The Lover's Dictionary

Judul : The Lover's Dictionary
Pengarang : David Levithan
Penerjemah : Rosi L. Simamora
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020314549
Tebal : 232 Halaman
Rating : 4 dari 5





Space, kb. tempat; angkasa; ruang; spasi; jarak; (jangka) waktu.


Aku mengisi tempat, ruang, jarak, waktu, bahkan membuat angkasa dalam sebuah spasi ketika aku menemukan buku ini. Mungkinkah ini yang dinamakan cinta? Bahwa ia datangnya tidak merunut waktu, mengabaikan ruang, melupakan tempat, dan membentuk galaksi seluas angkasa yang isinya hanyalah aku, dan dirinya. Percayalah, awalnya aku tidak pernah memaksudkan untuk membeli buku ini. Aku sudah menuju ke rak yang kutuju untuk buku bacaanku selanjutnya. Aku sudah memegangnya, membandingkan antara dua buku yang kuinginkan, membuat keputusan, mengintip ke dalam buku yang plastiknya terbuka. Tapi kuurungkan mengambilnya karena menurutku, perjalananku di toko buku hari ini masih panjang. Nanti saja kalau sudah mau ke kasir baru aku ambil lagi buku yang akan kubeli.

Lalu begitu saja terjadi. Langkah kakiku bergerak ke arah yang lain, hanya sekadar melihat-lihat blurb-nya, dan kemudian berpindah lagi. Tapi sesuatu terjadi ketika aku menemukan buku ini. Ritual yang sama berulang terjadi ketika aku berada di toko buku: melihat covernya, membaca blurb, mencari buku yang tidak berplastik lalu membaca sekilas sebelum memutuskan untuk membeli. Dan, voila! Aku langsung melupakan buku pertamaku dan pergi ke kasir dengan buku ini.

Perjalananku bersamanya tidak berhenti sampai sini. Aku langsung pergi ke KFC terdekat, memesan mocha float dan cream soup (aku sudah sarapan sebelum pergi dan terlalu kenyang untuk memesan makanan berat), mencari tempat paling ujung dan sepi yang bisa membuatku nyaman. Aku mulai menikmati bukuku. Aneh rasanya, mendapati buku ini tersaji lebih nikmat dibandingkan makanan yang kubeli. Dan begitu saja, lembaran demi lembaran berlalu tidak terasa. Oh ya, sesekali aku menghentikan baca (merasa menyesal tidak ada post-it di dalam tas), memfoto bagian yang quoteable, atau menguploadnya di progress membaca di goodreads atau tumblr. Ah ya aku juga sesekali mengobrol dengan teman-teman di grup whatsapp.

Dan kau tahu berapa lama aku menghabiskan waktuku di sana? Empat jam. Sebelum Masjid Al-Ma'ruf membunyikan pengeras suara, sampai shalat jumat berakhir dan tidak ada suara terdengar dari speakernya. Dua kali sirene ambulans berbunyi di jalan saat aku sedang di sana, yang satu orang sakit menuju rumah sakit, yang satu lagi orang meninggal. Apa yang bisa kusimpulkan dari novel ini? Memikat. Ceritanya menarik, setiap part seolah mengisahkan cerita yang lain, tapi secara kesatuan ada garis berkesinambungan dari kisahnya. Setelah setengah dua, aku pulang, dan sampai di rumah aku melanjutkan kembali membaca kisah ini dan dalam waktu kurang dari setengah hari aku berhasil menamatkannya.

Kata "space" sebagai pembuka di atas, tidak ada dalam kisah di buku ini. Aku membuatnya sendiri, serta mengetik resensi ini dalam bentuk "bercerita" seperti yang David Levithan lakukan dalam bukunya, yang mengisahkan tentang "aku" dan "kamu" yang bahkan sampai akhir tidak diketahui siapa nama pelakunya. Curang! Aku berteriak dalam hati. Sementara Joanna, teman "aku" dan Kathryn, teman "kamu" yang muncul dalam cerita ini. Sementara "aku" dan "kamu"? Tidak ada. Oh, kalau begitu boleh kan aku menamakan sendiri siapa tokoh di dalam novel ini? (Josh dan Sophie misalnya :p #heh)

Sampai sini, aku akan menghentikan cerita dari sudut pandangku sendiri. Dan yah, baiklah, aku akan mengulas tentang buku ini. Dan menarik sekali bukan? Aku menuliskan sudut pandang dan kesanku setelah membaca buku sepanjang ini dan menggunakan bahasa nyastra, tidak sepeti ketika aku meresensi buku lainnya? Ya, karena kamu spesial. Kehadiranmu seolah menjadi spasi, mengisi jarak, ruang, angkasa, waktu, dan apapun yang bisa kau artikan tentang "spasi".

Aku senang karena menceritakan kisah dengan gaya penuturan seperti kamus baru kurasakan sekarang. Ini seperti mendapatkan puluhan keping puzzle, di mana informasi dari setiap kepingnya disampaikan dengan acak. Ketika kau mengerjakan puzzle, kau menempel yang ditemukan terlebih dahulu bukan? Kalau aku, memulainya dengan yang paling pinggir-pinggir terlebih dahulu. Cerita ini juga sama, begitu, disampaikan tidak runut dan sepotong-sepotong. Seolah dalam potongannya itu berdiri sendiri, menyampaikan cerita sendiri (meskipun hanya terwakili oleh satu dua kalimat), namun ketika semua kepingan itu tersusun, kita berhasil mendapatkan satu makna secara keseluruhan dari puzzle yang kita punya.

Tapi lagi-lagi, ketika kau bermaksud untuk menikmati sesuatu, kau akan mendapatkan "satu paket lengkap", ada sisi baik dan buruknya. Aku tidak mengatakan sisi yang buruk itu buruk, hanya memang tergantung persepsi. Tapi harus aku sampaikan karena aku yang bercerita di sini adalah sudut pandangku sendiri dalam menikmati novel ini. Oke, bermula dari label "novel dewasa" yang tersemat di bagian belakang, juga latar belakang kisah yang notabene adalah novel romance Amerika. Kau tidak bisa melewatkan adegan dewasa yang cukup vulgar dalam novel ini. Di bagian belakang bukunya sudah ada peringatan, dan aku juga sudah memperingatkan, oke? Bagiku, karena aku sudah dewasa dalam segi umur :p ya sudah baca saja, toh aku baru baca peringatannya pas di depan kasir dan status buku sudah dibeli (dan terkadang aku menemukan kisah berbumbu seperti ini pada novel-novel yang tidak ada labelnya). Jadi ya, sudah, aku sudah 25 tahun, oke? Legal saja untuk baca :p 




Ceitanya tentang "aku" dan "kamu", bertemu dalam satu biro jodoh online, memiliki banyak persamaan dan lalu memutuskan untuk kencan. Setelah sekian lama, akhirnya mereka mengalami kemajuan dengan memutuskan untuk tinggal bersama. Mereka mengalami kehidupan yang cukup menarik, mengingat banyak perbedaan karakter di antara keduanya. Lalu ya begitu, kehidupan berjalan dengan segala lika-likunya, hingga..., sampai akhir buku sepertinya aku menangkap bahwa kehidupan mereka sampai lima tahun. Ada bumbu perselingkuhan juga, tidak tahu ketahuan apa tidak. Tapi yang sangat disayangkan, tidak ada kelanjutan tentang..., apa yang terjadi setelah dikatakan bahwa "Aku hamil." Atau apakah mereka melanjutkan hubungannya atau tidak. Si anak itu anak siapa, lalu apakah akan dipertahankan sampai lahir atau tidak. Seolah penulisnya membiarkan kisah ini memiliki kisahnya sendiri di dalam benak masing-masing pembacanya.

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)