The Scorch Trials


Judul : The Scorch Trials
Pengarang : James Dashner
Penerjemah : Meidyna Arrisandi
Penerbit : Mizan Fantasi
ISBN : 9789794338506
Tebal Buku : 441 Halaman
Rating : 3,5 dari 5


Meski sudah keluar dari Maze, tidak membuat Thomas dan teman-temannya merasa aman, dan semua pertanyaan mereka terjawab. Misteri belum semua terpecahkan, justru tantangan baru harus mereka hadapi. 

Terisolasi dalam satu ruangan, mengetahui bahwa Teresa dipisahkan dari mereka dan diberi label "pengkhianat", munculnya sosok baru yakni Aris, dengan label Grup B, membuat sedikit pengetahuan mereka tentang dunia luar Glade terkuak. WICKED membuat dua grup bagi mereka, dengan perlakuan yang sama namun berbeda gender. Grup A, yang kesemuanya laki-laki dengan Teresa sebagai pengecualian, sementara di tempat lain ada pula Grup B yang dihuni oleh perempuan dengan Aris sebagai pengecualian. Mengejutkan, Aris memiliki kemampuan yang sama dengan Thomas yakni mampu berbicara dengan telepati. Dan terputusnya telepati Thomas dengan Teresa, membuat Thomas sedikit kacau.

Situasi dalam tempat itu cukup menegangkan. Tidak ada makanan, tidak ada petunjuk mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Lantas kemunculan seseorang dari WICKED membuka babak baru petualangan mereka. Tikus Botak--begitu julukannya--membagikan informasi bahwa mereka semua terjangkit virus berbahaya flare. Dikatakan bahwa mereka semua telah lolos dalam fase pertama dan harus melalui fase kedua untuk bisa disembuhkan. Dengan sebuah portal yang dinamakan dengan Flat Trans, mereka semua mendapatkan misi untuk melalui tempat yang dinamakan The Scorch Trial, mengarungi perjalanan 100 mil ke utara selama dua minggu untuk menyelamatkan diri, menuju tempat yang dijanjikan.

Perjalanan dimulai dengan melalui lorong bawah tanah gelap. Ancaman melanda para Glader yakni adanya bola perak yang menyerang kepala para Glader. Kemudian, Minho sang pimpinan memutuskan untuk menempuh perjalanan di luar terowongan, tepatnya di atas permukaan bumi. Namun terik matahari yang sangat menyengat menjadi tantangan mereka.

Tidak hanya itu, selang beberapa lama setelah perjalanan, mereka dikejutkan dengan keberadaan kota yang dihuni para Crank, makhluk setengah zombie yang telah terinfeksi flare dan mengancam mereka, karena makhluk itu gemar memakan tubuh manusia. Thomas bernegosiasi dengan salah satu dari mereka, membuat kesepakatan bahwa Crank ini akan menuntun mereka untuk lolos dari tempat itu. Thomas menyetujui, dengan membawa dua orang Crank yang masih berada pada level awal mengidap flare sehingga masih berada dalam level kesadaran yang cukup. Jorge dan Brenda bergabung dalam kawanan para Glader. Namun para Crank lain menganggap mereka sebagai ancaman, dan berupaya menghabisi semuanya. Membuat grup ini terpecah-pecah. Thomas melanjutkan perjalanan bersama Brenda. Mereka menyusuri kota melalui lorong bawah tanah, dengan tetap mendapatkan ancaman dari para Crank.

Lantas keduanya memilih kembali ke permukaan, mendapati situasi bahwa ancaman para Crank penghuni tempat ini masih mengintai. Ia bertemu kembali dengan teman-temannya, Minho, Newt, Frypan Jorge, dan lainnya. Naasnya, Thomas diserang peluru oleh salah satu Crank, yang ternyata, itu bukanlah bagian dari Variabel sehingga saat itu juga Thomas mendapatkan bantuan dari WICKED sebelum dia dikembalikan ke tempatnya semua dalam keadaan kembali sehat.

Perjalanan berlanjut dengan bertemunya mereka dengan kawanan Grup B, Teresa dan kawan-kawan. Secara spesifik, Teresa dan Aris memiliki misi khusus yang itu benar-benar membuat Thomas merasa terkhianati. Setelah misi itu berhasil, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Dari kejauhan mereka melihat kedua grup pun menuju ke tempat yang sama. Yang ternyata hanyalah berisi sebuah spanduk yang tipis bertuliskan "SURGA YANG AMAN".


Apakah mereka benar-benar aman? Benarkah mereka lolos tahap ini? Apakah ada tempat lain yang akan mereka tuju?


Cerita ini cukup menarik, dengan perbedaan mencolok yakni di The Maze Runner mereka hidup dalam kehidupan yang terstruktur dan cenderung nyaman karena musuh yang dihadapi hanyalah Griever yang ada di dalam Maze. Namun di The Scorch Trials, mereka benar-benar meyakini bahwa kehidupan sebelumnya jauh lebih baik dari tempat yang mereka lalui. Penuh dengan ketidakpastian, kekurangan bahan makanan, ancaman Crank yang gila, serta perang batin yang melanda Thomas.

Sebenarnya agak terganggu di situ, karena yang dieksplor di buku ini hanyalah Thomas. Minho sedikit, karena dia seorang yang dilabeli Pemimpin Grup A. Sementara Newt, nggak tahu kenapa dia mendapat tattoo dengan tulisan "Lem". Sayang sekali, karena mereka di sini seolah hanyalah sampingan saja. Tapi saya suka dengan quote ini dari Minho:

"Aku tidak minta jadi pemimpin. Kau ingin menangis sepanjang hari atas apa yang sudah terjadi, silakan. Tapi, itu bukan yang dilakukan seorang pemimpin. Seorang pemimpin memikirkan akan ke mana dan apa yang akan dilakukan setelah semua itu terjadi." [Hal 180]


Dibumbui oleh cinta segitiga antara Teresa-Thomas-Brenda, serta bumbu-bumbu pengkhianatan, mewarnai kisah ini dan membuatnya tidak datar. Secara keseluruhan kisah ini cukup menarik, membuat penasaran untuk lanjut di buku terakhir di mana jawaban atas pertanyaan yang bercokol pada buku pertama dan kedua ada jawabannya. Yah semoga saja.

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (17) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (7) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Miranda Malonka (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)