Fantastic Beasts & Where to Find Them

Judul : Fantastic Beasts & Where to Find Them
(Hewan-Hewan Sihir dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan)
Penulis : Newt Scamander--eh, JK Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 88 Halaman
ISBN : 9789796865635
Rating : 4 dari 5




Blurb:

Hampir setiap rumah para penyihir di seluruh negeri pasti memiliki satu eksemplar buku Fantastic Beasts and Where to Find Them atau Hewan-Hewan Fantastic dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan. Kini hanya untuk waktu terbatas, Muggle juga mendapat kesempatan untuk mengetahui di mana asal Buckbeak si Hippogriff, bahwa Naga Punggung Bersirip Norwegia (bangsanya Bayi Norbert) pernah memangsa ikan paus, dan bahwa Pixie yang pernah membuat Profesor Lockhart ketakutan setengah mati sebenarnya sangat menggemari lelucon-lelucon konyol.

Hasil penjualan buku ini akan disumbangkan pada Comic Relief. Itu artinya, rupiah dan Galleon yang kauserahkan untuk mendapatkan buku ini akan digunakan untuk menolong dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi sesama kita yang kurang beruntung. Saya perlu mengingatkan, keajaiban seperti ini melebihi kemampuan penyihir mana pun juga. Jika kau merasa alasan ini tak cukup kuat, dan karenanya enggan membeli buku ini, tanggung sendiri kalau kau tiba-tiba diserang Troll dan tidak tahu bagaimana melawan makhluk yang sebenarnya bodoh ini.










***

Ini adalah buku milik Harry Potter (juga milik Ron Weasley sebab bukunya sendiri sudah sobek-sobek). Sebuah buku pelajaran sekolah tentang hewan-hewan fantastis dan di mana mereka bisa ditemukan karangan Newt Scamander, dan merupakan edisi istimewa dengan kata pengantar oleh Albus Dumbledore.






Newton "NEWT" Scamander sendiri lahir pada tahun 1897, alumni Hufflepuff, yang memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap hewan-hewan sihir. Ia mendapat minat pada hewan-hewan fantastis itu dari ibunya yang seorang peternak Hippogriff hias. Setelah lulus dari Hogwarts, Newt Scamander bekerja di Kementrian Sihir di Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. 

Untuk keperluan riset terhadap hewan-hewan sihir fantastis, Newt Scamander mengumpulkan informasi hingga mendatangi banyak tempat untuk menyusun bukunya yang ini.

Sebagai pengantar, Albus Dumbledore menyampaikan bahwa buku karangan Newt Scamander ini telah menjadi buku pelajaran resmi di Sekolah Sihir Hogwarts sejak penerbitan pertamanya. Rumah-rumah para penyihir tidak lengkap tanpa kehadiran buku ini, karena di dalamnya terdapat cara terbaik untuk membersihkan hamparan Horklump, mengartikan tangisan sedih Augurey, atau menyembuhkan Puffskein yang sakit akibat minum dari toilet.

Dumbledore menuliskan:

Akhir kata saya memperingatkan siapa pun yang telah membaca sampai sejauh halaman ini tanpa membeli buku ini, akan terkena Kutukan Maling. Dalam kesempatan ini, saya ingin meyakinkan para Mugle yang membeli buku ini bahwa semua makhluk lucu yang digambarkan di dalamnya adalah fiktif belaka dan tidak dapat melukai dirimu. Kepada para penyihir, saya hanya ucapkan:

Draco dormiens nunquam titillandus--Jangan mengusik naga yang sedang tidur.

Scamander menceritakan dalam pendahuluan buku ini, bahwa dirinya melakukan perjalanan dan riset bertahun-tahun untuk membuat bukunya. Ia bertemu dengan penyihir berusia tujuh tahun yang menghabiskan waktu berjam-jam di kamar tidurnya memotong-motong Horklump. Ia juga bercerita tentang perjalanan dari hutan paling gelap ke gurun pasir paling terang, dari puncak gunung ke rawa berlumur yang ketika dewasa melacak hewan-hewan yang akan digambarkan di buku ini. Ia mengunjungi berbagai sarang, liang, dan lubang di lima benua, mengamati kebiasaan-kebiasaan aneh hewan-hewan fantastis di seratus negara, menyaksikan kekuatan mereka, memperoleh kepercayaan mereka, dan kadang menghalam mereka dengan ketel perjalanan miliknya.

Saat edisi pertama buku ini keluar, Scamander hanyalah pegawai rendahan di Kementrian Sihir dengan pendapatan dua Sickle per minggu. Namun setelah bukunya laris manis hingga mengalami cetak ulang 52 kali, kehidupannya menjadi jauh lebih baik.

Di pendahuluan ini, Newt Scamander akan menjelaskan pertanyaan yang paling sering diajukan kepadanya;

Apakah hewan itu?

Kalau kata Harry Potter: makhluk besar berbulu yang kakinya banyak, ah tapi jangan dipercaya kalimat itu. Mari kita dengarkan saja apa pendapat Scamander tentang hewan yang dikutipnya dari penjelasan beberapa Menteri Sihir. Ia menjelaskannya dengan mempertimbangkan tiga jenis makhluk gaib: Werewolf atau Manusia Serigala yang adalah manusia namun berubah menjadi hewan buas berkaki empat dengan naluri membunuh, Centaurus yang kebiasaan dan kehidupannya berbeda dari manusia, Troll yang berpenampilan mirip manusia tapi tidak punya kemampuan sihir dan mereka kurang pintar alias bodoh.

Penggolongan "Makhluk" dan "hewan" dalam komunitas sihir telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. "Makhluk" sendiri adalah makhluk yang layak memperoleh hak-hak hukum dan hak bersuara dalam pemerintahan dunia sihir, sedangkan "hewan" tetap digolongkan sebagai hewan.

Burdock Muldoon, Ketua Dewan Penyihir abad keempat belas mengatakan bahwa makhluk dua kaki akan dianugerahi status "Makhluk", selebihnya digolongkan sebagai "hewan". Ternyata penggolongan ini menuai kejadian yang membuat Muldoon bersumpah menolak upaya apa pun untuk memasukkan para anggota masyarakat sihir yang bukan-penyihir ke Dewan Penyihir karena para makhluk dua kaki mengacaukan pertemuan Dewan Penyihir.

Madame Elfrida Clagg memberi arti baru pada "Makhluk", yakni mereka yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Akan tetapi timbul masalah baru ketika para Troll yang telah diajari bahasa manusia oleh para Goblin datang dan mulai menghancurkan aula. Jarvey mencakar sebanyak mungkin pergelangan kaki dan Hantu menghadiri pertemuan.

Barulah pada tahun 1811 Grogon Stump mengumumkan bahwa "Makhluk" adalah "makhluk apa pun yang memiliki cukup inteligensi untuk memahami hukum-hukum masyarakat sihir dan ikut bertanggung jawab dalam membentuk hukum-hukum tersebut.

Muggle tidak selamanya tidak menyadari keberadaan makhluk gaib besar yang sulit disembunyikan. Makhluk yang ada dalam khayalan Muggle selama berabad-abad seperti Naga, Griffin, Unicorn, Phoenix, Centaurus, adalah nyata. Yang menjadi keprihatinan adalah nasib para hewan menakjubkan tersebut yang harus disembunyikan dari Muggle dan harus diyakinkan bahwa sihir itu tidak ada. Hasil konferensi menyatakan bahwa dua puluh tujuh spesies dari Naga sampai Bundimun harus disembunyikan dari pandangan Muggle. Itu juga dilakukan untuk menghindari kecelakaan fatal akibat keberadaan hewan sihir tersebut. Dalam hal ini Kementerian sihir sudah  membuat aturan untuk menangani cara pemeliharaan hewan sihir tersebut seperti dengan: 1) Membuat habitat yang aman, 2) Pengawasan terhadap penjualan dan pembiakan, ) Mantra ilusi, 4) Jampi memori, 5) Pemberdayaan Kantor Salah Informasi.

Lalu muncul sebuah pertanyaan: mengapa sebagai komunitas sihir harus terus berusaha melindungi dan menyembunyikan hewan-hewan sihir, meskipun mereka buas dan tak dapat dijinakkan? Jawabannya adalah, tentu saja: untuk memastikan generasi penyihir masa depan bisa menikmati kecantikan dan kekuatan mereka yang langka sebagaimana kita sekarang memiliki hak istimewa tersebut.

Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib memberi klasiffikasi pada semua hewan, Makhluk, dan hantu yang telah dikenal:
  • XXXXX : Dikenal sebagai pembunuh penyihir/mustahil dilatih atau dijinakkan
  • XXXX : Berbahaya/butuh penetahuan khusus dan penanganan ahli
  • XXX : Penyihir yang cakap mampu menangani
  • XX : Tidak berbahaya
  • X : Bikin bosan
***

Acromantula (XXXXX)

Labah-labah raksasa bermata delapan yang mampu berbicara seperti manusia. Mereka berasal dari hutan rimba Borneo yang lebat (wooo dekat rumah saya!). Pemakan daging dan lebih suka melahap mangsa yang besar. Termasuk Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib.

Ashwinder (XXX)

Ashwinder tercipta ketika api sihir dibiarkan membakar tanpa kendai untuk waktu terlalu lama. Ular berwarna kelabu pucat dengan tubuh kecil dan mata merah menyala-nyala ini akan muncul ke balik bayang-bayang rumah yang ditemukannya sendiri, meninggalkan jejak abu di belakangnya. Ashwinder hanya hidup selama satu jam dan selama waktu itu hewan ini mencari tempat gelap dan terpencil untuk meletakkan telurnya, setelah itu ia akan roboh ke dalam abu. Telur-telur Ashwinder berwarna merah terang dan menguarkan panas yang hebat. Mereka akan membakar rumah dalam beberapa menit jika tidak ditemukan dan dibekukan dengan mantra yang sesuai.

Augurey (XX)

Juga dikenal sebagai Phoenix Irlandia. Burung kecil berwarna hitam kehijauan ini punya tampang sedih dan penampilannya agak mirip burung hering kecil yang kurang makan. Hewan ini amat pemalu, bersarang di semak dan duri, memangsa serangga-serangga besar dan Peri-Peri, hanya terbang sewaktu hujan lebat dan selebihnya mendekam di dalam sarangnya yang berbentuk air mata. Memiliki suara khusus berupa jeritan rendah dan berdentam-dentam, yang dipercaya sebagai pertanda kematian.

Basilisk (XXXXX)

Basilisk adalah ular berwarna hijau terang yang panjangnya bisa mencapai 15 meter. Basilisk pertama tercatat dibiakkan oleh Herpo yang Keji, Penyihir Hitam Yunani yang seorang Parselmouth yang setelah banyak melakukan eksperimen menemukan bahwa telur ayam yang dierami kodok akan menetaskan seekor ular raksasa yang memiliki kekuatan amat berbahaya. Taringnya amat berbisa, tatapan mata besarnya bisa membuat yang menatap akan mati mendadak.

Bowtruckle (XX)

Bowtruckle adalah makhluk penjaga-pohon yang ditemukan terutama di Inggris barat, Jerman bagian selatan, dan hutan-hutan Skandinavia tertentu. Makhluk ini amat sulit dilihat karena ukurannya yang kecil (paling besar hanya setinggi 20 sentimeter) dan tampaknya terdiri atas kulit kayu dan ranting dengan dua mata kecil berwarna cokelat. 

Centaurus (XXXX)

Centaurus berkepala manusia dengan dada dan lengan yang melekat pada tubuh kuda. Pandai dan mampu berbicara, tinggal di hutan, diyakini berasal dari Yunani. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah berkisar 10 sampai 50 anggota. Mereka terkenal ahli dalam bidang penyembuhan sihir, ramalan, seni panahan, dan astronomi.

Crup (XXX)

Berasal dari Inggris tenggara. Sosoknya mirip anjing terrier Jack Russel, kecuali ekornya yang bercabang dua. Hewan ini sangat setia pada penyihir dan galak terhadap Muggle. Crup hewan pemakan bangkai, yang melahap apa saja dari Jembalang sampai ban bekas.

Dragon--Naga (XXXXX)

Naga hewan sihir yang paling terkenal dan paling sulit bersembunyi. Naga betina umumnya lebih besar dan lebih agresif daripada yang jantan. Termasuk sebagai Benda-Benda yang Tidak Boleh Diperdagangkan (Kelas A) oleh Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. Terdapat sepuluh jenis Naga yang dikenal yakni: Antipodean Opaleye, Chinese Fireball, Common Welsh Green, Hebridean Black, Hungarian Horntail. Norwegian Redgeback, Peruvian Vipertooth, Romanian Longhorn, Swedish Short-Snout, Ukrainian Ironbelly.

Flobberworm--Cacing Flobber (X)

Hidup di parit-parit lembap, tubuh gendut berwarna cokelat, panjang mencapai 25 sentimeter. Makanan kesukaannya adalah daun selada, meski mereka memakan hampir semua jenis tanaman.

Gnome--Jembalang (XX)

Gnome adalah hama kebun yang umum ditemui di seluruh Eropa bagian utara dan Amerika Utara. Tingginya mencapai sekitar tiga puluh sentimeter. Bisa diusir dari kebun dengan cara memutar-mutar mereka sampai pusing, lalu membuang mereka melewati tembok kebun. Cara lainnya mungkin menggunakan Jarvey.

Griffin (XXXX)

Berasal dari Yunani, memiliki kaki-kaki depan dan kepala elang raksasa, namun bertubuh dan berkaki belakang mirip singa. Digunakan untuk menjaga harta karun.

Hippogriff (XXX)

Kepalanya mirip elang raksasa, sedangkan tubuhnya mirip kuda. Hewan ini bisa dijinakkan akan tetapi sebaiknya dilakukan hanya oleh para ahli. Kontak mata sebaiknya dipertahankan ketika mendekati Hippogriff. Kita harus membungkuk untuk menunjukkan niat baik. Jika si Hippogriff balas membungkuk, berarti aman mendekatinya.

Lethifold (XXXXX)

Disebut juga Jubah Hidup, makhluk langka yang hanya terdapat di iklim tropis. Wujudnya menyerupai jubah hitam dengan ketebalan mencapai 1,25 sentimeter yang meluncur di tanah pada malam hari. Laporan tentang Lethiffold pada tahun 1782 dari penyihir Flavius Belby yang sedang berlibur di Papua Nugini (jangan-jangan di Indonesia juga ada?!). Patronus adalah satu-satunya mantra yang diketahui bisa menolak Lethifold. Meskipun demikian, karena makhluk itu umumnya menyerang mereka yang sedang tidur, hanya sedikit calon korban yang punya kesempatan menggunakan mantra apa pun untuk melawannya. Begitu mangsa-mangsanya berhasil dibuat lemas, Lethifold mencernanya saat itu juga di tempat tidur mereka.

Merpeolple (XXXX)

Merpeople atau Manusia Duyung tersebar di seluruh dunia. Meskipun bervariasi, penampilan mereka hampir mirip manusia. Kebiasaan dan adat istiadat mereka tetap merupakan msiteri, sama misterinya seperti Centaurus, walaupun penyihir-penyihir yan gmenguasai bahasa Mermish menyatakan bahwa jumlah anggota organisasi Merpeople yang amat teratur tidak sama, tergantung habitatnya, dan beberapa mempunyai tempat tinggal yang dibangun dengan terperinci. Merpeople paling tua tercatat dalam sejarah dikenal sebagai Siren (di Yunani) dan di dalam air yang lebih hangatlah kita menemukan putri duyung cantik yang digambarkan dalam buku bacaan dan lukisan Muggle. Selky, yang berasal dari Skotlandia, dan Merrow, dari Irlandia, tidak terlalu cantik, namun mereka sangat menggemari musik, yang merupakan hal umum bagi semua Merpeople.

Niffler (XXX)

Berbulu halus, hitam, dan bermoncong anjang, makhluk penggali ini gemar akan benda apa saja yang gemerlapan. Niffler sering dipelihara Goblin untuk menggali tanah mencari harta karun. Meski Nifffler lembut dan bahkan penuh kasih, mereka bisa merusak benda-benda dan sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah.

Pixie (XXX)

Berwarna biru terang, tinggi mencapai dua puluh sentimeter, dan sangat bandel. Pixie menggemari segala macam tipu daya dan lelucon-lelucon konyol. Meskipun tak punya sayap, makhluk ini bisa terbang. Dikenal suka menyambar telinga manusia yang sedang lengah dan membawa mereka ke puncak pohon atau gedung yang tinggi.

Puffskein (XX)

Puffskein terdapat di seluruh dunia. Dengan sosok berbentuk bola yang ditutupi bulu lembut berwarna krem, Puffskein merupakan makhluk jinak yang tidak keberatan dipeluk atau dilempar ke sana kemari.

Troll (XXXX)

Troll adalah makhluk menyeramkan yang tingginya mencapai hampir empat meter dan beratnya lebih dari satu ton. Terkenal akan kekuatan sekaligus kebodohannya yang luar biasa, Troll sering kali berperilaku ganas dan tak dapat diduga. 


***

Di-posting dalam rangka persiapan menonton Fantastic Beasts and Where to Find Them yang akan tayang hari ini di bioskop-bioskop terdekat \m/

Official trailer-nya ada di sini.



2 komentar:

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)