Showing posts with label amore. Show all posts
Showing posts with label amore. Show all posts

Pengantin Pengganti

Judul : Pengantin Pengganti
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 264 Halaman
ISBN : 9786020325835
Rating : 3 dari 5 




Blurb: 

Nico, dokter muda dari keluarga dokter terkenal yang dijodohkan dengan Beatrice, mengatakan rencananya yang hanya akan menikahi Beatrice selama setahun. Nico yakin bahwa tunangannya, yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka, akan kembali. Jadi, ia hanya memerlukan wanita yang mau menjadi istri pengganti untuk membuat keluarganya tidak malu dan menekannya terus-menerus untuk melupakan tunangannya.

Di sisi lain, Beatrice sudah gerah dengan sikap orangtuanya yang terlalu protektif kepada dirinya maupun kedua adik perempuannya. Ia memutuskan bahwa setahun bersama Nico berarti membuka pintu kebebasan dari kekangan orangtuanya.

Tanpa berpikir panjang, Beatrice menyetujui tawaran Nico. Ia tidak pernah membayangkan, menjadi pengantin pengganti bagi Nico malah membuatnya tertarik kepada suaminya. Apa yang harus Beatrice lakukan? Haruskah ia memanfaatkan waktu selama setahun ini untuk berusaha merebut hati suaminya? Akankah Benita, tunangan Nico, benar akan kembali sesuai keyakinan Nico? 

***

Beatrice seorang gadis muda yang masih menyimpan sifat kekanak-kanakannya, suatu malam bersama kedua adik perempuannya pulang larut malam karena menonton konser. Mereka dihukum orangtuanya, namun nasib kurang menyenangkan datang kepada Beatrice karena hukuman baginya adalah sebuah perjodohan yang memang sudah diatur sebelumnya.

Dokter Ojong, sahabat karib kedua orangtuanya memiliki seorang anak lelaki lajang, dokter, yang membutuhkan seorang wanita untuk dijadikan istri. Alhasil, keduanya dipertemukan untuk membicarakan soal perjodohan.

Ternyata, sebuah rencana telah disusun dengan begitu cepatnya karena pernikahan mereka akan berlangsung dua bulan setelahnya. Ada sebuah cerita tentang kisah cinta Nico yang tidak menyenangkan, bahwa ia ditinggal pergi oleh tunangannya tepat di saat persiapan pernikahan sedang dilaksanakan. Dan ternyata, Beth--panggilan Beatrice--menyetujui pernikahan kontrak ini dengan alasan..., Beth akan terlepas dari pengawasan orangtuanya selama rentang waktu pernikahan pura-pura itu, sampai saat di mana mantan kekasih Nico kembali untuknya.

Apa yang terjadi selama setahun pernikahan kontrak itu? Apakah kemudian akan muncul perasaan cinta di antara keduanya? Apalagi setelah melakukan bulan madu di Bali. Dan bagaimana nasib pernikahan yang tidak dilandaskan cinta tersebut?

***

Jadi saya baca buku ini kurang dari dua belas jam. Jam sebelas malam saya mulai baca, eh nggak kerasa sampai jam dua. Kalau nggak ingat harus masuk hari ini mungkin semalam tembus sampai habis. Tapi toh pagi tadi langsung saya lanjutkan lagi dan selesai.

Mulanya saya nggak suka sama cerita di buku ini, yaaa di awal-awal bab lah. Kerasa banget ceritanya kayak plot sinetron. Cerita masa kecil yang diculik dan lolos dari drama penculikan, lalu semudah itu menikah dengan orang yang tak dikenal dengan seperangkat kontrak pranikah yang menurut saya sebagai seorang perempuan... nggak banget. Mungkin karena saya dan si Beth punya pandangan dan cara menyikapi yang berbeda seputar pernikahan yang membuat saya tidak setuju (atau tidak semudah itu setuju) mengatur pernikahan pengganti yang segitunya dengan alasan apa pun. Kok kayak gampang banget sih, kok gitu sih, kok Beth bisa gampang berpikir begitu, dan lain sebagainya. Tapi ternyata di tengah novel ini cukup asyik juga (buktinya sampai saya bacanya aja lupa waktu begitu).

Selebihnya apa ya, ya gitu deh. Cukup seru, cukup kesal sama si Benita itu (kenapa namanya harus Benita? Mengingatkan saya pada sesuatu, hahaha). Kesal juga sama si Nico. Yang artinya, saya lumayan suka. Adegan kipas-kipas kayaknya ada nggak ada nggak ngaruh sama plot utama sih jadinya ya, biasa aja (apanya =))) #heh).

Sekian review singkat saya sebelum move on ke kantor di tengah hujan deras pagi ini. Hmmm, jadi pengin baca Amore lain kan? *lirik buku yang masih bersampul plastik* *lirik buku lain uang belum selesai di baca*



Jake & Melly

Judul : Jake & Melly
Penulis : Anna Anderson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 248 Halaman
ISBN : 9786020316741
Rating : 4 dari 5 



Blurb:


Dulu, hidup terasa sempurna bagi Melly. Memiliki pekerjaan yang diimpikan dan masa depan yang cerah. Memiliki Ricky, tunangan yang sempurna, dan mereka sedang merencanakan pernikahan. Tapi, benar kata pepatah: Tidak ada hal yang sempurna. Cobaan datang, dan detik berikutnya Melly mendapati dirinya tinggal di apartemen, sendirian, tanpa pekerjaan. Ricky menghilang tanpa kabar.


Tapi di mata Jake Stewart, Melly selalu tampak sempurna. Hanya saja, kedua mata indah Melly yang menyorotkan duka dan rahasia itu mengganggunya.

Ketika rahasia Melly terbongkar, Jake telanjur jatuh cinta. Maka ketika Ricky datang kembali dan Melly menerimanya, hanya satu pilihan yang tersisa untuk Jake: Mengejar Melly.

Bagaimanapun, kisah ini tentang Jake dan Melly. 

***


"Kamu cantik dan baik, Melly. Pintar masak pula. Kalau kamu ingin mengganti cermin di kamarmu, kasih tahu aku. Akan kugeledah seisi Jakartau untuk mencari cermin yang tidak buta," Jake berjanji dengan suara rendah dan pasti. --- Halaman 58

***

Karena satu hal, kehidupan Melly yang semula sempurna menjadi kacau. Karirnya yang menanjak harus ditinggalkan, Ricky sang tunangan tiba-tiba menghilang. Melly harus menghadapi penyakitnya seorang diri. Begitu dinyatakan sembuh total, Melly mengurung dirinya di sebuah apartemen dan menggeluti pekerjaan barunya yakni menjadi seorang pembuat kue, pekerjaan yang mulanya dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan dalam kehidupan Melly.

Saat ia mengantarkan pesanan ke alamat apartemen yang sama dengannya, ia bertemu dengan Andrew dan Jake. Andrew adalah seorang bocah sebelas tahun, adik Jake, yang menerima pesanan itu. Karena pembawaan Andrew yang menyenangkan dan memiliki bibit playboy di masa depan, membuat Melly berhasil terkena rayuan maut bocah cilik tersebut. Padahal sebenarnya Jake juga terkenal sebagai pria yang dapat dengan mudah memikat wanita mana pun, tapi dia tahu diri untuk tidak mengeluarkan pesonanya di momen pertama bertemu. Bahkan Jake berkali-kali meminta maaf karena kelakuan adiknya itu.

Karena Andrew mengatakan bahwa dia menyukai Melly dan mau belajar memasak untuk memikat Pammy, cewek yang ditaksirnya yang sedang tergila-gila dengan peserta Junior Master Chef, Andrew jadi sering mengunjungi Melly. Padahal Melly adalah seseorang yang tertutup, lagu-lagu yang didengarnya mengisyaratkan kepedihan dalam kehidupannya. Jake yang tidak sengaja mendengarnya merasa penasaran.

Pada akhirnya, mereka memang menjadi tetangga yang berhubungan baik. Suatu saat, mereka bertiga merencanakan liburan dadakan ke Bogor. Saat liburan itulah rupanya rahasia yang selama ini dipendam oleh Melly terbongkar. 

Sementara itu, Jake memiliki kekasih bernama Sherly. Sedangkan Melly, dia tidak bisa begitu saja menghilangkan sosok Ricky mantan tunangannya itu. Kehadiran mereka membuat hubungan Jake dan Melly menjadi berwarna. Padahal, mereka sama-sama mengingkari perasaan masing-masing, dan ingin tetap menjaga hubungan baik mereka sebagai teman.

***

Pertama, saya mau komentari covernya. Saya agak sedikit kecewa karena, dengan adanya cap lipstik di cangkir yang ada di cover, mengesankan kalau novel ini seolah seperti novel sensual. Padahal nyatanya tidak. Oke, meskipun ada beberapa bagian yang mengisyaratkan itu tapi ternyata novel ini membawa spirit yang lain, yang lebih dari sekadar hubungan romansa dua orang manusia. 

Nah sekarang, saya mau membahas karakternya. Penulis menggambarkan karakter-karakter yang ada di novel ini dengan begitu manis. Benar-benar pas. Melly yang frustrasi dengan keadaan yang menimpanya, bagaimana dia menjadi melankolis dan berupaya sekuat tenaga untuk menutupi kekurangannya itu, benar-benar terasa nyata. 

Sementara Jake, meskipun dia seperti sosok lelaki playboy, don juan, atau apalah-apalah istilahnya untuk menggambarkan sosok dan perilakunya, namun masih dalam batas yang wajar. Katakanlah kalau Jake ini benar-benar asli orang Indonesia, tentu tidak dibenarkan perilaku playboy-nya. Tapi dia kan bule. Sosoknya tidak digambarkan pure playboy yang terkesan bastard, namun Jake benar-benar seperti pria normal lainnya. Maksudnya, dia penyayang juga. Jake begitu menyayangi adik kecilnya. Dia juga mungkin hanya ada satu di antara jutaan pria "sempurna" di luar sana yang mau menerima seorng wanita apa adanya, dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Ini membuat sosok Jake menjadi dicintai.

Lalu Andrew, si bocah cilik yang begitu dewasa, dan menyimpan bibit playboy dalam dirinya, benar-benar karakter yang penting di sini. Keberadaan Andrew membuat hubungan Jake dan Melly terjalin dan terasa natural, untuk ukuran pertemuan singkat mereka. 

Ricky, ah nggak usah bahas Ricky lah, menyebalkan pokoknya. Kriteria cowok kebanyakan--hehehe maaf kalau kedengarannya skeptis.

Berkali-kali saya dibuat ngilu dengan deskripsi penulis menggambarkan sosok kekurangan Melly. Feelnya benar-benar dapat! Selain itu, rasa frustrasi yang dialami Melly juga benar-benar terasa. Memang, manusia terkadang suka menyembunyikan kelemahannya di depan orang lain. Rasanya benar-benar berat. Ketidakpercayaannya terhadap orang lain, apalagi keraguan apakah orang akan berperilaku sama setelah mengetahui itu, benar-benar digambarkan dengan tepat. Hantu-hantu masa lalu itu yang membayangi dan membuat kebahagiaan terhalang untuk masuk. Dan ketika sesuatu itu telah diketahui, rasanya benar-benar plong, meskipun kita akan dihantui oleh sesuatu lainnya: apakah orang yang mengetahui itu akan tetap menerima kita apa adanya atau justru malah menghilang pergi.

I know that feel hahaha.

Saya suka dengan cerita ini, karena berhasil membuat saya geregetan dengan alur ceritanya, apalagi kehadiran pengganggu-penggganggu itu benar-benar menyebalkan. =))

Terima kasih kepada iJak atas pinjamannya.

Check In (To Your Heart)

Judul : Check In (To Your Heart)
Penulis : Shinta Yanirma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 216 Halaman
ISBN : 9786020325286
Rating : 2 dari 5 



Blurb:

Meskipun yatim piatu, Hana tak pernah kesepian. Ia menganggap kolega di hotel bintang  ima tempatnya bekerja dan relawan serta murid Sekolah Bambu sebagai keluarga.

Abe dikenal sebagai pebisnis yang misterius. Ia dipuja dan dibenci, juga selalu menolak untuk diwawancara.

Di puncak kariernya, Bagas memendam dalam-dalam luka lamanya yang belum sepenuhnya terobati.

Rangkaian peristiwa membuat pilihan hidup ketiganya saling menaut. Kejutan, kegembiraan, penolakan, pengkhianatan, dan kekecewaan datang silih berganti. Hingga tiba waktunya untuk memutuskan: pergi atau kembali.

Sampai akhirnya Hana bertanya, If only we weren’t fearful, would we be together by now?

***

Hana adalah seorang gadis 21 tahun yang bekerja di sebuah hotel bintang lima di Bandung. Sebagai seorang pegawai biasa, cukup mengejutkan kalau dirinya berteman akrab dengan Bagas, orang kedua jajaran tampuk kepemimpinan Hotel Pandawa. Bagas begitu kesepian karena kehidupan rumah tangganya berantakan.

Di lain pihak, ada Abe, seorang pebisnis yang berniat mengambil alih kepemilikan Hotel Pandawa. Baru saja membeli sekian persen saham di hotel tersebut, ia sudah berani membuat kebijakan yang mengejutkan para pegawai, salah satunya adalah dengan memangkas pegawai.

Secara mengejutkan, rupanya kemisteriusan Abe terjadi karena dia memiliki masa lalu yang suram. Tidak hanya masa lalunya yang gelap, tapi bisnis yang dikelolanya pun juga termasuk ke dalam lingkaran gelap. Abe dan organisasinya bekerja mengelola preman di Bandung, bisnis prostitusi terselubung, dan membantu pihak tertentu dalam memenangkan pilkada.

Seorang tokoh politik menggunakan jasa milik organisasi gelap Abe, dan dia, selaku orang yang punya nama berupaya untuk memenangkan tokoh tersebut. Dan kebetulan pula, Hana yang juga terlibat dalam Sekolah Bambu diminta bantuan serupa dalam kampanye pemenangan tokoh tersebut. Abe harus turun langsung untuk mendekati komunitas yang dikelola Hana tersebut. Dari sini mereka berkenalan.

Kedekatan Abe dan Hana membuat Bagas gerah (tapi ya dia gerah gitu aja sih, secara Abe kan bosnya dia). Di sisi lain, mantan istri Bagas kembali memunculkan diri.

Bagaimana kelanjutan kisah ini?

***

2 stars. Hmmm? Too much drama.

Mulanya saya memutuskan untuk membeli novel ini karena sedang ingin membaca Amore yang lovey dovey. Tertarik dengan blurb yang sepertinya akan membawa pembaca menikmati manisnya kisah ini. Tapi..., ternyata di luar ekspektasi.

Kisahnya terlalu klise, tapi sayang sekali menurut saya, cerita itu tidak dikembangkan dengan plot sebab-akibat yang kuat. Penjelasan satu dua paragraf tidak cukup untuk menjelaskan apa yang menjadi jalinan dalam plot utamanya.

Contohnya misalnya Hana, seorang gadis yang bekerja di hotel bintang lima, berasal dari kalangan bawah--yang memiliki jurang amat sangat lebar dengan orang kedua dalam jajaran tampuk pimpinan Hotel Pandawa. Meskipun Hana hanya menganggap Bagas sekadar teman, tapi si Bagas menganggap kebalikannya. Sebenarnya ini nggak ada masalah toh? Meskipun rasanya di dunia nyata kejadian ini langka. Taruhlah ada kisah serupa, San Chai dan Dao Ming Shi. Tapi, di serial Meteor Garden itu, tokoh San Chai digambarkan dengan kuat. Sehingga, ada alasan yang masuk akal kenapa sampai dua orang dari dua kasta sosial yang berbeda bisa jatuh cinta. (Oh well, meskipun saya percaya bahwa semua manusia di dunia ini berderajat sama, dan yang membedakannya hanyalah iman dan takwa #eya, tapi kan kita berbicara realita di sekeliling kita bagaimana.) Dan menurut saya, sosok Hana digambarkan kurang kuat untuk bisa dicintai oleh dua orang kalangan atas sekaligus. Apalagi, yang sirik Hana didekati sama manajer masa' cuma si Bunga doang? 

Itu yang pertama. Nah, selanjutnya..., saya memang agak cerewet kalau menyangkut kelogisan yang digambarkan dalam plot cerita. Selain itu, saya juga suka kalau penulis cerita memberikan banyak "remah roti" dalam jalinan ceritanya. Itu akan membuat pembaca penasaran (kalau dia ngeh dengan spoiler terselubung itu), atau justru membuat pembaca dapat menjalin hubungan sebab-akibat dengan cerita saat sudah terkuak di belakang. Di sini, seperti yang saya katakan di atas, bahwa satu paragraf "sebab" tidak cukup untuk menjadi alasan bagi "akibat" yang ditanggung setelahnya. Contohnya apa ya, oh, yang tentang siapa anak siapa itu lho. Juga kesempatan kerja yang tiba-tiba datang setelah sebelumnya tanpa sengaja berpapasan ketemu dan berbagi kartu nama. (Dan sepertinya masih banyak yang begini juga cuma saya lupa.) Terlalu banyak kebetulan dan keberuntungan akan menciderai kelogisan jalan cerita, eh?

Lalu yang ke Manado, katanya mau mencari jawaban atas sesuatu, eh di sana malah..., sepertinya si Hana lupa sama pencarian itu.

Pada mulanya, sebenarnya saya cukup suka dengan cerita ini. Karena, tidak hanya disuguhkan dengan kisah percintaan saja, namun dengan memasukkan unsur profesi di dalamnya, membuat pembaca mendapatkan informasi atau gambaran seputar dunia perhotelan dan manajemennya. Ini menurut saya adalah sebuah poin plus. Namun ketika penulis mengambil wilayah politik dan organisasi terselubung (yang memang nyata ada di dunia ini) yang berkiprah bawah tanah untuk menghandle preman-preman, prostitusi, dll, membuat novel ini yang semula hanya mengambil cakupan sempit, jadi melebar. Dan ini menurut saya (nggak tahu bagi yang lain), jadi membuat ceritanya tidak terfokus, karena jadi banyak yang harus terbahas. Mungkin tujuannya untuk menjadikan latar yang kuat bagi salah satu tokohnya, namun karena terlalu banyak permasalahan yang diangkat, tidak terfokus dan akhirnya keteteran untuk memberikan penyelesaian yang baik di akhir cerita. Lagi pula, ini jadi membuat cerita ini semakin unreachable. Tidak tersentuh oleh pembaca. Plotnya seperti sinetron dan drama-drama korea. Bukan berarti drama korea tidak bagus (saya salah satu pencintanya), tapi drama korea menghabiskan belasan episode untuk menjalin kisahnya sehingga menjadikan plot hole yang ada tertutup semua. Namun, di buku ini, karena keterbatasan halaman, jadi masih menimbulkan tanya di benak saya yang belum terkesekusi sempurna.

Di medio menuju akhir, banyak loncat setting. Satu dua atau tiga paragraf menurut saya tidak mampu menjelaskan apa yang terjadi selama waktu yang ditinggalkan itu.

Untuk kesalahan penulisan sendiri, ada beberapa yang menjadi catatan bagi saya (nggak banyak yang saya ingat,, soalnya pas baca saya lagi kehilangan post-it buat nandain):

  1. Halaman 22, Eri di sana apakah maksudnya Pak Heri?
  2. Halaman 106: "kalaumu" mungkin maksudnya kalau kamu.
  3. Lupa di halaman berapa, ada penulisan "manapun" yang seharusnya "mana pun", "apa-pun" yang seharusnya "apa pun".


Overall, saya hanya bisa memberikan dua bintang, yang artinya saya cukup menikmati cerita di novel ini.

Sincerely Yours

Judul : Sincerely Yours
Penulis : Tia Widiana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 248 Halaman
ISBN : 9786020320502
Rating : 2 dari 5 





Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dapat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun-tahun. Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan….


***

Pertemuan Inge dan Alan diawali dengan sebuah kejadian yang tidak pernah terduga sebelumnya. Tetangga Inge yang bernama Nanda meminta bantuan kepada Inge untuk 'menyelamatkan' Alan setelah diberi obat yang salah. Alih-alih seharusnya Alan meminum aspirin, yang ditenggaknya adalah obat anti depresan yang biasa digunakan untuk penderita insomnia akut. Akibatnya? Alan tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama. Antara sadar dan tidak sadar, Alan kemudian dipindahkan ke rumah Inge. Sejak pertemuan dramatis itu, keduanya berteman dengan sangat akrab.

Inge memiliki masa lalu yang kelam, ibunya meninggalkan ia dan ayahnya karena lebih memilih lelaki lain. Sehingga, Inge hanya hidup berdua dengan ayahnya, dan menyimpan dendam terhadap perlakuan ibunya kepada mereka. Saat itu ayah Inge sudah meninggal, dan pada suatu siang, secara tidak terduga sang ibu dan ayah tirinya mendatangi Inge. Beruntung baginya, ada Alan yang datang ke rumah Inge dan menyelamatkannya dari situasi tidak menyenangkan.

Hubungan Inge dan Alan bisa dibilang sangat dekat, bahkan bisa dipastikan bahwa keduanya menyimpan rasa suka yang sama. Namun, yang terjadi tidaklah sesimpel yang diharapkan. Kekecewaan Inge muncul ketika mengetahui bahwa Alan sudah mempunyai kekasih yang dipacarinya selama delapan tahun, bernama Ruby. Selain itu, kehadiran ibu Inge yang berada di rumah kantor tempat Alan bekerja juga membuat ia merasa dikhianati. Alhasil, Inge menghilang selama enam bulan. Pertemuannya dengan seseorang bernama Ghani--teman Kiki sahabatnya yang getol menjodohkan Inge dengan Ghani--menjadi titik balik perubahan dalam diri Inge. Seolah ia disadarkan bahwa selama ini yang diinginkannya hanyalah Alan. 

Maka Inge kembali ke kehidupan sebelumnya. Namun, rupanya keadaan sudah tidak sama, yang dilihatnya justru Alan berada dengan perempuan lain yang bukan Ruby. Kehidupan percintaan mereka yang baru mau dibuka kembali, menimbulkan tanda tanya besar dalam diri Inge.


***


Harus diakui, label pemenang 1 lomba Amore membuat saya berekspektasi terlalu tinggi dengan novel ini. Tapi sayang sekali, begitu saya membacanya, rupanya ekspektasi itu ketinggian. 

Novel ini terlalu klise, dan juga cara penyajiannya menurut saya tidak praktis. Terlalu banyak deksripsi yang tidak penting dan tidak perlu, bahkan kalau tidak diadakan pun saya rasa nggak mengganggu jalannya cerita. Seperti misalnya pada halaman 89, di situ ada satu paragraf yang dijelaskan detail tentang adegan dia mengambil air di dispenser. Saya rasa itu tidak penting. Nggak pakai dijelaskan pun nggak ada pengaruhnya dengan hubungan Inge dengan Alan. Baru saja membahas soal dispenser, pada halaman berikutnya, penulis juga membahas rantang =)) yups, rantang. Tentang kenapa si Alan membawa makanan dengan rantang. Ini juga bagian tidak penting menurut saya. Bahkan kesannya..., hmmm, apa ya? Kayak nggak ada deskripsi lain yang bisa digunakan untuk membangun suasana romansa atau apa gitu.

Ada lagi yang saya kurang suka. Ada bagian tentang pernyataan penulis yang menyatakan bahwa, menghadapi ibunya lebih menyakitkan ketimbang mendengarkan kritik pembaca di Goodreads. Oke, memang profesi tokoh utamanya adalah seorang penulis di mana Goodreads dan sejenisnya adalah makanan sehari-hari. Tapi, dalam dunia parallel (antara si tokoh dengan pembuat tokoh yang sama-sama berprofesi sebagai penulis), saya seolah melihat penulisnya mengambil posisi defensif yang ditunjukkan kepada para pembaca =)) Atau mungkin penulisnya curcol? ;) Well, entahlah, saya juga tidak mau menghakimi tapi yang jelas, saya agak gimana gitu pas bacanya. Lalu ada juga yang bagian ada Ika Natassa-nya (sekaligus iklan pre-order buku Ika), yah saya kurang sreg aja saat cerita yang itu dipaparkan. Mungkin seolah ingin merealitakan novel ini agar terkesan seperti real, tapi entah mengapa saya justru kurang menikmatinya. 

Ada pula bagian yang sepertinya penulis kurang teliti. Di halaman 163, di halaman sebelumnya dideskripsikan kalau dia mau ke apartemen Kiki, tapi justru malah naik taksinya ke apartemen Nia. Dan penjelasan sebelum ini, dikatakan kalau Nia itu tinggalnya di rumah bukan apartemen. 

Saya begitu terkesan dengan prolog yang dipaparkan penulis. Juga, saat penulis memaparkan tentang bagaimana proses penulisan novel thriller itu sendiri, saya malah tertarik kalau seandainya saja si penulis (bukan penulis dalam cerita) benar-benar membuat novel bergenre thriller. 



New York After The Rain

Judul : New York After The Rain
Penulis : Vira Safitri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 296 Halaman
ISBN : 978602025897
Rating : 4 dari 5 




Blurb:

Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.

Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia-rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun....

***

Di tempat ia bekerja, terdapat larangan seorang editor menjadi penulis. Oleh karenanya, Julia Milano, seorang editor di penerbitan buku bernama BlackInk merahasiakan jati dirinya sebagai penulis best seller di tempatnya bekerja dengan nama samaran Jane Martin. Ia tidak bisa memutuskan apakah memilih bekerja sebagai editor saja atau hanya menjadi penulis, karena Julia mencintai kedua pekerjaan itu. Hanya Brenda dan pacarnya saja yang mengetahui rahasia ini dan turut serta menyimpannya untuk Julia.

Diam-diam, Julia menyukai rekan kerjanya yang adalah seorang anak pemilik tempat ia bekerja bernama Jacob Petersen. Rasa kagum itu jugalah yang membuat Julia tetap ingin bertahan di BlackInk sebagai editor dan menyembunyikan jati diri sebagai Jane Martin. Julia kerap merasakan kecemburuan saat Jacob dekat dengan wanita lain. Di lain pihak, ia merasa kalau Jacob memperlakukannya secara istimewa meskipun ia sendiri tidak berani memastikan apakah itu sinyal cinta atau bukan.

Segalanya berjalan seperti biasa hingga seorang sutradara terkenal, Ethan Hall, muncul untuk berniat membuat film dari novel yang ditulis oleh Jane Martin. Secara mengejutkan, rupanya Ethan mengetahui identitas Julia yang merupakan Jane Martin. Ia sepakat untuk ikut menyembunyikan identitas Julia, namun ia juga meminta kepada BlackInk untuk mengutus Julia dalam penggarapan film yang tengah ia buat. Julia terlibat dalam film tersebut, membuat intensitas pertemuannya dengan sang sutradara meningkat. Bunga-bunga cinta tumbuh di antara keduanya, namun ternyata segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang dibayangkan. Ada seorang wanita yang ternyata adalah kekasih Ethan, ada masa lalu yang membuat Julia trauma dan belum hilang, ada fakta tentang cinta yang berkembang yang pada akhirnya tidak dapat dipungkiri keberadaannya.

Apakah Julia akan menjalin hubungan dengan Ethan? Atau justru pada Jacob? Bagaimana rahasia-rahasia yang tertutup rapat di antara mereka dapat terbuka hingga akhirnya segala yang pernah terjadi di masa lalu termaafkan semuanya karena cinta? 

Manusia seharusnya percaya, bahwa akan ada hal-hal manis yang datang setelah hujan melanda.


***


Jarang saya suka dengan novel romance yang dibuat oleh penulis dalam negeri. Tapi, buku ini berhasil mencuri perhatian saya dengan gaya penuturannya yang menarik. Saya suka karena tulisannya mengalir, plotnya yang pas, romance-nya dapat. Dan yang membuat novel ini spesial selain gaya penulisan dan plotnya adalah setting luar negeri yang bagus. Biasanya kalau penulis lokal membuat cerita bersetting luar negeri, latarnya hanya sekadar tempelan saja yang hanya mengesankan bahwa..., ooh, luar negeri nih, tapi luar negerinya nggak terasa. Tapi di sini, kesan New York-nya diceritakan dengan apik meskipun, oke, saya memang belum pernah ke sana sih, tapi saya sudah mendapatkan kesan seperti apa situasi di sana. Pas, tidak terlalu berlebihan, karena memang penceritaan setting sesuai dengan porsinya. 

Tidak hanya menyajikan suasana kota New York, novel ini juga membawa para pembaca untuk pergi ke Italia. Meskipun porsi di sana tidak banyak, namun kesan yang didapatkan tidak kalah apiknya dengan setting New York yang tersaji. Manis, romantis, dan menurut saya logis.

Tidak ada alasan untuk tidak menyukai novel ini. Manisnya pas, seperti sedang menikmati cappuccinno di saat hujan datang, sambil menunggu kejutan apa yang akan datang setelah hujan reda.

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Genres

Setting

Indonesia (40) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)