Of Mice and Men

Judul : Of Mice and Men---Tikus dan Manusia
Penulis : John Steinbeck
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 144 Halaman
Cetakan Pertama, Februari 2017
(Cetakan pertama versi buku asli, 1937) 
ISBN : 9786020337814
Rating : 4 dari 5



Blurb:

Suara George menjadi lebih dalam. Ia mengulangi kata-katanya dengan berirama, seolah ia sudah begitu sering mengucapkan kata-kata ini. 

"Orang-orang seperti kita, yang bekerja di peternakan, adalah orang-orang paling kesepian di dunia. Mereka tidak punya keluarga. Mereka tidak cocok di tempat mana pun. Mereka datang ke peternakan dan bekerja keras lalu pergi ke kota dan menghamburkan hasil kerja keras mereka, lalu setelahnya mereka banting tulang lagi di peternakan lain. Mereka tidak punya cita-cita." 

Kisah kontroversial tentang persahabatan dan tragedi pada masa-masa Depresi Besar. Mereka pasangan yang tidak lazim. George bertubuh kecil, berwajah muram; Lennie bertubuh besar dan pikirannya seperti anak kecil. Mereka adalah keluarga bagi satu sama lain, saling bantu, saling menjaga di tengah kehidupan berat sebagai pekerja musiman. Mereka punya mimpi: ingin membeli sepetak tanah untuk ditanami, dan pondok kecil. Ingin menjadi tuan atas diri sendiri. Tetapi nasib berkata lain. 

***

George dan Lennie kabur dari peternakan, dan menuju ke peternakan lain. Di tempat sebelumnya, Lennie membuat masalah besar, dan George menyelamatkannya. Mereka berdua kabur dari sana, dan berharap mendapatkan kehidupan baru yang jauh lebih baik di tempat baru nantinya. Lennie mempunyai sedikit masalah. Ia tidak memiliki kecerdasan seperti orang normal. Ini yang sering menempatkan keduanya dalam situasi yang tidak menguntungkan.

George memberikan instruksi kepada Lennie, tentang apa yang harus dilakukannya nanti di peternakan baru. Atas kejadian yang pernah terjadi di tempat sebelumnya, Lennie diminta untuk tidak banyak berbicara nanti. Ia harus mengiakan perkataan George, menaati perintah George, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Bahkan, sebagai antisipasi, George menunjukkan tempat kepada Lennie, untuk ia tuju, jika sesuatu yang buruk terjadi.


Lennie, adalah seseorang yang berhati lembut, tapi tidak selaras dengan postur tubuhnya yang besar. Dia senang memelihara tikus, mengelus-elus tubuhnya, dan selalu tanpa sengaja membuat tikus-tikus itu mati. Lennie mampu mengerjakan pekerjaan fisik jauh lebih baik dari siapa pun. Itu pula yang biasanya membuat ia dipertahankan di pekerjaan pada peternakan.

"Dia orang baik. Orang tidak harus cerdas untuk jadi orang baik. Sepertinya menurutku kadang justru sebaliknya. Orang yang cerdas biasanya bukan orang baik." ---halaman 58

Meskipun ingatannya payah dan pemahamannya minim, tapi Lennie selalu mengingat ucapan-ucapan George tentang cita-cita mereka: Mempunyai ladang sendiri, dengan rumah yang akan mereka kelola, peternakan dan pertanian yan akan menghidupi keduanya, dan kelinci yang bisa menggantikan tikus-tikus yang mati karena sentuhan Lennie.

Namun, impian memiliki kehidupan menyenangkan dan menenteramkan bagi George dan Lennie, adalah sebuah hal yang utopis. Kehidupan kaum pekerja yang keras, dengan gaji yang tidak seberapa dan beban kerja tinggi, menjadi impian belaka bagi kaum pekerja di masa itu. Dan ketika impian itu didengar oleh rekan pekerja mereka lainnya, dan mereka bersekutu untuk mewujudkannya, apakah itu akan terwujud? 

***

Novel ini merupakan alegori sosial yang terjadi di masanya. Menceritakan tentang dua orang manusia yang saling melengkapi kekurangan masing-masing dan saling melindungi, yakni George dan Lennie. Keduanya memiliki mimpi; mimpi yang sangat susah untuk digapai. Bagi kaum pekerja, memiliki harapan terlepas dari rutinitas pekerjaan yang menyita banyak tenaga mereka dengan gaji yang minim, itu bagaikan mimpi di siang bolong. Dan nyatanya, realita yang demikian masih ada di zaman sekarang. Kisah kaum buruh dan impian mereka, di tengah himpitan pekerjaan yang menguras tenaga, dengan penghasilan yang hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, masih banyak ditemui di era sekarang, bahkan saya prediksi, masih akan berlangsung di waktu-waktu mendatang.

Kisah ini cukup sederhana, tentang persahabatan dua orang yang berupaya saling melindungi di tengah kekurangan mereka. Dibalut oleh setting peternakan, dan nuansa perburuhan yang begitu kentara, dengan tokohnya yang diwakili kaum pekerja: George, Lennie, Candy si pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan hanya mendapatkan pekerjaan bersih-bersih dan sadar diri suatu saat akan didepak dari peternakan ini, Crooks si Negro yang diasingkan karena warna kulitnya berbeda. Lalu ada Slim si Mandor, dengan tipikalnya yang merasa berada di atas kaum pekerja. Ada anak pemilik peternakan, Curley, dan istrinya memiliki sifat seorang penggoda.

Plot diramu dengan baik, menyuguhkan cerita yang sebenarnya ringan, tapi sarat makna. Saya menikmati membaca kisah ini, bahkan bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari satu hari. Cerita ini begitu relevan dengan keadaan sekarang, memberikan pesan sosial yang begitu mendalam. Apalagi, karakternya yang mampu mencuri perhatian sejak awal. Hingga bagian akhir, saya masih susah untuk menerima apa yang terjadi pada Lennie.

Benar pernyataan bahwa orang yang kemungkinan paling besar melukaimu, adalah orang yang paling dekat denganmu dan paling kaupercaya. 


0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)