[#BBIHUT6] Karakter Fiksi Bernama Ethan

Saat membaca, saya biasanya sering menemukan detail yang barangkali tidak terpikirkan oleh yang lain. Misalnya, kemiripan nama dari buku-buku yang saya baca rasanya memang tidak mudah dilupakan oleh saya. Barangkali juga bagi para pembaca lainnnya. Lalu, mengapa saya membuat tulisan dengan tokoh bernama "Ethan"? Apakah nama itu istimewa dalam hidup saya? Ah, tidak juga, hahaha.

Pada gambar: Ethan Hawke (Aktor, Penulis, Sutradara)

Saya hanya punya satu kenalan bernama Ethan, itu pun sosok yang tidak nyata. Ethan adalah nama karakter rekaan teman saya di salah satu forum role playing fiction. Setiap buku berkarakter Ethan, saya selalu memberitahunya dan mengatakan kalau namanya jadi pasaran, hehehe. Tentu saja dalam koridor candaan. Pada kenyataannya, belakangan saya sering menemukan nama Ethan dalam karakter fiksi yang saya baca. Dan akhirnya, saya membuat ulasan ini karena menurut saya ini menarik. Setidaknya bagi saya, nama Ethan tidak cukup familier. Tidak seperti nama Ana, Sophie, atau Mia, misalnya. Namun ternyata, nama ini lagi booming dijadikan sebagai nama karakter fiksi (nah, unik, bukan?).

Inilah dia novel-novel fiksi yang salah satu tokohnya bernama Ethan:





Ethan adalah salah satu karakter di novel remaja Fairly. Di sini, sosok Ethan digambarkan sebagai cowok Luna, salah satu tokoh utama di sini. Ethan yang posesif, anak orang kaya, dan boleh saya katakan (menurut pendapat pribadi) bahwa Ethan adalah karakter yang menyebalkan; terlebih-lebih, dia cowok gila dan psikopat. Bagaimana tidak, si Ethan ini berani melakukan apa pun demi memuaskan keinginannya. Dan keinginan tersebut, cenderung tidak masuk akal. Seperti misalnya, memaksa untuk pindah sekolah dan melakukan apa saja demi bisa ada di sekolah cewek incarannya. Bahkan, harus satu kelas dengannya.

Untuk Ethan di novel ini, saya beri ✩ bintang.







Ethan di sini adalah tokoh figuran, yaitu cowok yang disukai oleh Sarah, si tokoh utama. Diceritakan bahwa Sarah Lemon tidak pernah mengenal konsep cinta sebelum bertemu Ethan. Untuk pemuda itu, Sarah bahkan melakukan banyak hal tanpa cowok itu ketahui. Sarah Lemon menghabiskan uang jajannya untuk bepergian jauh dari rumahnya, mengunjungi toko jam, demi memberikan hadiah kepada Ethan; sebuah jam tangan. Kepada tukang jam tersebut, diceritakannyalah tentang Ethan, di mana dia tidak mungkin bercerita kepada ibu atau teman-temannya. Sarah rela menghabiskan banyak waktu mempersiapkan dirinya hanya untuk bertemu cowok itu.

Karena Ethan di sini hanyalah tokoh pelengkap dan karakternya kurang digali, saya memberikan ★✩✩✩ bintang untuk pemuda dambaan Sarah itu.







Ethan adalah masa lalu bagi Winona. Ethan mantan kekasih dari gadis tokoh utama yang pekerjaannya sebagai food reviewer itu. Meskipun mereka sudah berpisah, tapi Ethan dan Winona masih menjalin hubungan baik. Mereka bahkan berteman. Dan sepertinya, Ethan masih memiliki keinginan untuk berbaikan dengan Ethan. 


Dalam novel ini, ada dua tokoh utama yaitu Aries dan Ethan. Meskipun Ethan banyak dibahas di sini, sayang sekali informasi tentangnya tidak muncul di blurb. Sepertinya, penulis lebih ingin menonjolkan karakter pria satunya, si Pria Rasi Bintang, yakni Aries. Padahal saya sebagai pembaca, lebih suka dengan Ethan ketimbang tokoh utamanya, hahaha. Maklum saja, suka dengan sebuah karakter kan subjektif bentuknya. 


Untuk Ethan di The Playlist, saya berikan ✩✩ bintang.







Lagi-lagi saya lebih menyukai Ethan si side character ketimbang tokoh utamanya. Setelah saya mengalaminya di The Playlist, pada novel remaja Sky, saya pun merasakan hal yang serupa. Ethan digambarkan sebagai sosok yang menyenangkan, menyukai fotografi, dan juga menyukai Lyn, si tokoh utama. Ethan yang mulanya adalah si stalker yang tertangkap basah oleh Lyn, menjadi akrab, dan menjadi sandaran Lyn ketika Kay, cowok yang disukainya menjauh. Ethan yang ceria, digambarkan sebagai sosok yang keren dan dinamis, lebih mencuri perhatian saya ketimbang Kay yang misterius dan dingin.

★★★✩✩ bintang untuk Ethan.





Bisa dibilang, dari semua Ethan yang saya kenal, saya paling menyukai Ethan Hall. Dia adalah seorang sutradara terkenal yang memiliki trauma terhadap sebuah kejadian yang pernah menimpanya. Dia terlibat sebuah hubungan pekerjaan yang rumit denga Julia Milano, seorang penulis merangkap editor di tempatnya bekerja. Novelnya menjadi best seller, tapi dia bersembunyi di balik identitas Jane Martin, nama penanya. Karena Ethan yang sudah sejak lama vakum dari dunia perfilman tertarik untuk mengangkat novel Julia ke layar lebar, otomatis membawa Julia pada kerumitan ini. Karena, walau bagaimanapun, Julia harus menutupi identitasnya sebagai sang penulis terkenal itu.

Saya memberikan ★★★✩ bintang untuk Ethan Hall.



Nah, itu dia ulasan saya tentang karakter fiksi bernama Ethan. Sebenarnya masih ada nama Ethan lain yang cukup terkenal, seperti misalnya Ethan Nakamura si anak Nemesis di serial Percy Jackson, dan beberapa Ethan lain yang samar teringat saat sedang menulis ini (tapi saya lupa dari karakter mana). 


Apakah kalian pernah menemukan Ethan-Ethan lain di buku yang kalian baca? Atau kalian pernah memikirkan hal yang sama tentang mengingat-ingat nama karakter sama dari buku-buku yang pernah kalian baca? Atau bahkan kalian mau memberi saya rekomendasi nama mana yang musti saya ulas untuk bahan Ngobras Buku lainnya? Silakan tinggalkan di kolom komentar, ya. :)



Postingan ini disertakan dalam #BBIHUT6 Blog Buku Indonesia dengan tema: Serba-serbi Buku atau All About Books, karena yang saya bahas adalah buku-buku dengan karakter bernama Ethan. (Masih masuk dalam tema, kan? ;))



Pengumuman Giveaway Seruni



Selamat pagi teman-teman.

Sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan pengumuman ini ya, dikarenakan satu dan lain hal, jadinya waktu pengumuman molor beberapa hari. Semoga, ini tidak mengurangi rasa antusiasme teman-teman nantinya untuk berkunjung dan mengikuti giveaway di Resensi Buku Nisa.

Saya berterima kasih kepada penulis dan penerbit atas kerja samanya dalam rangka blogtour novel Seruni. Kepada penulis, semoga terus memberikan karya terbaik yang dapat dinikmati banyak pembaca. Kepada penerbit, semoga bisa terus menerbitkan buku-buku terbaik dan berkualitas untuk pembaca. Terima kasih pula ditujukan kepada teman-teman yang sudah ikut meramaikan blogtour ini dengan mengikuti giveaway-nya.

Sebagai pertanyaan yang saya ajukan, tentang bunga atau pohon apa yang mewakili kalian, saya senang sekali membacanya, karena saya jadi mengenal teman-teman semua dengan cara yang unik :) Kalau saya menjawab pertanyaan itu, saya mengasosiasikan diri sebagai bunga mawar. Bukan karena cantiknya atau mainstream-nya pilihan "mawar" sebagai perlambang diri, melainkan karena bunga mawar memiliki filosofinya tersendiri. Dengan tangkai yang berduri dan tidak mudah tumbuh di mana saja (saya beberapa kali mencoba menanam mawar tapi berakhir dengan layu dan mati sendiri, hahaha).

Jadi, akhirnya sekarang tibalah saatnya saya mengumumkan siapa pemenangnya. Dan yang beruntung mendapatkan novel Seruni kali ini adalah ...


Selamat kepada:


Aya Hans
@jeruknipisanget


Ditunggu konfirmasinya via dm di twitter @niesya_bilqis, sertakan nama, alamat, dan no telepon untuk pengiriman bukunya paling lambat 3 x 24 jam setelah pengumuman ini dibuat.

Selamat kepada pemenang. Buat yang belum terpilih, masih ada kesempatan lainnya. Nantikan giveaway lainnya yang diadakan di blog saya. 

Terima kasih, selamat pagi, dan wassalamualaikum.


Bad Boys

Judul : Bad Boys
Penulis : Nathalia Theodora 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 216 Halaman
Cetakan Pertama, Agustus 2014
ISBN : 9786020306629
Rating : 3 dari 5



Blurb:

Semua orang tahu, SMA Emerald dan SMA Vilmaris musuh bebuyutan, walaupun kini jarang tawuran. SMA Emerald dikomandani Austin, sementara SMA Vilmaris dipegang oleh Troy. Tapi siapa yang tahu bahwa Ivy, adik Troy, ternyata bersekolah di SMA Emerald?

Suatu hari, Lionel—tangan kanan Troy—diberi tugas untuk menjemput Ivy, dan kepergok oleh Austin! Menyimpulkan bahwa Ivy berpacaran dengan musuh, Austin menghukum Ivy menjadi pesuruh gengnya. Untuk menutupi identitasnya sebagai adik Troy, Ivy pun mematuhi perintah Austin, juga perintah Troy untuk pura-pura pacaran dengan Lionel.

Saat Ivy memohon pada Austin untuk menghentikan hukuman, Austin menyuruhnya putus dari Lionel sebagai syarat. Lagi pula, ternyata Ivy diam-diam mulai menyukai Austin...

Bisakah Ivy terus menutupi identitasnya ketika Austin akhirnya menyatakan cinta? Dan bagaimana tanggapan Ivy saat Lionel menganggapnya bukan sekadar adik Troy? 

***

Troy dan Ivy kakak beradik. Sementara, di sekolahnya Troy adalah ketua geng yang sering berantem dengan geng sekolah lain. Malangnya, sekolah lain itu adalah sekolah adiknya. Ivy memang menginginkan bersekolah di SMA Emerald, musuh bebuyutan SMA Vilmaris--sekolah Troy. Akibatnya, Troy harus sembunyi-sembunyi mengantar Ivy sekolah. Saat mengantar Ivy itulah Troy meminta Lionel, sahabatnya, untuk mengoper menjemput Ivy, agar keberadaan Troy tidak terlacak oleh Austin, dan keselamatan Ivy tidak terancam.

Austin, geng sekolah Emerald, sangat membenci Troy. Saat ia melihat ada anak SMA Emerald yang diantar oleh anggota geng SMA Vilmaris, ia marah dan murka. Kemurkaan itu ditujukan pada Ivy, si gadis yang ketahuan diantar-jemput Lionel. Demi keselamatan, Ivy tidak boleh mengaku sebagai adik Troy, dan harus menganggap Lionel sebagai pacar.

Sementara itu, sebagai hukuman, Ivy diharuskan untuk menjadi pesuruh Austin dan gengnya. Dari situlah kedekatan mereka menimbulkan bunga-bunga cinta.

Menyadari bahwa perasaan itu tidak boleh sampai terjadi, Ivy jadi bingung sendiri. Ia terpaksa berbohong dengan mengaku rumah Sophie, sahabatnya, adalah rumahnya, pada Austin. Dan begitu ia diajak ke rumah cowok itu, sebuah fakta menarik terkuak, yang berhubungan dengan Troy dan masa lalunya. Keadaan itu, membuat Ivy dan perasaannya pada Austin semakin sulit dan rumit.

Jadi, bisakah Ivy melaluinya dan berterus terang pada Troy maupun Austin?

***

Ada dua hal yang menggelitik saya selama membaca novel ini: Pertama, saya cukup terganggu dengan kalimat-kalimat percakapan formal yang nanggung. Saya merasa kurang sreg, karena nanggung itu. Baiknya, kalau mau dibuat baku ya baku sekalian, tapi kalau mau dibuat santai, alangkah lebih baik membuat kalimat yang lebih luwes lagi. Tapi ini nggak berlangsung setiap saat sih, rasanya hanya pada momen-momen tertentu saja percakapannya jadi kurang luwes. Tapi cukup mengganggu.

Kedua, saya agak kecewa sedikit karena yang ditonjolkan di dalam cerita ini adalah kisah percintaannya, bukan karakteristik bad boy-nya. Saya pikir bakal ada banyak adegan baku hantam yang seru *_* mengingat ilustrasi di awal bab pun menyiratkan begitu. Sekalinya ada berantem, eh, nggak live. Jiahaha.

Namun, saya cukup menikmati cerita ini, bahkan tidak ada bagian yang saya skip waktu membacanya. Apalagi kisah badboy-badboy-an lagi naik daun belakangan ini. (Karena pada dasarnya, dekat sama bad boy itu lebih greget buat naikin gengsi anak SMA ketimbang dekatin cowok-cowok taat peraturan atau nerd, wkwkwk.) Apalagi kisahnya simpel, dan narasinya oke (minus kalimat langsung yang tadi sedikit saya keluhkan). Membaca buku ini, saya jadi kepingin makan sate ayam.

Baiklah, yuk mari lanjut ke buku dua! :)

P.S. Kalau nggak baca ulasan dari salah satu goodreaders, saya nggak tahu kalau ada kesalahan penulisan di blurb, tentang nama sekolah Troy. Wah, cukup fatal juga, ya?


Of Thee I Sing: A Letter to My Daughters

Judul : Of Thee I Sing: A Letter to My Daughters
Tentang Dirimu Aku Bernyanyi: Surat untuk Putri-Putriku
Penulis : Barack Obama
Ilustrasi : Loren Long
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 40 Halaman
Cetakan Pertama, Juni 2011
(Cetakan Pertama Versi Asli: November 2010)
ISBN : 9789792270372
Rating : 4 dari 5



Blurb:

Have I told you
that America is made up
of people of every kind?

Pernahkah kukatakan kepadamu
bahwa Amerika terdiri atas
berbagai macam orang?

***

Have I told you that the are all a part of you?
Have told you that you are one of them,
and you are the future?
And have I told you that I love you?

***

Merinding, baca halaman-halaman terakhirnya T-T

Pada mulanya, saya hanya mengira bahwa ini hanyalah sekadar kumpulan orang-orang hebat yang pernah hadir ke muka bumi, yang diceritakan oleh Barack Obama untuk kedua anaknya. (Ada kisah tentang Albert Einstein, Maya Lin, Neil Armstrong, Abraham Lincoln, George Washington, dan lain-lain, yang masing-masing mereka disampaikan hanya dalam satu paragraf saja.) Karena, tajuk buku ini adalah "Tentang Dirimu Aku Bernyani: Surat untuk Putri-putriku". Semacam kumpulan orang-orang inspiratif yang bisa dijadikan inspirasi sukses untuk anaknya, dari beragam lini kehidupan dan bakat tokoh-tokohnya. Juga disampaikan dengan ilustrasi keren, dan disajikan dwibahasa. 

Namun, ternyata ada benang merah di antara semua orang di dalam buku ini. Benang merah yang membuat saya merinding, membuat saya semakin meyakini bahwa sosok Barack Obama adalah benar-benar seorang yang inspiratif untuk semua orang di dunia. Melalui buku ini, beliau menyampaikan pesan yang luar biasa dalam sebuah kisah yang sederhana.

Have I told you that America is made up of people of every kind?

People of all races, religions, and beliefs.
People rom the coastlines and the mountains.
People who have made bright lights shine by sharing their unique gifts
and giving us the courage to lift one another up, to keep up the fight,
to work and build upon all that is good in our nation.

Sebuah pesan tentang toleransi yang indah <3


Hi, Nerd!

Judul : Hi, Nerd!
Penulis : Maria Mona
Penerbit : Novela
Tebal Buku : 114 Halaman
Cetakan Pertama, Agustus 2016
ISBN : 9786024300081
Rating : 3 dari 5



Barangkali beginilah rasanya menjadi Pluto. Bertahun-tahun diakui sebagai planet sejati. Namun, kemudian para ilmuwan menganggapnya berbeda di antara planet-planet lain di Galaksi Bimasakti. Hanya karena membandel melewati bidang orbit planet lain. Pluto dipandang sebelah mata, dan diturunkan statusnya sebagai dwarf planet. ---halaman 103

***

Malu, marah, merana! Itu yang dirasakan Ara di sekolah barunya.

Ara yang sebelumnya dikenal sebagai Miss Tukang Bully karena suka menindas teman-temannya, kini menjumpai hari-hari pembalasan. Setelah pindah ke Jakarta, ia menjadi bulan-bulanan geng ABC (Aline, Bianka, Ciarra) karena berbagai alasan.

Posisi Ara semakin terpojok sejak ia menolong cowok cupu dari bully-an geng ABC, Alden. Cowok itu nerd abis, pendiam, dan sedikit aneh menurut Ara. Namun, pernahkah Ara menyangka jika cowok pemenang olimpiade astronomi itu yang kelak menyelamatkan masa remajanya?

***

Ara dulunya adalah "jagoan" tukang bully di sekolahnya. Namun, siapa sangka kepindahannya ke Jakarta membuat ia yang biasanya menjadi subjek berubah menjadi objek bully? Itu semua gara-gara kakaknya yang lemah, diterima kuliah di UI, membuat keluarganya harus pindah dari Malang ke Jakarta. Bukan hanya tentang pamornya saja yang bakal hilang, hubungannya dengan sang pacar pun juga terancam. Meskipun, Joan meyakinkan tentang hubungan jarak jauh mereka bakal baik-baik saja.

Sebelum masuk sekolah, ia memikirkan strategi untuk mendekati anak-anak populer agar kehidupannya sama dengan sebelumnya. Ia ingin berlagak bossy dan mencari teman yang sederajat dengannya. Beragam adaptasi sudah ia lakukan, termasuk mengubah kata sapa "aku-kamu" menjadi "lo-gue". Namun yang terjadi adalah... ia justru mendapat pem-bully-an karena logat Jawa-nya yang tidak bisa hilang. Akhirnya ia berteman dengan Vania, cewek aneh yang mulanya tidak bakal mau didekatinya. Orang yang justru diincarnya sebagai teman malah mem-bully-nya.

Ara berkenalan dengan Alden, si cowok aneh dan nerd di sekolahnya. Alden si cowok yang keluar sepuluh menit setelah soal ujian matematika sulit diberikan gurunya. Alden pula yang diumumkan guru mereka, bahwa cowok itu memenangkan olimpiade sains nasional bidang astronomi. Singkat cerita, Ara penasaran dengan cowok kutu buku dan antisosial itu. Sebaliknya, sebenarnya Alden pun penasaran dengan Ara yang mencoba untuk mendekatinya. Namun, sikap yang ditunjukkan Alden selalu dingin padanya. 

"Kadang, rasa penasaran adalah awal jatuh cinta." ---halaman 50

Begitu Ara mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan Alden dari situasi kurang menyenangkan yang berhubungan dengan keluarganya, mereka menjadi dekat. Hingga, saat permintaan Alden untuk mengunjungi kegiatan astronomi ternyata bertepatan dengan ulang tahun salah satu anggota geng ABC, yang mewajibkan mereka untuk hadir pada perayaannya.

Apakah Ara akan mengikuti ajakan Alden, ataukah ia tidak mau membuat perkara dengan geng ABC yang senang merisaknya itu? Lalu, bagaimana  hubungan LDR Ara dengan Joan? Apakah Ara sudah sepenuhnya jatuh cinta dengan Alden?

***

Di angkasa, kita hanya perlu duduk diam dan tenang. Tak mengapa bila yang kita tinggalkan akan terkenang-kenang. ---halaman 21

Novel ini saya baca guna kebutuhan riset sebenarnya, hehehe. Bercerita tentang pelaku perisakan yang kena getahnya karena sekarang menjadi korban. Ara dan kehidupan barunya, memberikan tantangan tersendiri buatnya. Kini ia menjadi korban pem-bully-an setelah gagal menjadi bagian dari orang-orang yang sederajat dengannya. Mengalami nasib berteman dengan cewek tidak populer dan penasaran dengan cowok aneh di kelasnya, membuat Ara mengalami kehidupan yang baru dan serba mengejutkan.

Saya suka dengan cara penulisan novela ini, meskipun di beberapa bagian masih terasa kaku. Seperti misalnya, penggunaan kata ganti: "Gadis asli Jawa Timur itu..." Ini menurut saya pribadi, sih, terkesan seperti sedang menulis di kolom berita di mana isi berita yang singkat, harus memasukkan segala unsur informasi di sana. Selebihnya, saya suka sekali cara penulis menyampaikan kisahnya. Saya juga menyenangi informasi seputar astronomi yang diselipkan di kisah ini. Saya jadi dapat pengetahuan baru dari sana.

Untuk kisahnya sendiri, sederhana, simpel, namun disampaikan dengan apik tanpa bertele-tele. Kisah Ara menghadapi perisakan, juga cerita percintaannya patut disimak. Manis, dan tidak berlebihan. Apalagi, novela ini cukup tipis hanya 114 halaman. Sekali duduk langsung selesai. :)

Disonansi

Judul : Disonansi
Penulis : Edith PS
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 248 Halaman
Cetakan Pertama, November 2015
ISBN : 9786020317793
Rating : 4 dari 5




Andre mungkin saja memiliki banyak kekurangan, tapi selingkuh bukan salah satunya. Sesaat aku mengutuk diriku, sempat menuduh mendiang suamiku atas tuduhan yang belum tentu benar. Tapi aku bisa apa?

Rinjani sudah terlalu lelah dengan kedukaan atas meninggalnya suami tercinta. Ratapan setahun terakhir seolah tidak pernah cukup. Sampai ia harus berurusan dengan surat-surat tanpa identitas yang muncul mengusik ketenteramannya, menimbulkan berbagai tanya dan prasangka atas mendiang suaminya.

Lalu saat mulai terpojok dan bingung harus ke mana, ia berkenalan dengan olahraga lari jarak jauh yang membawanya ke Bromo Marathon, tempat semuanya—secara tak terduga—akan terjawab dan ia seharusnya tidak perlu “lari” lagi.

Disonansi dalam Teori Disonansi Kognitif adalah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan itu.

***

Ada yang bilang bagian terburuk dari kehilangan sesuatu atau seseorang bukanlah kehilangan atas sesuatu atau seseorang itu, melainkan kehilangan bagian dari diri kita, lantaran ikut terbawa pergi. ---halaman 13

Rinjani ditinggal oleh suaminya yang pergi untuk selamanya dalam sebuah kecelakaan. Sejak kepergian sang suami, ia didera kemalangan hidup karena selalu dihantui oleh mendiang suaminya, Andre. Performa kerjanya terganggu, dan itu disadari oleh orang-orang sekitar yang peduli padanya. Dan mereka mulai mengkhawatirkan kondisi Rinjani karena kejadian meninggalnya Andre sudah berlalu setahun silam.

Abbas, rekan kerjanya tampak begitu peduli untuk mengajak Rinjani keluar dari kemelut hidupnya. Pria yang dianggap adiknya itu selalu ada saat Rinjani butuh teman. Salah satunya, ia mengajak Rinjani untuk ikut olahraga lari yang hits saat itu. Dan Rinjani pun mau.

Saat sedang mengikuti event lari, ia bertemu dan berkenalan dengan Okto, seorang pria pelari yang mempunyai toko perlengkapan lari. Rupanya, Rinjani dan Okto semakin lama semakin dekat, hingga sampai pada keduanya membuka cerita hidup mereka masing-masing. Tentang mendiang suami Rinjani yang sudah tiada, tentang Okto yang ternyata seorang penulis.

Sebuah surat dari seseorang yang merupakan masa lalu Andre, membuat keraguan dalam diri Rinjani sehingga ia mulai mempertanyakan kesetiaan suaminya padanya. Apakah benar Andre mempunyai selingkuhan? Apakah Andre meninggal dunia selepas dari rumah selingkuhannya itu di Bandung?

Sementara, upaya membebaskan diri dari bayang-bayang kematian Andre, Rinjani menerima tawaran Okto dan Abbas untuk mengikuti Bromo Marathon. Mampukah Rinjani menaklukkannya--terlebih, menaklukkan ketakutannya sendiri dengan berlari?

"...karena sudah nggak zamannya lagi lari dari kenyataan. Kita harus lari menuju kenyataan..." ---halaman 162

***

Di antara novel serupa yang bertemakan soal lari, yang ini saya paling suka. (Saya berjanji pada diri sendiri selepas membaca bukunya Haruki Murakami yang What I Talk About When I Talk About Running, saya bakal bikin Ngobras tentang buku-buku bertemakan lari.) Saya suka karena porsi berlari di novel ini cukup besar, bahkan menjadi passion salah satu karakter utamanya, yaitu Okto. Tidak hanya menyuguhkan tentang tema lari, banyak kalimat filosofis tentang lari yang disampaikan di sini. Meskipun, ada pula bagian yang masih terasa seperti "copas" info dari internet. Namun, itu tidak mengurangi hakikat filosofis berlari yang terasa mengena sekali dalam kehidupan sehari-hari.

"Secangkir kopi hangat saja ada filosofinya, apalagi lari." ---halaman 214

Nah, sekarang ke bahasan topik ceritanya. Saya suka sekali dengan kisah ini. Tentang seorang perempuan yang kehilangan suaminya, berharap untuk bisa move on dari situasi itu yang tentu saja tak mudah. Ketika sedang menuju bangkit, justru dihadapkan dengan surat kaleng tentang suaminya, dikirimkan oleh orang yang teramat mencintai sang suami. Plotnya sederhana, cenderung dekat dengan kehidupan pembaca. Tentang memaknai sebuah kehilangan besar dalam hidup dan berupaya untuk melanjutkan hidup tanpanya. Saya merasakan bagaimana Rinjani melawan ketakutan dan kemelut dalam kisah sendunya. Saya pun dapat berempati karenanya.

Dari segi karakter, semuanya memiliki kekhasan yang dengan mudah dapat terbayangkan oleh saya pembacanya. Saya suka Rinjani, pun juga dengan sosok Okto yang misterius tapi serius. Saya juga suka Abbas. Bahwa persahabatan tidak selamanya berakhir dengan saling suka. Ada bentuk persahabatan yang memang murni tanpa melibatkan romansa sama sekali. Saya suka pokoknya sama Abbas yang selalu ada untuk Rinjani.

Tidak hanya menyuguhkan kisah romansa saja, novel ini juga ada bagian lucunya. Saya ketawa sewaktu membaca tentang bagian cowok-cowok yang lari pakai baju couple yang ada quote-quote-nya itu. Lucu! 😆

Gaya penulisan sang penulis di buku ini, berhasil menjerat saya di awal-awal membacanya. Saya suka dengan penyampaian penulis dalam buku ini. Itu pula yang mengakibatkan saya dengan mudah bisa menyelesaikan novel ini segera. Terlebih, banyak kalimat-kalimat yang quoteable di sini. Sama sekali tidak menggurui, bahkan justru menohok tepat sasaran pada relung hati saya si juara lomba lari dari kenyataan ini.

"Karena sudah nggak zamannya lagi lari dari kenyataan, Jan. Kita harus lari menuju kenyataan. Kenyataan bahwa kita memiliki kewajiban untuk merawat tubuh sebagai wujud syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan." ---halaman 27


Dan ini adalah kutipan yang paling saya suka:

"Fokus ke targetmu saja, jangan target orang lain. Jadikan dirimu sendiri sebagai tolak ukur. Kalahkan rekormu sendiri, bukan rekor orang lain." ---halaman 128

[Blogtour+Giveaway] Seruni

Judul : Seruni
Penulis : Almas Sufeeya
Penerbit : Republika
Tebal Buku : 239 Halaman
ISBN : 9786020822396
Rating : 3 dari 5

*Ikuti giveaway di akhir rewiew ini*




Seruni tak menyesal meninggalkan segala hal yang menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun di negeri sakura. Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menunda atau menunggu untuk bisa kembali ke Indonesia demi seseorang yang amat dirindukan. Meskipun harus menempuh jalan yang panjang, sukar, dan terjal. Ia siap menanggung segala konsekuensi asalkan bisa bertemu dengan orang itu. 

***

Ada sebuah misi besar yang membuat Seruni jauh-jauh datang ke Indonesia. Ia tahu bahwa tindakannya ini bisa menghancurkan dirinya, tapi Seruni sudah siap menanggung segala risiko. 

Tak ada jalan kembali. Rahasia, luka, dendam, dan kebohongan yang terkubur selama bertahun-tahun pelan-pelan akan terkuak. 

Lalu, sebuah hal yang tak diduga terjadi dan meluruhkan seluruh tekad Seruni, memaksanya untuk mundur. Lalu, apa yang akan dilakukan Seruni? Menuntaskan misi atau menundanya? Atau justru menghentikannya saat itu juga?

***

Seruni kembali ke Indonesia, setelah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Secara tak disengaja, ia bertemu dengan Ana, gadis berwajah oriental sekaligus pemiliki kedai ramen. Dan karena kesulitan menemukan tempat tinggal--terlebih menemukan jejak orang yang dicarinya di Jakarta--maka ia memutuskan menerima tawaran gadis itu untuk tinggal dan bekerja di kedai.

Sementara, Ana dan keluarganya memiliki konflik yang cukup rumit. Ia memiliki kakak bernama Aster yang mengalami gangguan kejiwaan setelah adik kandungnya meninggal, ia juga memiliki adik kembar yang menyebalkan, juga ibu yang berperangai kurang menyenangkan.

Misi yang diemban Seruni yang membawanya kembali ke Indonesia, ternyata ada hubungannya dengan Ana dan keluarganya. Seruni terkejut dengan pertemuan mereka dan ketika menyadari bahwa Aster-lah yang selama ini dicarinya. Belum lagi, kehadiran Taro yang datang jauh-jauh dari Jepang untuk mencari Seruni yang tiba-tiba menghilang darinya. Apa yang sedang disembunyikan Taro maupun Seruni?

***

Bisa dibilang, ini adalah novel keluarga. Bercerita tentang seorang anak yang menjadi korban perisakan oleh ibu tirinya sendiri. Keadaan itu membuat si anak memutuskan untuk melakukan sebuah hal yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh anak seusianya. Namun, ia tidak tahu bahwa akibat yang bisa timbul dari kejadian itu berbuntut panjang. Meskipun, misteri masih terbungkus rapi dan meminta untuk dikuak satu per satu tentang keseluruhannya.

Sebuah kisah bertema keluarga, biasanya bisa membuat saya tersentuh, dan memberikan pembelajaran yang besar bagi pembacanya. Membaca Seruni, awalnya bagi saja menimbulkan sebuah tanda tanya: Nama si tokoh utama kan Seruni, mengapa di sampulnya bergambar mawar? Nah, rupanya, ada kisah tersendiri mengapa para tokohnya terikat dengan bunga mawar, pun juga menjawab pertanyaan tentang mengapa yang ditonjolkan justru mawar merah.

Kisahnya menarik, saya bisa membacanya dalam waktu yang singkat meskipun awal mulanya saya agak ragu apakah font yang dipakai di buku ini, font "Champagne" akan dirasa nyaman saat dibaca--apalagi bagi tipe pembaca cepat seperti saya. Namun, rasanya saya tidak memiliki masalah dengan itu. Jadi, pemilihan huruf tidak memberikan komplen apa pun :)

Menariknya, penulis turut membawa nuansa Jepang di novelnya, misalnya dengan percakapan berbahasa Jepang, atau tentang si kedai ramen, dan ada beberapa hal lain yang rasanya akan lebih seru kalau dibaca sendiri :)

Untuk kekurangan, ada beberapa masukan dari saya kepada penulis, agar bisa menjadi bahan perbaikan dan saran membangun untuk karya-karya selanjutnya. Menurut saya, ada banyak kebetulan di novel ini, dan itu (bagi saya pribadi) cukup mengganggu, karena pada akhirnya berhubungan dengan kelogisan cerita. Terlalu banyak hal penghubung antartokohnya yang rasanya, agak sulit diterima :) Namun itu semua tertutupi dengan gaya penulisan yang menyenangkan untuk dibaca. Juga, minimnya typo atau kesalahan penulisan. Meskipun, memang masih ada, seperti tanda baca elipsis yang harusnya titik tiga tapi titiknya berkurang satu. Semoga masukan dari saya bisa menjadi pertimbangan untuk karya-karya selanjutnya :)

Akhir kata--sebelum masuk ke bagian giveaway-nya--saya ucapkan selamat atas kelahiran novel perdananya. Semoga terus berkarya.

***



Ini adalah rangkaian terakhir dari blogtour novel Seruni. Saya (dan penerbit Republika) akan membagikan satu buah novel Seruni untuk kamu yang terpilih. Caranya? Cek ketentuan di bawah ini, yaaa:

  1. Giveaway ini hanya untuk kalian yang berdomisili atau memiliki alamat pos di Indonesia.
  2. Follow blog saya melalui akun Google Friend Connect yang ada di sidebar blog ini.
  3. Follow akun twitter @bukurepublika dan @niesya_bilqis. Follow juga akun instagram @bukurepublika, @almas_sufeeya, dan @niesya_bilqis.
  4. Share giveaway ini di akun twitter kalian. Jangan lupa mention kedua akun twitter tersebut dengan tambahan hashtag #Seruni. Jangan lupa kasih link menuju giveaway ini.
  5. Berikan komentar di bawah postingan ini dengan menuliskan nama, alamat twitter, alamat instagram, domisili, dan jawaban pertanyaan yang saya berikan.
  6. Pertanyaannya adalah: Jika kalian diibaratkan dengan bunga/tanaman, bunga/tanaman apa yang mewakili diri kalian?
  7. Giveaway ini akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 April 2017. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan satu hari setelahnya yaitu 7 April 2017.
  8. Bagi yang sudah mengikuti kuis di blog sebelumnya dan belum berhasil, boleh mengikuti kembali di sini.
Semoga beruntung!! ;)

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (40) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)