How to Woo a Reluctant Lady

Judul : How to Woo a Reluctant Lady - Merayu Sang Lady Keras Kepala
Penulis : Sabrina Jeffries 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 464 Halaman
ISBN : 9786020320380
Rating : 4 dari 5




"Dulu aku jatuh cinta padamu dan kau mematahkan hatiku. Karena itulah aku menulis tentang dirimu dalam buku-bukuku." ---halaman 402


***


Blurb:

Ketika pria tampan penggoda wanita itu datang dan melamarnya, Lady Minerva Sharpe menemukan cara yang tepat menghadapi ultimatum Nenek untuk menikah atau kehilangan warisan.

Lady Minerva memiliki rencana sempurna untuk menentang sang nenek: bertunangan dengan seorang pria yang terkenal suka mempermainkan wanita! Tentu saja neneknya akan lebih memilih membatalkan ultimatumnya daripada membiarkan Minerva menikah dengan pria liar semacam itu. Dan ia menemukan pria yang tepat untuk rencananya, Giles Masters, sang pengacara—yang juga merupakan inspirasi Minerva untuk tokoh mata-mata dalam novel gotik yang ditulisnya.

Meski ia tak pernah berniat menyerahkan hatinya pada pria brengsek seperti Giles, apalagi menikah dengannya, Minerva tak pernah bisa melupakan ciuman menggoda pria itu.

Saat mereka bekerja sama menyelidiki kematian orangtua Minerva, pertunangan bohongan itu perlahan berubah menjadi nyata. Minerva tak pernah menduga bahwa Giles memang mata-mata pemerintah.

Dan, setelah wanita itu mengetahui rahasia kehidupan gandanya, Giles harus mengerahkan segala trik menggoda untuk mendapatkan hati sang lady. 

***

Lady Minerva Sharpe adalah seorang penulis novel gotik yang menggunakan nama aslinya sebagai nama pena. Hal ini menimbulkan kasak-kusuk mengingat keluarganya termasuk dalam kalangan terhormat meskipun penuh skandal. Hetty Plumtree sang nenek, tidak menyukai aktivitas cucunya ini. Ia tidak ingin menambahkan skandal lain yang sudah mencoreng nama keluarga semenjak kematian kedua orangtua Minerva dua puluh tahun silam.

Karena ultimatum sang nenek yang tidak akan memberikan warisan kalau cucu-cucunya tidak menikah, membuat Minerva berang. Padahal, usianya yang mendekati kepala tiga termasuk usia rawan bagi seorang gadis di masa itu. Ia tidak percaya dengan yang namanya pernikahan. Apalagi, dua kakaknya yang awalnya berpemikiran sama, sekarang justru malah tengah dimabuk cinta dan indahnya pernikahan dengan istri mereka masing-masing. Bukannya tidak percaya dengan cinta, tapi trauma yang dialaminya karena gagalnya pernikahan kedua orangtuanya membuat ia merasa skeptis dengan pernikahan. Lagi pula, siapa yang mau menikah dengan lady nyentrik penulis cerita-cerita gotik dengan masa lalu penuh skandal sepertinya?

Sebenarnya, ada satu nama yang akan diinginkannya menjadi pendamping hidupnya jika memang itu akan terjadi. Pria itu adalah Giles Masters, sahabat kakak-kakaknya. Ia bertemu dengan Giles saat berumur sembilan tahun di pemakaman orangtuanya. Lalu, sepuluh tahun kemudian, di sebuah pesta topeng, Minerva sengaja untuk pergi ke sana agar bisa bertemu dengan pria itu. Di sanalah Giles memberikan ciuman padanya, namun berakhir dengan kata-kata yang menyakitkan, yang berhasil membuat Minerva Sharpe membencinya seumur hidup.

Penolakan Giles malam itu telah melukai harga diri dan hatinya, jadi gadis itu melampiasakan amarahnya pada Giles dalam novel-novelnya. ---halaman 48

Minerva Sharpe merupakan penulis gotik. Novelnya yang terkenal bercerita tentang seorang pria berengsek dan jahat bernama Rockton. Kegiatannya ini dibenci oleh sang nenek, meskipun Hetty tidak bisa melakukan ancaman atau menghentikan aktivitas cucu perempuannya itu. Karena ultimatum neneknya untuk segera menikah, Minerva membuat sebuah pengumuman tentang sayembara mencari jodoh yang diumumkan di sebuah majalah. Ia melakukan ini untuk membuat berang neneknya agar sang nenek mencabut ultimatum tersebut.

Dan di hari H audisi calon suami itulah secara mengejutkan ia mengetahui kalau Giles Masters datang menemuinya untuk mengikuti permainan tersebut.

Giles Masters seorang pengacara terkenal. Karirnya menanjak, bahkan ia dijadikan kandidat Penasihat Hukum Raja. Namun, skandal bunuh diri ayahnya bertahun-tahun lalu menghantui dirinya dan berhasil mengubah jalan hidup pria ini. Ia sebenarnya juga memiliki perasaan pada Minerva, mengingat pesona wanita itu membuat Giles membayangkan bagaimana ia di atas ranjang (eaaaaahhhh *emot monyet tutup mata*). Namun, mengingat perlakuan gadis itu yang begitu dingin padanya membuat Giles gentar juga. Apalagi, semenjak ia membaca novel-novel karya Minerva, ia merasakan begitu familier dengan tokoh utamanya..., yang merepresentasikan dirinya.

Ada sebuah kejadian di masa lalu yang erat hubungannya dengan pekerjaan sampingan Giles yang tidak boleh seorang pun tahu. Namun ternyata, ada satu ketakutan yang dialami oleh Giles bahwa bisa jadi Minerva secara tidak sengaja akan membocorkan kejadian tersebut di dalam novel-novelnya yang itu bisa mengancam keberlangsungan karir Giles ke depannya. Giles perlu menghentikan Minerva menulis yang macam-macam tentang dirinya melalui Rockton. Maka dari itu ia perlu mengambil tindakan untuk mencegahnya. Caranya adalah dengan mengikuti permainan sang wanita tentang audisi pencarian calon suaminya.

Mengingat perilaku Giles yang dekat dengan kata "berengsek" itulah, kakak-kakak Minerva menolak mati-matian upaya Giles untuk menikah dengan Minerva. Pun begitu dengan neneknya. Jadi, bagaimana kelanjutan kisah ini?

***

Pesan pertama yang saya dapatkan dari buku ini adalah.... Hati-hati, jangan mengecewakan seorang penulis, kamu bisa jadi bulan-bulanan dalam tulisannya! Bro, beware. Ahahaha. Pesan kedua:

"Kau seorang penulis--kau akan mengharapkan yang terbaik dalam hal sanjungan." ---halaman 113

Ingat ya, don't say I didn't say I didn't warn you. (ngikik)


Di antara cerita Oliver dan Jarret, novel tentang Minerva ini yang paling keren! Mungkin karena si tokoh utama yang seorang penulis (dan kehidupannya begitu familer sekali). Saya suka kepribadian Minerva, kontras sekali dengan kebanyakan gadis-gadis bangsawan era Regency. Minerva sosok pembangkang yang memiliki jalan ceritanya sendiri. Ia tidak dirisaukan dengan yang namanya pernikahan, ia pemberontak dengan caranya sendiri. Intinya, saya suka dengan style Minerva.

Di novel ini, selain mendapatkan kisah cinta Giles-Minerva yang penuh dengan rayuan dan cerita manis di antara keduanya, juga diceritakan tentang kakak beradik Sharpe lainnya. Dan lagi, cerita tentang misteri pembunuhan kedua orangtuanya sedikit terkuak. Ada kisah tentang Desmond Plumtree, sang paman dari pihak ibu yang disinyalir ada hubungannya dengan kejadian itu. Dan juga, kisah tentang Gabe dan Virginia disinggung sedikit (yang mana versi lengkapnya ada di seri selanjutnya). 

Seru. Menjadi spesial karena di sini Minerva sang tokoh utama adalah perempuan (setelah sebelumnya dua tokoh utamanya laki-laki), juga karena pekerjaan Minerva yang benar-benar pas dengan realita sehari-hari. Ditambah lagi karakternya yang begitu kuat. Plot twist juga disajikan dengan pas dan tidak mudah tertebak.

Baca seri Hellions of Halstead lainnya di sini

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)