa, namun bertubuh dan berkaki belakang mirip singa. Digunakan untuk menjaga harta karun.

Hippogriff (XXX)

Kepalanya mirip elang raksasa, sedangkan tubuhnya mirip kuda. Hewan ini bisa dijinakkan akan tetapi sebaiknya dilakukan hanya oleh para ahli. Kontak mata sebaiknya dipertahankan ketika mendekati Hippogriff. Kita harus membungkuk untuk menunjukkan niat baik. Jika si Hippogriff balas membungkuk, berarti aman mendekatinya.

Lethifold (XXXXX)

Disebut juga Jubah Hidup, makhluk langka yang hanya terdapat di iklim tropis. Wujudnya menyerupai jubah hitam dengan ketebalan mencapai 1,25 sentimeter yang meluncur di tanah pada malam hari. Laporan tentang Lethiffold pada tahun 1782 dari penyihir Flavius Belby yang sedang berlibur di Papua Nugini (jangan-jangan di Indonesia juga ada?!). Patronus adalah satu-satunya mantra yang diketahui bisa menolak Lethifold. Meskipun demikian, karena makhluk itu umumnya menyerang mereka yang sedang tidur, hanya sedikit calon korban yang punya kesempatan menggunakan mantra apa pun untuk melawannya. Begitu mangsa-mangsanya berhasil dibuat lemas, Lethifold mencernanya saat itu juga di tempat tidur mereka.

Merpeolple (XXXX)

Merpeople atau Manusia Duyung tersebar di seluruh dunia. Meskipun bervariasi, penampilan mereka hampir mirip manusia. Kebiasaan dan adat istiadat mereka tetap merupakan msiteri, sama misterinya seperti Centaurus, walaupun penyihir-penyihir yan gmenguasai bahasa Mermish menyatakan bahwa jumlah anggota organisasi Merpeople yang amat teratur tidak sama, tergantung habitatnya, dan beberapa mempunyai tempat tinggal yang dibangun dengan terperinci. Merpeople paling tua tercatat dalam sejarah dikenal sebagai Siren (di Yunani) dan di dalam air yang lebih hangatlah kita menemukan putri duyung cantik yang digambarkan dalam buku bacaan dan lukisan Muggle. Selky, yang berasal dari Skotlandia, dan Merrow, dari Irlandia, tidak terlalu cantik, namun mereka sangat menggemari musik, yang merupakan hal umum bagi semua Merpeople.

Niffler (XXX)

Berbulu halus, hitam, dan bermoncong anjang, makhluk penggali ini gemar akan benda apa saja yang gemerlapan. Niffler sering dipelihara Goblin untuk menggali tanah mencari harta karun. Meski Nifffler lembut dan bahkan penuh kasih, mereka bisa merusak benda-benda dan sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah.

Pixie (XXX)

Berwarna biru terang, tinggi mencapai dua puluh sentimeter, dan sangat bandel. Pixie menggemari segala macam tipu daya dan lelucon-lelucon konyol. Meskipun tak punya sayap, makhluk ini bisa terbang. Dikenal suka menyambar telinga manusia yang sedang lengah dan membawa mereka ke puncak pohon atau gedung yang tinggi.

Puffskein (XX)

Puffskein terdapat di seluruh dunia. Dengan sosok berbentuk bola yang ditutupi bulu lembut berwarna krem, Puffskein merupakan makhluk jinak yang tidak keberatan dipeluk atau dilempar ke sana kemari.

Troll (XXXX)

Troll adalah makhluk menyeramkan yang tingginya mencapai hampir empat meter dan beratnya lebih dari satu ton. Terkenal akan kekuatan sekaligus kebodohannya yang luar biasa, Troll sering kali berperilaku ganas dan tak dapat diduga. 


***

Di-posting dalam rangka persiapan menonton Fantastic Beasts and Where to Find Them yang akan tayang hari ini di bioskop-bioskop terdekat \m/

Official trailer-nya ada di sini.



Rooftoppers -- Para Penghuni Atap

Judul : Rooftoppers -- Para Penghuni Atap
Penulis : Katherine Rundell
Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai)
Tebal Buku : 300 Halaman
ISBN : 9786029251319
Rating : 4 dari 5



"Aku selalu berpikir bahwa jika cinta punya aroma, maka aromanya seperti roti yang masih hangat." ---halaman 198

***

Blurb:

Tidak ada yang percaya bahwa ibu Sophie selamat dari kecelakaan kapal yang terjadi ketika Sophie masih bayi. Kemungkinan selalu ada dan Sophie tidak kehilangan harapan untuk dapat bertemu dengan ibunya kembali. Saat lembaga kesejahteraan melayangkan surat kepada pengasuh Sophie agar mengirimkannya ke panti asuhan. Sophie melarikan diri ke Paris. Ia mencari ibunya dengan satu petunjuk, alamat yang tertulis di boks cello yang menyelamatkan nyawa Sophie saat masih bayi. Sophie pun bertemu para penghuni atap (rooftoppers) dan menjelajahi atap-atap Kota Paris untuk mcncari keberadaan ibunya sebelum harapan hilang selamanya.

***

Sophie adalah seorang bayi yang ditemukan di dalam kotak cello oleh Charles Maxim, tiga puluh enam tahun. Sejak saat itu, Charles memutuskan untuk merawat bayi itu seorang diri, dan menamainya Sophie. Charles belum pernah benar-benar mengenal seorang anak sebelumnya, sehingga kekhawatiran menyelubunginya.

"Sungguh, aku takut, memahami buku juh lebih mudah bagiku ketimbang memahami orang. Buku sangat mudah diajak bersahabat." ---halaman 3

Miss Elliot, agen perlindungan anak, datang mengunjungi Charles dan Sophie, hendak mengambil gadis mungil itu dan membawanya dalam perlindungan. Namun, Charles menolaknya, dan bersikeras untuk merawat Sophie seorang diri. 

"Aku akan menyayanginya. Itu pastilah cukup, apabila puisi yang kubaca belumlah cukup." ---halaman 7

Miss Elliot pantang menyerah, dia selalu datang mengunjungi Charles dan Sophie secara rutin untuk melakukan inspeksi. Dia mengamati perkembangan Sophie dan memberikan penilaian bahwa gadis kecil itu tumbuh tidak seperti sebagaimana lazimnya anak perempuan. Miss Elliot bertanya seputar apa yang Sophie makan, mengomentari penampilan, dan juga Sophie yang tidak bersekolah formal. Dia masih yakin kalau Sophie harus diselamatkan dari didikan Charles.

Sophie sendiri, seiring berjalannya waktu, merasa bahwa dia mengingat ibunya. Menurut Charles Sophie hanyalah berhalusinasi. Namun Sophie meyakinkan diri kalau dia tidak sedang mengkhayalkan itu semua. Sophie benar-benar merindukan ibunya.

Ibu adalah sesuatu yang kau butuhkan, seperti udara, dan air. Bahkan ibu di atas kertas pun lebih baik daripada tidak ada sama sekali, termasuk juga ibu khayalan. Ibu adalah tempat untuk meletakkan hatimu. Mereka adalah tempat beristirahat untuk memulihkan napasmu. ---halaman 33

Ketika berulang tahun kedua belas, Charles memberinya hadiah dua belas buku. Sophie amat senang dengan hadiah itu.

"Buku-buku yang kau baca di usiamu sekaranglah yang akan terus kau ingat. Buku akan menyibak dunia untukmu." ---halaman 35

Namun, kebahagiaan ulang tahunnya harus ternoda karena mereka mendapatkan surat inspeksi. Meskipun Charles dan Sophie sudah berusaha semaksimal mungkin menampilkan sesuatu yang layak pada inspektor itu--mereka membersihkan rumah, Sophie mengenakan pakaian perempuan dan menyisir rambutnya yang kusut--akan tetapi putusan pada Sophie tetap harus berlaku, bahwa Sophie harus tinggal di panti asuhan. Jika Charles tidak mau menyerahkan gadis itu, maka Charles akan dipenjara.

Sophie tidak mau masuk panti asuhan. Dan karena dia menemukan sesuatu di kotak cello-nya yang memungkinkan dirinya menemukan ibunya, maka Sophie dan Charles memutuskan untuk melarikan diri ke Paris.

Sesampainya di Paris, Charles berupaya untuk menemukan ibu Sophie melalui petunjuk yang ada, namun hasilnya nihil. Karena mengkhawatirkan Sophie akan ketangkap jika dia ikut menyusuri jalanan Paris, maka Sophie diminta untuk tidak keluar dari tempat penginapan. Sophie menemukan jendela yang menghubungkannya ke atap, dan dari sana, dia bertemu dan berkenalan dengan Matteo, si Penghuni Atap. Melalui perkenalan ini, Sophie juga bertemu dengan para penghuni atap lainnya, dan melakukan petualangan seru dengan mereka. Namun, pertemanan dengan Matteo ini harus dirahasiakan oleh Sophie dari Charles, ayahnya. Meskipun begitu, Charles bisa mengendus gelagat mencurigakan dari Sophie. Namun dia hanya mengatakan ini pada gadis kecilnya itu:

"Semua orang butuh rahasia. Hanya saja, pastikan rahasia itu baik." ---halaman 195

Lalu, selama mereka tinggal di Paris, apakah pada akhirnya Sophie akan menemukan ibunya?

***

Somtimes I judge a book by it's cover. Begitulah awal mula perkenalan saya dengan novel ini. Meskipun tidak berwarna merah muda (oke, saya mudah luluh dengan cover pink atau yang cantik bunga-bunga), tapi sampul buku ini benar-benar cantik: seorang gadis cilik yang berada di atap, dengan burung-burung di langit dan Menara Eiffel sebagai lanskap utama kota Paris. Lalu yang lebih meyakinkan saya adalah, saat membalik bukunya, ternyata nama si tokoh utama adalah Sophie (actually, I addicted with several names, ex: Sophie, Joshua, Benjamin, Abe, don't ask why *yha*). Oke, jadi pada akhirnya, saya memutuskan untuk membeli ini. 

Jujur harus saya katakan, sebenarnya saya takut dan sangsi membaca novel terjemahan selain dari penerbit tertentu, karena saya pernah mendapatkan buku-buku terjemahan yang kualitas terjemahan maupun penyuntingannya buruk. Jadi, saya tidak memberikan ekspektasi berlebih terhadap novel ini. Namun ternyata, kekhawatiran saya hilang begitu saja saat saya membaca halaman pertamanya. Terjemahannya keren.... Secara umum, meskipun masih ada beberapa kesalahan penulisan, tapi membaca novel ini tidak membuat saya kecewa. Jadi, bisa dibilang untuk novel ini, muluuus.

Dari segi jalannya cerita, Rooftoppers menyajikan cerita yang tidak biasa. Tentang hubungan ayah angkat dan anak yang seru meskipun di beberapa hal, saya harus menyepakati Miss Elliot tentang... bagaimana caranya mendidik anak perempuan yang tidak dimengerti oleh Charles (kenapa dia nggak sama Miss Elliot aja sih? xD *gemas*). Lalu yang membuat saya tak habis pikir adalah... bagaimana penulis menyajikan dunia yang tidak biasa: tentang kehidupan anak-anak di atas atap. Selama ini kita mendengar dan menyaksikan langsung kehidupan anak jalanan (di atas tanah), tapi tidak pernah terpikir tentang kehidupan di balik atap-atap yang menjulang tinggi. Bagaimana mereka hidup dari satu atap ke atap lainnya, mengetahui jenis-jenis genteng mana yang bisa didiami, dan bagaimana caranya terlindung dari pengamatan orang-orang di daratan. Membuat mereka benar-benar tersembunyi. Keren.

Tiga per empat novel ini, tone-nya begitu cepat, membuat saya rela harus begadang karena tak sabar mengetahui ending-nya. Seru, menegangkan. Apalagi buat yang phobia ketinggian seperti saya.

Setelah membaca ini, membuat saya lebih "peka" dan jadi sering mengamati atap-atap bangunan. Kalau di atap rumah saya sih, nggak ada ya, gentengnya dari seng jadi kalau ada orang pasti ketahuan :p

Satu pesan dari Matteo untuk Sophie, yang harus saya pelajari juga dalam kehidupan ini:

"Menunggu adalah bakat. Kau harus mempelajarinya." ---halaman 209

The Screaming Staircase (Undakan Menjerit)

Judul : The Screaming Staircase (Undakan Menjerit)
Seri The Lockwood & Co.
Penulis : Jonathan Stroud
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 424 Halaman
ISBN : 9786020301365
Rating : 4 dari 5




"Ragukan bintang-bintang menyala, Ragukan mentari mengitarimu, Ragukan kejujuran sebagai dusta, Tapi jangan ragukan cintaku." (Hamlet---W. Shakespeare)


Blurb:


Setelah gelap, bunyikan lonceng dan tunggu di luar garis besi.

Selama lima puluh tahun lebih, wabah hantu menyerang Inggris. Lucy Carlyle, penyelidik paranormal yang masih muda, menginginkan karier cemerlang. Namun, kenyataannya ia bergabung dengan agensi pembasmi hantu paling kecil, paling kumuh di London, dipimpin Anthony Lockwood yang karismatis.


Ketika salah satu kasus mereka berakhir dengan kekacauan fatal, Lockwood & Co. memiliki peluang untuk memperbaiki keadaan. Sayangnya, itu berarti mereka harus menginap di rumah paling berhantu di Inggris.

Cover depannya sih oke. Tapi begitu dibuka...


***

Lucy Carlyle mengalami kejadian tragis dengan agennya terdahulu, yang menyebabkan dirinya nekat untuk pergi ke London seorang diri dan mencoba untuk melamar pada agensi pemburu hantu (bahasa kerennya: penyelidik paranormal) di sana. Ternyata untuk mendapatkan pekerjaan baru, tidak semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Berkali-kali ia ditolak oleh agensi besar karena tidak bisa membuktikan dirinya sebagai seseorang dengan Bakat, karena sertifikatnya ada pada Agen Jacobs penyelia terdahulunya yang ia tinggalkan di desa.

Menghadapi masa-masa nyaris kehabisan uang, Lucy melamar pekerjaan pada Lockwood & Co, di sebuah rumah yang merangkap sebagai kantor yang terlihat kurang mengesankan. Di sana ia bertemu dengan bocah tambun yang juga tidak memberikan kesan pertama yang baik bernama George. Dan juga tentu saja, si pemimpin agensi, pemuda bersemangat yang jauh lebih baik ketimbang George, yakni Anthony Lockwood.

Singkat cerita, akhirnya Lucy bergabung dengan mereka dan mendapatkan tempat di rumah tersebut. Bersama dengan kedua rekannya, mereka melakukan pekerjaan memburu hantu. Meskipun, hantu-hantu yang mereka hadapi rata-rata adalah hantu Tipe Satu.

Saat itu, Anthony dan Lucy mendapatkan klien yang bermasalah dengan rumah hantu mereka. Mr. Hope meninggal di rumah itu. Dan di sana, Lucy dan Anthony rupanya menghadapi hantu Tipe Dua yang cukup berat. Satu kesalahan yang mereka lakukan adalah: yang pertama mereka kurang riset seputar rumah tersebut dan yang kedua, Lockwood lupa membawa rantai besi. Akibatnya fatal, mereka harus menggunakan api yunani untuk menyelamatkan diri dan mengakibatkan rumah tersebut terbakar.

Di dalam sana, Lucy bertemu dengan sesosok hantu yang diketahui bernama Annabel Ward, dan ia bahkan--entah bagaimana ceritanya--mengambil liontin milik hantu tersebut. Dari sinilah kekacauan mulanya terjadi. Tidak hanya itu, Lockwood & Co. juga dituntut untuk membayar kerugian akibat rumah yang terbakar. Karena kejadian ini, mereka harus mendapatkan uang dalam rentang waktu tertentu, sementara itu kasus yang berdatangan pada hilang. 

Lockwood mulai memperbaiki keadaan dengan menyelidiki seputar kematian Annabel Ward, guna mendapatkan publisitas bagi agensinya, dan supaya bisa menghasilkan uang untuk membayar ganti rugi. Dan, peluang itu datang. Namun, mereka harus menginap di sebuah bangunan paling berhantu di Inggris.

***

"Berhentilah mencemaskan masa lalu! Masa lalu hanya untuk hantu. Kita semua pernah melakukan hal-hal yang kita sesali. Namun masa depanlah yang terpenting." ---halaman 400

Sambil nunggu pesanan pizza


Jujur saja, mulanya saya merasa bosan sekali membaca ini bahkan ingin mengganti baca buku lain saja yang untungnya tidak saya lakukan. Di awal cerita, tidak menyuguhkan tentang masa lalu Lucy atau bagaimana ia bergabung dengan Lockwood & Co., tetapi mengenai salah satu misi yang dijalankannya bersama Lockwood. Setelah beberapa halaman, barulah pembaca dibawa flashback untu mengetahui bagaimana cerita itu bermula. Tentang wabah hantu yang sudah melanda Inggris sejak puluhan tahun yang lalu, tentang anak-anak yang mempunyai Bakat yang ditampung oleh agensi-agensi (yang saya membayangkannya mereka seperti polisi cilik yang dihormati, dengan rapier yang terus-terusan dibawa ke mana-mana, pakai seragam ala-ala tokoh pahlawan dalam anime :p). 

Karakternya? Keren. Masing-masing karakter utama memiliki kelebihannya masing-masing yang saling melengkapi. Lockwood, cukup baik dalam indra penglihatan, lalu Lucy yang cukup peka terhadap indra perasa, pendengaran, dan juga peraba. Dan George? Meskipun tidak terlalu lihai keduanya, ia mempunyai minat yang besar terhadap perpustakaan. Kemampuannya ini sangat membantu dalam hal riset atau perencanaan dalam melakukan misi. Terlebih lagi si pemimpin mereka, Lockwood, juga memiliki ambisi serta semangat dalam hal perburuan misi mereka.

Sampai di sini, Stroud berhasil membangun sebuah universe yang masuk ke dalam nalar. Apalagi tentang cara menanggulangi hantu dengan besi-besian dan peralatan tempur para agen lainnya. Harus saya akui, informasi-informasi yang disebarkan dalam cerita cukup realistis dan mengalir. Dan ketika sudah sampai pada momen ini, juga kejelasan jalan cerita ini mau di bawa ke mana, membuat saya bertahan untuk membacanya, dan juga tertarik!

Oh, saya tidak akan mengatakan kalau saya tidak tertarik jika saat membacanya, kesan yang timbul begitu nyata. Terlebih lagi jika kau ikut merasakan sensasi seperti ada hantu di dekat kalian hanya dari deskripnya. Inilah yang menyebabkan mengapa saya berhenti membaca buku ini setelah jam sebelas malam, hahaha. (Apalagi saat kamu punya sepupu yang bisa "melihat" dan mengatakan kalau di kolong kasur tempatmu tidur ada "penghuni"-nya. *bye*)

"Itulah masalahnya dengan hantu. Mereka tidak pernah bicara jelas." ---halaman 339

Tapi saya tidak berharap mendengar hantu berbicara jelas, tidak ya =))

Dari awal saya sudah menduga kalau ada kaitan antara satu kasus dengan kasus lainnya. Namun, misteri yang membungkus ceritanya sangat menarik dan dijelaskan dengan detail. Terutama, yang berkaitan dengan tulisan pada liontin milik Annabel Ward.

Tormentum meum laetitia mea.

Awal mulanya juga menduga kalau "undakan menjerit" ini ada di kasus pertama, ternyata bukan. Dan tentang si undakan ini, memang benar-benar bisa membuat menjerit. Stroud mengeksekusi jalannya cerita dengan baik sekali.

Hanya saja, saya masih penasaran satu hal (dan juga sukses dibuat merinding karenanya). Saat Lucy melihat seseorang yang diduga sebagai pembunuh Annabel, si terduga itu bisa melihat dirinya bahkan menyeringai dari balik kaca satu arah. Itu, bagaimana bisa ya? Hiiii. Saya merinding disko saat membacanya, serius. Namun, sampai akhir saya belum menemukan penjelasan tentang itu.

Oke, meskipun awal mulanya agak membosankan dan banyaaaak sekali typo alias kesalahan penulisan di novel ini, tapi lantas tidak membuat saya menurunkan bintangnya dan bertahan di bintang empat. Ada banyak misteri yang belum terkuak misalnya tentang kamar rahasia Lockwood atau tentang keluarganya yang saya harap bisa terjawab di seri-seri selanjutnya. Bravo!

Pesan yang disampaikan untuk Lucy di halaman 403 ini mungkin bisa menjadi pesan untuk kita semua para pembaca:

"Jangan tersinggung. Kematian akan menghampiri kalian semua. Mengapa? Karena semuanya terbalik. Kematian dalam Kehidupan dan Kehidupan dalam Kematian, dan sesuatu yang padat menjadi cair. Dan tidak peduli apa yang kauusahakan, Lucy, kau takkan bisa memutarbalikkan arus."

(Lupakan komentar Misyel yang berkata, "Hore, akhirnya baca Lockwood juga!" Hahaha. Iya, saya memang menunda baca buku-buku Stroud cukup lama. Selain karena tebal, isi dompet juga tidak tebal alias harga bukunya mahal-mahal #numpangcurhat)

(Satu lagi, ada "penangkap-hantu dari Indonesia" di halaman 150 *yeay*)


Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Genres

romance (82) adult (47) favorite (44) young adult (33) novel pembangun jiwa (25) adventure (21) Ngobras Buku (17) children (16) fantasy (15) teenlit (14) historical (13) classic (11) filsafat (10) islam (9) nonfiksi (9) thriller (7) amore (5) historical romance (5) kumcer (5) misteri (5) movie review (5) quotes (5) Challenge 2017 (4) metropop (4) psikologi (4) dystopia (3) biography (2) politik (2) hukum (1) komedi (1)

Setting

Indonesia (40) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)