Showing posts with label Serba-Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-Serbi. Show all posts

Tips Menyampul Buku Part 1



Halo teman-teman semuanya.

Kali ini saya hadir untuk memberikan tips menyampul buku. Ada dua tips menyampul buku yang akan saya berikan pada kalian. Yang pertama, ini yang sering saya lakukan untuk menyampul buku-buku saya. Lupa darimana saya belajarnya, tapi yang jelas, buku saya kebanyakan disampul dengan cara ini :D

Sebelum memulai penjelasannya, terlebih dahulu kalian harus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan:

1. Tentu saja buku yang mau disampul
2. Sampul plastik bening
3. Selotip
4. Gunting



Pertama yang harus dilakukan adalah merentangkan sampul plastik menutupi buku. Lalu beri jarak kurang lebih 3 sentimeter pada tiap sisinya. Setelah itu, pada sisi kanan dilipat ke dalam, dan berikan perekat pada bagian dalamnya.


Kedua, setelah direkatkan dengan selotip, lipat sisa bagian atasnya membentuk segitiga. Dibiarkan saja dulu ya, karena sisi di dekat punggung buku belum kita gunting.


Ketiga, nah sekarang kita akan menggunting sisi di dekat punggung buku. Caranya, gunting menyerong dari sudut buku. Lakukan lagi pada sisi yang bersebrangan. Setelah itu, di bagian tengahnya digunting sejajar dengan ukuran tebal buku hingga rapi. Perhatikan gambar kiri di bawah ini, yang masih ada sisa pada tebal bukunya. Lalu, gambar kanan, bagian sisanya sudah dihilangkan.

Keempat, bagian yang kita lipat segitiga tadi, dilipat ke dalam dan dieratkan. Lalu, setelah itu diberi selotip pada kedua sisi; bagian yang terlipat, dan bagian yang digunting. Lakukan pula hal yang sama pada sisi lainnya. Hasil akhir di bagian dalamnya, terlihat di gambar paling bawah ini. Setelahnya, lakukan pada bagian belakang buku.



Selesai. Sekarang, tidak perlu khawatir lagi cover buku kita akan terlipat-lipat. Karena, bukunya sudah tersampul dengan cantik.



Semoga penjelasan singkat saya ini bisa bermanfaat.


Oleh-oleh dari Bazar Buku Samarinda Central Plaza



Halo selamat malam, teman-teman.

Hari ini, saya memang sudah niat mau mengunjungi bazar buku Gramedia di SCP (Samarinda Central Plaza). Jadi, dari sore sudah meniatkan mau ke sana. Tapi ternyata hujan. Untung saja selepas magrib hujannya reda... jomblo-jomblo sedih deh :D Saya sih bukan termasuk golongan yang sedih (meskipun yaaa, jomblo juga! :D).

Saya sama adek pergi ke SCP. Di sana lagi ramai banget, banyak event yang berlangsung di lantai dasarnya. Karena kami isi perut dulu, jadinya bersantai sejenak menikmati burger sambil melihat lalu-lalang manusia-manusia di sana.

Sebenarnya, nggak mau niat cari buku sih, hanya jalan-jalan saja. Karena, saya kan lagi diet beli buku. Tapi ya, yang namanya godaan diskon besar-besaran itu... bikin lapar mata dan sekarat dompet! (Padahal jatah yang buat buku itu bakal dialokasikan buat beli daster, akhirnya direlakan untuk buku! Selalu begitu!)

Ini dia penampakan lokasinya. Di depan KFC, dekat eskalator turun. 

Obral 25 Ribu

Obral 10 Ribu

Obral 15 Ribu

Kekalapan saya yang pertama, tertuju pada Boneka Cantik dari Kain Felt.


Buku ini ada di boks Rp10.000,00 dan begitu saya menemukannya, langsung ambil tanpa pikir panjang. Karena, saya suka dengan kreasi dari kain felt (atau dikenal juga dengan nama kain flanel). Dan untuk harga segitu, saya rela membeli buku ini meskipun belum menengok bagaimana isinya. Sepertinya, saya akan meluangkan waktu khusus untuk mencoba salah satu kreasi yang ada di buku ini. Semoga ada waktu.


Penemuan kedua, ada di boks sebelahnya, Rp20.000,00. Yang saya lihat adalah... A Tale o Two Cities!


Saya sudah membaca buku ini, terbitan Qanita, di iJak. Surprisingly, saya suka, bahkan saya berikan bintang lima. Melihat buku ini versi fisik, tentu saya tidak segan untuk mengangkutnya. Apalagi, yang ini berbeda penerbit (dan sepertinya penerjemahannya). Jadinya, saya cukup penasaran untuk membaca ulang versi yang ini. Akhirnya, buku bagus ini saya miliki juga dalam wujud cetaknya!

Lalu keempat yang lainnya, saya lupa urutannya yang mana. Yang jelas, ketika saya beranjak ke boks berisi tentang buku-buku anak... berhasil membuat saya mencomot tiga di antaranya! Alasannya sih, untuk dibaca bareng sama keponakan yang umurnya enam tahun. Padahal, saya lagi punya misi untuk mengumpulkan buku-buku bacaan untuk anak saya kelak. Setidaknya, sebelum menikah saya kepingin punya satu baris rak khusus yang isinya buku anak-anak. Dan malam ini, saya berhasil menahan diri dengan hanya mengambil tiga buah buku.


Yang pertama, The Lion Book of Tales and Legends.



Dan ternyata isinya dongeng dan legenda Kristiani. Saya baca dulu deh apakah isinya universal atau tidak. Kalau ternyata tidak, nanti akan saya hadiahkan buat teman saya saja kalau dia ulang tahun (atau kalau dia menikah dan punya anak :D). Tapi..., nanti saya mau baca dulu isinya. Kalau isinya universal nggak jadi deh saya kasih :D Habisnya, kirain dongeng dunia gitu, soalnya saya baca sepintas di sana, ada cerita tentang Cinderella :)


Lalu buku kedua, Of Thee I Sing



Buku ini karya Presiden Amerika Barack Obama lho... ditujukan untuk kedua putrinya :) Oh... sweet sekali. Bukunya hard cover, tapi isinya tipis saja, edisi dwibahasa. Rasanya tidak sabar mau baca bareng keponakan Senin nanti.

Buku ketiga adalah... Fisika dan Ilmu Bumi.

Kalau ini sih, saya yang kepo sama bukunya. Sepintas saya lihat, isinya lumayan oke juga. Ilustrasinya cakep. Anak saya nantinya kudu pintar fisika lah, kayak emaknya. Hahaha.



Dan yang terakhir... Disonansi.



Begitu scanning ISBN di Goodreads for Android, saya sepertinya tertarik dengan buku ini. Apalagi membaca beberapa ulasannya. Dan, buku ini hanya dua puluh ribu saja. Jadinya, langsung masuk keranjang sebagai buku terakhir yang berhasil saya angkut malam ini.


Nah, itu dia hasil jarahan saya malam ini. Saya kerampokan seratus dua puluh ribu, hahahaha. Dan sepertinya, besar kemungkinan saya bakal ke sana lagi sebelum bazarnya selesai. Mau merampok buku-buku anak lainnya. Semoga ada waktu dan kesempatan. 

P.S.: Saya bohong sama Ibu, ngakunya buku-bukunya harganya sepuluh ribuan semua hehehe (maaf ya, Buk). Ibu saya soalnya serem lihat belanjaan buku saya, dan banyaknya buku-buku bersegel yang belum saya baca :'D Ini juga yang jadi alasan saya mau beli buku ronde kedua, biar nggak sekaligus banyak gitu hasil rampokannya.

Sekali lagi, maaf ya, Bu. :)


Cara Membuat Quote Pict Keren



Sebenarnya ini bukan ngobras karena artikel yang saya tulis ini lebih mirip tutorial. Dan, sebenarnya lagi, saya bingung mau buat judul apa yang menarik tentang topik yang mau saya obrolin kali ini. Jadi, kalau judulnya kepanjangan, atau tidak menarik, maafkan saya ya teman-teman.

Jadi, berhubung saya suka utak-atik Photoshop (bukan untuk ngedit foto sendiri lho ya, hihihi) dan saya juga suka mencatat kutipan-kutipan menarik di buku yang saya baca, maka terkadang kalau sedang iseng, saya jadi senang untuk membuat kutipan cantik yang akan saya share (entah di twitter, instagram, atau di review-an buku tersebut).

Ada beberapa hal yang perlu kalian siapkan untuk membuat gambar kutipan ini. Yang pertama, tentu kalian harus punya kalimat kutipan yang menarik. Kedua, kalian juga pastinya harus punya aplikasi untuk membuat kutipan. Hmmm, yang ini banyak jenisnya, tapi yang paling saya rekomendasikan adalah Adobe Photoshop (punya saya CS6 Portable, tapi kalau seri di bawahnya juga masih oke oke). Lalu, cari juga gambar yang akan menjadi latar tulisan kutipan, atau gambar-gambar penunjang lainnya seperti kover buku atau yang lain-lain. Satu lagi, yang tak kalah penting adalah kalian juga harus kenal sama berbagai jenis font.

Nah, kita bahas satu per satu ya.

1. Kutipan

Saya kebetulan sedang membaca San Francisco-nya Ziggy Z. (saya lupa kepanjangan namanya Ziggy apa jadi, disingkat saja ya hehe). Di sini, banyak sekali kutipan-kutipan yang menarik dan keren. Saya ambil beberapa sebagai contoh ya.

"A place where you are away from hard--self inflicted, or by someone or something else."
"If you ever go to San Francisco, be sure to wear some flower in your head."
 "I Just love to make people fall in love. Not with me, but with something I love." 
"But I think you shouldn't go about dancing with Death, when there's still so many incredible songs to dance to."

Kalau sudah punya kutipan yang akan dibuat quote pict-nya, siapkan alat tempurnya yakni aplikasi Photoshop, serta gambar-gambar yang mau dipadu-padankan.

2. Gambar background


Sebenarnya, untuk gambar background sendiri, ada beberapa opsi yang bisa dipilih. Pertama, gambar random. Kedua, kover buku yang akan kita jadikan latar belakang. Ketiga, gambar yang sesuai dengan tema buku. Keempat, gambar yang berhubungan dengan isi kutipan. Kalau saya, saya lebih suka opsi ketiga. Jadinya, saya bisa menggali kreativitas tapi tetap bersesuaian dengan tema buku terutama bagian kovernya.

Di novel San Francisco, kover bukunya sendiri berwarna jingga kemerah-merahan (atau terracotta? Kalau salah maafkan ya, karena saya tidak bisa mengenali nama warna hehehe). Di kover buku aslinya pun ada ikon kota yang merupakan judul buku, yakni Golden Gate Bridge. Jadi saya putuskan untuk mengambil tema kutipan di novel ini pakai jembatan terkenal yang ada di San Francisco itu, dan juga nuansai warna terracotta dan putih. Untuk gambar sendiri, saya searching di google (tapi hati-hati ya, gambar bisa mempunyai hak cipta lho). Hasilnya? Ini gambar aslinya:


Sebagai gambaran, ini penampakan kover novel San Francisco:



3. Utak-Atik Photoshop

Saat gambar sudah tersedia, saatnya mainkan PS-mu. Setelah dibuka PS-nya, silakan buka gambar yang mau dijadikan latar tadi. Lalu buat file baru di "new", pilih ukurannya, dan background berwarna putih. Gambar yang asli tadi, di-copy dulu (pakai ctrl+j) lalu dipindah ke tempat yang baru tadi. Eh tapi, di sini saya pakai ilmu kira-kira ya, nggak ada patokan pas harus width sekian height sekian. Yang penting, pas di hati saja. Kalau kebesaran gambarnya, ukuran dikecilkan. Kalau kekecilan, ukuran dibesarkan. Tidak ada nilai mutlak untuk sebuah kreatifitas ;)

Setelah gambar masuk dan ukuran dipaskan, buat blending di gambar background tadi, turunkan opacity-nya sampai 35% (atau kira-kira saja). Tujuannya di sini adalah, karena kita kan mau menonjolkan tulisannya. Sementara, background di sini hanyalah penunjang, atau pelengkap. Meskipun begitu, harus tetap terlihat juga gambarnya, agar bisa melengkapi dengan padu. Cara melakukannya, klik kanan di layer, pilih opsi "blending options", lalu turunkan opacity hingga 35%. Gambarnya jadi terlihat seperti ini:


Setelah ini, karena saya mau menonjolkan warna terracotta-nya, maka yang saya lakukan adalah membuat bingkai dengan warna yang serupa dengan kovernya. Hasilnya? 


Lalu, baru memikirkan di bagian mana kutipan itu akan dibuat. Yang paling ideal sih di tengah. Nah, berhubung kalau menulis di tengah akan tabrakan warnanya dengan background (meskipun sudah diturunkan opacity-nya, tetap saja masih tidak enak dipandang), maka saya buat kotak di tengah. Kotak ini juga musti diturunkan opacity-nya. Kenapa? Supaya gambar di background tetap bisa kelihatan, dan tulisan yang akan dibuat nantinya juga kelihatan. Fair enough kan?


Nah, sekarang kita punya space untuk menuliskan kutipannya. Langkah selanjutnya bagaimana? Selanjutnya meletakkan tulisan, memilih warna, mengatur letak. Ini murni kreatifitas saja ya, dan estetiknya tentu. Di sini, yang saya tekankan adalah pertama pemenggalan kalimat. Kedua, jarak antarhuruf. Ketiga, jenis huruf.


Kutipan "A place where you are away from hard--self inflicted, or by someone or something else." saya bagi menjadi empat baris. Pemenggalannya sesuaikan saja ya dengan pemenggalan kalimatnya. Secara umum, yang saya gunakan adalah font "Georgia" ukuran "36 pt", warna terracotta (#f45617). Di baris pertama, saya pakai jarak antarkatanya 0 (untuk mengubahnya, klik saja yang saya bundarin di atas yang ada tulisan VA-nya). Baris kedua, saya meletakkan pas di bawahnya, tapi jarak antarkata saya ubah jadi -50 (terlihat sedikit lebih rapat). Baris ketiga, saya renggangkan, karena katanya juga pendek. Supaya terlihat pas, saya ganti ukuran jarak antarkata menjadi 200. Baris keempat, dirapatkan lagi dengan jarak -100. Hasil akhirnya adalah seperti gambar di bawah ini:


Oh ya, jangan lupa identitas bukunya. Minimal judul buku dan nama pengarangnya harus ada. Kalian juga bisa buat watermark dari gambar tersebut dengan menuliskan nama kalian atau nama blognya. Tapi ingat, itu hanya sebagai penanda. Jangan sampai nama kalian itu jadi yang paling mencolok. No. Akan terlihat jelek. Percayalah sama saya.

4. Bermain-main dengan Font

Nah, setelah jadi, kalau kalian mau ambil kutipan yang sama dari buku tersebut, kalian tidak perlu memulai lagi dari awal, cukup menghapus kutipan yang lama dan menggantinya dengan kutipan yang baru. Tapi, sebagai unsur pembeda, kalian bisa ganti font-nya, atau jarak antarspasi dan antarkata. Seperti contoh yang di bawah ini, saya pakai huruf yang sama Georgia, tapi diganti dengan yang italic. Saya juga bermain sama ukuran font. Baris terakhir terlihat lebih besar bukan? Ini bisa digunakan untuk menunjukkan kata mana yang menjadi fokusnya.


Atau bisa juga, saya memadukan dua jenis font yang berbeda. Seperti misalnya kutipan di bawah ini:


Kalau bosan dengan background yang ada, bisa lho diganti gambarnya, juga warna hurufnya, border-nya, dll. Tergantung dari kreatifitas saja ya.


Saya mengganti gambar, komposisi warna, dan juga hurufnya. Terlihat berbeda bukan? Tapi masih bersesuaian dengan temanya juga.

Kalau ditanya font mana yang oke, saya suka Georgia, Book Antiqua. Tapi, kalian juga bisa cari font yang lain yang oke. Referensi tempat download yang saya suka ada di http://www.dafont.com/ Pilih saya di sana, banyak font-font keren lho. 


Nah, itu dia tips dari saya. Kalau mau lihat kutipan yang lain, saya juga buat untuk beberapa contoh yang background-nya saya sesuaikan dengan warna kover dari novel aslinya. Yang di bawah ini dari novel Malam-Malam Terang yang bernuansa biru:



Yang ini, dari Dunia Maya. Ada kover bukunya saya sertakan di sini:


Saya juga pernah membuat yang beda sama kovernya, tapi karena yang saya buat adalah dari kutipan novel AADC, jadi saya pakai gambar dari film tersebut. Karena mau menonjolkan Nicholas Saputra saja, yang lain saya blur hihihi.



Semoga artikel ini bisa membantu ya teman-teman.



Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (40) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)