Bleu

Judul : Bleu
Penulis : Deasylawati P.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal Buku : 188 Halaman
ISBN : 9786020260518
Rating : 3 dari 5 





It was ok.

Saya menghabiskan buku ini dalam waktu yang singkat, secara umum bahasanya enak dan cukup mengalir. Berkisah tentang seorang perempuan bernama Rhys Biru Indriyani, yang bekerja sebagai editor dan penulis di sebuah kantor penerbitan bernama Tazkiya, dan pada mulanya mencintai temannya sendiri bernama Erfan Pratama, seorang pemuda tampan yang dengan kharismanya mampu menundukkan perempuan mana pun yang ia suka.

Sebenarnya, gayung pun bersambut, kedua insan ini saling jatuh cinta, namun entah mengapa justru hubungan yang rumit melanda keduanya. Mungkin karena ego, atau memang takdir tidak mempertemukan keduanya sebagai seorang pasangan. Karena sesuatu yang telah dilakukan Erfan dan itu melukai harga diri Rhys, membuatnya membenci pria itu. Tak lama Rhys menikah dengan orang lain, dan ini memberikan pukulan telak bagi Erfan hingga membuatnya menghilang dan pergi dari kehidupan gadis yang dicintainya.

Sampai pada peristiwa bertemunya kembali mereka enam tahun kemudian, dalam sebuah proyek untuk menggarap film dari novel yang diterbitkan oleh penerbit Tazkia. Keadaan sudah tidak sama lagi karena kondisi Rhys yang telah menjanda ditinggal pergi untuk selamanya oleh suaminya, namun bara kemarahan yang dulu sempat ada belum padam. Pertemuan pertama kembali itu masih menyisakan amarah dalam hati Rhys. Apalagi, Erfan hadir kembali tidak hanya untuk menjelaskan masalah yang belum teruraikan di masa lalu, melainkan dia juga menawarkan sebuah kehidupan baru bagi Rhys.


***


Jujur saja, cerita ini cukup klise, tentang cinta yang tidak menyatu karena takdir memang mengatakan demikian. Seolah mengajarkan manusia bahwa seberapa inginnya kita terhadap sesuatu, tidak selamanya keinginan itu dapat terwujud karena takdir yang sudah disiapkan kepada manusia jauh lebih indah. 

Meskipun tida ada embel-embel 'religi' dalam keterangan novel, saya yakin dengan penyajian covernya yang menggambarkan seorang perempuan berhijab, pembaca novel ini pun akan kesortir dengan sendirinya sehingga, segmentasi pembaca pada novel ini jadi menyempit. Saya tidak mengatakan ini kurang oke, meskipun jadinya (karena saya yakin bahwa ada tujuan syiar dalam penggarapan novelnya) sasaran tuju syiarnya jadi terbatas pada kalangan sendiri. Dan ketika pun saya memosisikan diri sebagai 'pembaca awam' di sini, kesannya saat membaca novel ini seolah seperti saya sedang diceramahi, hehehe. Bukan berarti itu kurang bagus, hanya saja, memberikan informasi berupa 'ini lho yang bener itu gini' menjadi kurang tercerna dengan baik. Saya lebih akan larut dan terhanyut dalam plot cerita ketika saya bisa mengubah persepsi dari 'pembaca luar' atau orang luar yang tidak terlibat dalam cerita, menjadi 'pelaku cerita' atau saya yang terseret arus dan merasa seolah-olah emosi dan persepsi saya larut jadi satu dengan plot cerita. Dan membaca buku ini, persepsi saya masih menjadi sebagai 'orang luar'. Mungkin karena kesan 'eksklusif' dari konten novel ini yang masih terasa sehingga, ketika saya memosisikan diri sebagai orang luar yang membaca, membuat perasaan 'diceramahi' itu cukup kerasa. Tapi sejauh ini, informasi dan pesan hikmah dari buku ini bagus sekali meskipun sampai atau tidaknya pesan itu dikembalikan lagi kepada para pembaca. 

Ceritanya pun hanya berfokus pada Rhys-Erfan. Seandainya penulis menggali tema lain, tentu akan memperkaya novel ini dan juga memberikan bonus pengetahuan bagi pembaca. Misalnya, bisa saja penulis mengayakan materinya dengan menggali seputar latar belakang pekerjaan si tokoh utama, atau menambahkan setting tempat sehingga pembaca tidak terfokus hanya pada kisah cinta si pelakunya saja.

Good luck buat penulisnya, dan tetap terus berkarya.

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)