Annie

Judul : Annie
Penulis : Thomas Meehan
Penerjemah : Ambhita Dhayaningrum
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 232 Halaman
ISBN : 9796020332734
Rating : 4 dari 5




The sun'll come out, tomorrow 
So ya gotta hang on 'til tomorrow
Come what may
Tomorrow! Tomorrow!
I love ya! Tomorrow!
You're always a day a way


Blurb:

Ketika baru berumur dua bulan, Annie ditinggalkan oleh orangtuanya di panti asuhan. Ia meyakini suatu saat orangtuanya akan menjemputnya pada Malam Tahun Baru, tetapi sampai sebelas tahun berlalu, ayah dan ibunya tak juga datang untuk menjemput. Ia terpaksa tinggal di panti asuhan bersama Miss Hannigan yang kejam, sampai ia memutuskan untuk melarikan diri dan mencari sendiri orangtuanya. Apakah Annie berhasil menemukan orangtuanya?

Inilah kisah klasik petualangan Annie bersama Sandy anjing kesayangannya, Mr. Warbucks sang miliuner, dan Miss Farrell yang baik hati.

Pada tahun 1924, Annie muncul dalam sebuah comic-strip berjudul Little Orphan Annie di halaman surat kabar di seluruh penjuru Amerika Serikat. Kemudian Annie diadaptasi menjadi drama musikal Broadway dan meraih Tony Award kategori Drama Musikal Terbaik serta enam kategori lainnya, termasuk Buku Drama Musikal Terbaik. Lagu yang paling populer dalam drama musikal tersebut berjudul Tomorrow.


***

Membaca tentang kisah Annie, bagi saya seperti sedang berkelana dengan mesin waktu yang membawa kembali ke masa kecil di mana film ini sering diputar di televisi terutama saat libur sekolah. Bercerita tentang Annie, seorang gadis kecil yang ditinggalkan di sebuah panti asuhan dengan secarik surat tentang bayi mungil ini: informasi tentang tanggal lahirnya, dan pesan bahwa orangtuanya akan datang untuk menjemput Annie suatu hari nanti. Selain itu, ada pula sepenggal kalung locket yang diberikan padanya, yang pasangannya dimiliki orangtuanya sebagai tanda bahwa Annie adalah buah hati mereka. Dari pesan itulah Annie selalu menunggu kedatangan orangtuanya menjemput. Berbeda dengan semua anak di panti asuhan yang sudah tidak mempunyai orangtua lagi, ia menyimpan asa tentang orangtuanya yang masih hidup. 

Namun, rupanya kehidupan Annie dan anak-anak panti asuhan tidaklah menyenangkan. Miss Hannigan, sang pemilik panti asuhan, adalah wanita tua yang kejam. Ia membiarkan anak-anak ini memakan makanan yang tidak layak dan memberikan jam kerja pada mereka semua. Anak-anak panti asuhan disuruh membuat baju di ruang bawah tanah panti. Tidak hanya di tempat mereka tinggal, perlakuan kejam juga diterima di sekolah. Anak-anak panti dianggap sebagai murid yang tidak pantas bergaul dengan teman-teman lainnya, dan mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif dari banyak pihak. Dan Annie tidak pernah dijemput oleh ayah dan ibunya.

Untungnya, Annie adalah seorang gadis kecil dua belas tahun yang tangguh. Ia tidak pernah membiarkan orang lain melihatnya menangis. Selain pintar, Annie juga ditakuti dan disegani oleh anak-anak seusianya.

Karena perlakuan kejam Miss Hannigan dan kepercayaannya bahwa orangtuanya masih hidup, ia memutuskan untuk pergi mencari keduanya. 

"Sekarang aku tahu orangtuaku tidak akan pernah datang menjemputku," kata Annie sambil memeluk keranjangnya, bersiap pergi. "Jadi aku yang harus pergi mencari mereka." ---halaman 43

Dengan segala upaya--dan dibantu oleh teman-teman sepantinya--Annie berhasil kabur dan memulai petualangannya di luar panti asuhan, berupaya bertahan hidup dari deraan lapar dan musim dingin yang datang menghadang. Bersama dengan Sandy, anjing liar yang ditemukannya di jalanan, ia mengarungi kerasnya kehidupan di luar panti saat Amerika sedang mengalami krisis yang berat. Dan juga, ia tidak pernah lupa tujuan utamanya berada di luar sana; mencari ayah dan ibunya.

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang wanita yang merupakan sekretaris pribadi seorang miliuner yang hendak menghabiskan harinya dengan seorang anak yatim piatu, dan Annie-lah yang beruntung untuk dibawa Miss Farrell itu untuk bertemu dengan Mr. Warbucks. Bersama dengan pria tua kaya raya namun merasa hidupnya sepi dan kosong itu, hidup Annie tidaklah sama lagi. Namun, ia tidak boleh melupakan bahwa Annie masih berharap ia dapat bertemu dan tinggal bersama ayah dan ibunya yang entah berada di mana sekarang.

***

Kisah tentang Annie menurut saya adalah sebuah cerita yang tak lekang oleh masa. Berlatarkan Amerika tahun 1933 di mana pada periode itu dikenal dengan Era Depresi di mana Presiden Roosevelt baru saja memangku jabatannya sebagai seorang pemimpin Amerika kala itu. Annie adalah sebuah gambaran tentang seseorang yang percaya bahwa keoptimisannya akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik lagi esok hari. Masa Depresi bagi Amerika merupakan cobaan berat di mana seorang kaya tiba-tiba menjadi miskin, pekerja kantoran menjadi penjual apel, dan sebuah tempat kumuh bernama Hooverville dibangun sebagai olok-olok bagi mantan Presiden Hoover yang banyak dipersalalahkan atas masa Depresi itu. Namun Annie, seolah mengajarkan dengan caranya yang halus dan sesuai dengan usianya yang masih anak-anak, bagaimana agar tetap optimis dan yakin tentang hari esok.


"Matahari akan muncul esok hari. Yakinlah, berani bertaruh demi dolar terakhirmu, bahwa akan ada matahari esok hari." ---halaman 87

Satu hal yang dapat dipelajari dari kehidupan Annie adalah bagaimana kita harus memandang optimis terhadap hidup kita. Sikap ini tentu saja susah untuk dimiliki jika keadaan berada pada level yang terbawah. Padahal, tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hidup kita esok atau lusa. Dan yang perlu dilakukan selain berupaya untuk membuat suatu keadaan menjadi lebih baik setelah mengupayakan dan mengusahakan dengan kerja keras adalah bersikap optimis. Keyakinan adalah sebuah penguat yang menyenangkan untuk memandang masa depan.


"Kurasa itulah hal terbaik tentang hidup. Kau tidak akan pernah tahu apa yang terjadi berikutnya." ---halaman 133

Membaca novel tentang Annie, selain membawa ingatan untuk berkelana ke masa kecil, dan juga mengajarkan untuk selalu menumbuhkan rasa optimisme dalam memandang hidup--yang rasanya semakin luntur seiring bertambahnya usia--pembaca juga akan diajarkan tentang banyak hal lainnya secara tidak langsung. Ini merupakan pembelajaran yang menyenangkan karena kita tidak akan merasa digurui atau diajari. Annie merupakan sosok imajinatif yang periang, manis, yang akan membawa pembacanya menyatu dengan emosi yang hadir dalam plotnya. Meskipun cerita ini sudah dapat ditebak bagaimana alurnya atau seperti apa kejadiannya--apalagi yang masih ingat dengan jalan cerita yang ada di filmya--namun, emosi yang dihadirkan di sini begitu dekat sehingga saya berulang kali merasa iba maupun memiliki perasaan yang sama dengan Annie. Ini merupakan sebuah pengalaman yang positif dan berkesan terhadap sebuah novel.

Namun, jika dicermati, ada plot yang kesannya terlalu imajinatif di sini, seperti misalnya kehadiran Presiden Franklin D. Roosevelt sebagai bagian dari cerita ini. Di awal dalam kata pengantarnya, penulis sudah menjelaskan tentang itu, juga alasan mengapa ia mengambil cerita yang mulanya berasal dari comic-strip yang ditulis selama 48 tahun dan dimuat dalam surat kabar Minggu dan mengangkatnya ke panggung layar lebar Broadway. Saya sendiri tidak keberatan dengan plot imajiatif bagaikan roller-coaster ini. Karena, pada dasarnya, Annie adalah sebuah karya yang disuguhkan dalam sudut pandang seorang anak kecil, yang target penikmatnya salah satunya adalah anak kecil seusia Annie. Bagi saya, kisah ini tidak hanya sekadar cerita anak saja, namun banyak kesan yang dapat diambil sebagai penyemangat kehidupan, apalagi jika merasa bahwa kesulitan maupun ujian hidup sedang berlangsung. 

Jika sedang mengalami kesulitan, maka ingat selalu pesan Annie kepada Sandy ini:


"Dan semuanya akan baik-baik saja. Untuk kita berdua. Jika tidak hari ini, yah... matahari akan muncul esok hari. Yakinkan dirimu bahwa esok matahari akan bersinar." ---halaman 76

Juga bisa mengingat kalimat ini:


"Bagi orang yang berada di titik terendah hidupnya, selalu ada ruang untuk orang lain." ---halaman 84

Untuk kesan yang begitu menyenangkan ini, saya berikan bintang empat untuk kisah menakjubkan yang dilalui oleh Annie.



0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)